
Kevin kembali ke rumah bersama farah, farah membantu Kevin berbaring di tempat tidurnya, Kevin masih sedikit meringis kesakitan karena luka di perutnya, namun Kevin tetap kuat menahan rasa sakit itu, karena baginya rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa kebahagiaan yang kini dia miliki bersama farah.
Farah yang sedang menyelimuti Kevin, tiba-tiba Kevin menyentuh tangan farah dan menariknya hingga Farah terjatuh di atas tubuh suaminya, Farah terkejut seketika wajah farah memerah.
melihat wajah istrinya yang berwarna merah, Kevin menjadi lebih agresif, dia mengecup bibir garah lalu mereka berdua bercumbu bersama, bahkan Kevin tidak lagi menghiraukan rasa sakitnya, mereka berdua berpacu saling berpagutan dan Kevin membuka satu persatu pakaian yang dipakai oleh Farah.
"kamu akan melakukannya sekarang?" tanya Farah kepada Kevin dengan malu-malu.
"aku akan melakukannya sekarang, karena aku sudah benar-benar tidak sabar untuk menyatu bersamamu, kita ganti malam pertama yang tertunda sekarang," lalu Kevin membelai lembut wajah Farah, menyapu setiap bagian tubuh Farah dengan tangannya.
Belaian lembut itu membuat Farah melayang, pikirannya tidak lagi pada tempatnya, karena sudah terkacaukan oleh gerakan agresif yang diberikan Kevin untuknya.
"Jangan menahannya, Keluarkan Aku ingin mendengar suaramu," kata Kevin kepada Farah.
Farah mulai mengerang suaranya, Terdengar sangat jelas telinga Kevin, sehingga membuat Kevin menjadi lebih agresif dan lebih liar lagi. baginya kini menikmati hal seperti ini dengan cinta yang sesungguhnya, cinta yang tulus memiliki nilai dan arti tersendiri untuk Kevin.
bersama Farah dia mengerti apa artinya cinta, Apa artinya kebersamaan dan Apa artinya memiliki dengan hati yang sangat Tulus.
Kevin yakin mereka berdua akan hidup bahagia, mereka berdua akan mengukir mimpi bersama dan mewujudkannya.
selesai dengan pergulatan mereka berdua, Kevin dengan lemas tertidur di atas ranjang, dia hari ini Memulai permainannya bersama Farah, dia yang memimpin permainan dan dia mengakhiri permainan itu dengan penuh lenguhan.
Kevin merasa puas dan dia mendapatkan hal yang hilang selama ini dan menemukannya di diri Farah.
"untuk Hari ini, aku hanya bisa melakukannya sekali, tapi lain kali kau harus bersiap-siap untuk melakukannya berkali-kali bersamaku," bisik Kevin di telinga Farah yang membuat parah bergidik geli.
__ADS_1
dua sejoli ini kini telah menyerahkan dirinya masing-masing kepada pasangannya, sekarang sudah tidak ada lagi batas di antara mereka. Kevin dan Farah sungguh-sungguh menjadi seorang suami istri yang sempurna, tanpa kekurangan sedikitpun, tanpa ada hal yang menghalangi sekecil apapun.
Farah merapikan pakaiannya dan membersihkan sisa-sisa perjuangan mereka, Farah masuk ke dalam kamar mandi dan dia membersihkan diri dalam kamar mandi.
Farah tersenyum sendiri tatkala kembali membayangkan wajahnya, ketika Kevin pertama kali menciumnya penuh gairah, ciuman kali ini sungguh menyentuh hatinya, sungguh Hal pertama yang baru dia rasakan seumur hidupnya dan Hal pertama yang baru dia lakukan bersama Kevin seorang, Farah melakukannya dengan Kevin saat sudah berstatus menjadi istri Kevin.
Farah sangat sadar sebuah pernikahan adalah sesuatu yang sakral, pernikahan adalah sesuatu yang suci, yang seharusnya keduanya saling menjaga kesucian sampai kata 'SAH' terdengar, tapi meski pernikahan mereka tidak dilengkapi dengan kesempurnaan itu namun kesucian cinta merekalah yang menyempurnakan pernikahan mereka.
