
Farah dan Kevin berpamitan dengan kedua orang tua kevin, mereka masuk ke dalam mobil dan mobilpun melaju. Dalam perjalan pulan Farah terus terdiam dan tak bicara sepatah katapun kepada kevin, kevin terlihat bingung melihat suikap farah
"Apa Farah menyesali kembali kepadaku? Kenapa dia tiba-tiba menjadi murung? Apa aku harus bertanya?"
Mobil Kevin melesat menembus malam, kini kevin memarkir mobilnya di halaman yang cukup luas yang berada di rumah mereka.
"Sudah sampai" kata Kevin
Kevin membuka seatbelt-nya, Farah melihat ke arah depan
"Sampai? di mana kita?" tanya Farah
"Tentu saja di rumah kita," kata Kevin.
"Rumah kita? tapi ini kan bukan rumah kita?" Farah kembali bertanya
"Ini rumah baru kita, rumah yang baru aku beli untukmu, sebenarnya bukan baru beli sih ... tapi rumah ini aku beli sebelum aku menemuimu di Singapura," jelas Kevin
"Waaaw, serius?!" takjub Farah tapi dengan wajah tak percaya
"Serius apa mukaku terlihat seperti orang yang sedang berbohong?" tanya Kevin
"Serius kamu seyakin itu bakalan dapat kesempatan kedua dariku, sebelum kamu menyusul aku ke Singapura?" Farah masih juga menggoda Kevin.
"Tentu dong aku sangat yakin seribu persen, bahkan sejuta, semiliar persen" kata Kevin dengan sangat berlebihan.
Farah tertawa melihat cara bicara Kevin, bahkan dia benar-benar tertawa terbahak-bahak melihat Kevin sebegitu yakinnya akan mendapat kesempatan kedua dari dia.
"Kevin benar-benar pria yang sangat percaya diri tak heran jika memang Kevin selalu memenangkan tender di manapun dia berusaha karena dia memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi sehingga mendapat keyakinan dari para kliennya" batin Farah sambil memandang Kevin.
Kevin dan Farah masuk ke dalam rumah baru mereka, Farah sangat senang ternyata Kevin sangat peduli kepadanya, terutama kepada perasaannya,
"Aku tahu kalau misalkan kita tinggal di rumah kita yang lama, aku takut kamu akan merasa tidak nyaman lagi di sana, Jadi aku memiliki ide untuk membeli rumah ini" jelas kevin.
"Sepertinya rumah ini sangat cocok dengan kepribadianmu, aku sudah mempelajari semuanya, aku tidak ingin lagi menyesali segala halnya, Aku hanya ingin membahagiakan kamu Farah," lanjut Kevin dengan berbisik di telinga Farah.
__ADS_1
"Ternyata dia laki-laki yang sangat pengertian, Aku suka karena dia sekarang lebih bijaksana, lebih dewasa," gumam Farah di dalam batinnya.
"Siap untuk berkeliling di rumah atau kita akan langsung masuk ke dalam kamar?" tanya Kevin sambil bercanda.
"Ooh sepertinya tidak, lebih baik kita berkeliling dulu sebentar, lalu kita akan tidur di kamar yang terpisah lagi," ujar Farah sambil terkekeh kecil
"Tidur terpisah? Kau bercanda Farah? Aku sudah menunggumu sejak lama, akankah aku kesepian lagi hari ini dan malam-malam berikutnya?" Sesal Kevin
Farah kembali terkekeh, dia benar-benar geli melihat wajah Kevin yang sangat menggemaskan ketika menyesali segala sesuatunya.
Mereka berdua berkeliling sekitar rumah, melihat ke taman, ke dapur, ke ruang keluarga, bahkan masuk ke dalam ruangan yang spesial, yang Kevin siapkan untuk Farah yaitu sebuah ruangan yang di desain oleh dirinya sendiri, disana tersedia perlengkapan salon, bisa untuk Farah memanjakan dirinya dikala dia penat, Karena Kevin berencana ingin Farah fokus di rumah
"Bagus bukan ruangan yang aku rancang untukmu?" tanya Kevin kepada Farah.
"Cukup bagus, aku suka dan aku terkesan," kata Farah sambil mengangkat sedikit kedua bahunya.
"Berarti bukan cukup bagus, tapi memang sangat bagus, karena kamu terkesan." kata Kevin sambil mencubit kecil hidung Farah
Mereka berdua tampak sangat bahagia, Kevin melingkarkan kedua tangannya di pinggang Farah, Farah tersenyum dengan kebahagiaannya, kini Kevin menjadi sosok pria yang sangat diidamkannya, Kevin tersenyum dengan kebahagiaannya, karena bisa memiliki wanita sebaik, secantik dan sepintar Farah, dengan segenap hatinya Kevin akan mencintai Farah kali ini, dia tidak akan pernah menyia-nyiakan Farah lagi, baginya Farah kini adalah nafasnya, dunianya dan jiwanya.
Kini mereka sudah saling duduk berhadapan, Kevin menggenggam kedua tangan wanita cantik dihadapannya, alunan musik terdengar merdu di kedua telinga mereka.
"Kita dansa?" ajak Kevin dan diangguki oleh Farah.
"Bersamamu aku ucapkan terima kasih yang terdalam, Aku ingin dirimu yang menemani setiap langkahku