*****
"Tolong ... tolong, jangan penjarakan saya, Saya sebentar lagi akan melahirkan, Saya tidak mau melahirkan di kantor polisi, Saya tidak mau melahirkan di dalam penjara, tolong ... tolong lepaskan saya, saya tidak bersalah, kasihani saya, Saya ingin bicara dengan Kevin, Saya ingin dia tahu kalau saya tidak bersalah, Tolong Pak!" teriak Santi memaksa untuk polisi membebaskannya.
polisi belum menentukan apakah Santi terlibat dalam kasus penusukan Kevin atau tidak, karena beberapa bukti memang mengarah kepada Rudi semua, tetapi bukan hal yang mustahil ini semua juga otaknya dari Santi.
"Diam! jangan berisik! Jangan membuat kericuhan di dalam kantor polisi!" teriak sang polisi membentak Santi.
"Ini semua karenamu, Rudi! aku tidak bersalah, Aku ingin pulang, aku ingin melahirkan di rumah sakit, bukan di dalam penjara," Santi menangis sambil mengelus perutnya yang semakin membesar.
usia kandungannya kini sudah tujuh bulan sebentar lagi dia akan melahirkan, dua bulan lagi dia akan melihat buah hatinya bersama Rudi, Namun karena kelakuan Rudi di luar kendali, dia harus mendekam di dalam penjara, entah kapan dia bisa keluar dari sana, Santi meratapi kehidupannya yang hancur, Santi juga menetapi nasib buruk yang menimpa dirinya.
*****
"apa wanita itu terlibat dan menjadi otak dari kasus penusukan Kevin?" tanya Devan kepada Rey, yang sejak tadi sudah ada di ruangannya untuk melaporkan perkembangan kasus.
"untuk saat ini, pihak kepolisian, belum bisa mendapatkan bukti kalau Santi terlibat, karena sejak kemarin, Santi terus bilang kalau dia tidak terlibat dan semua itu murni dari pemikiran dan tindakan Rudi sendiri" jelas Rey.
__ADS_1
"wanita itu sedang hamil Pak," info Rey
"wanita itu sedang hamil? kalau begitu lepaskan saja dan Jadikan Dia tahanan kota," ujar Devan memberi perintah kembali kepada Rey.
Rey bergegas pergi ke kantor Polisi, untuk memberitahukan kepada pihak kepolisian bahwa tuntutan terhadap Santi mereka cabut, Rey juga meminta pihak kepolisian menjadikan Santi sebagai tahanan kota dan dalam pengawasan Kepolisian.
****
"malam ini Kamu mau makan apa?" tanya farah kepada Kevin yang sedang memakai baju.
"aku sih, maunya makan kamu! ya sayangnya Karena aku belum sembuh total, jadi untuk malam ini sepertinya, aku ingin makan nasi dan lauknya Terserah kamu saja, Apapun yang kamu masak, pasti aku makan karena memang masakanmu yang paling terenak" Kevin sambil melirik genit ke arah farah.
Kevin menjadi seorang pria yang mabuk kepayang, terhadap Farah, dia tidak bisa melepaskan diri dari Farah, sedikitpun bahkan kemanapun Farah pergi, bahkan di dalam rumah ini dia selalu mengekorinya, ke dapur dia ikut, ke ruang tamu dia ikut, Farah nonton TV dia juga mengikutinya, apalagi ke dalam kamar tidur mereka berdua, sudah pasti Kevin akan ikut dengannya.
merasakan itu semua farah sering kali tersenyum sendiri, melihat kelakuan suami yang sudah sangat persis dengan anak kecil, yang terus mengekori ibunya kemanapun ibunya pergi, seringkali Kevin juga menjadi sangat manja, dia ingin disuapin, kalau tidur selalu ingin dalam pelukan farah, bahkan terkadang dia pun ingin dimandikan oleh farah, membuat Farah menjadi geleng-geleng kepala.
"apa seperti ini, seorang suami yang terlalu mencintai istrinya? sampai-sampai Dia tidak mau lepas dariku!" bisik farah ketika melihat wajah Kevin.
.
.
.
.
__ADS_1
.Hy frends, maaf jika typo masih bertebaran, mohon dimaklum, terimakasih jika sudah memakluminya.
sehat terus untuk kita.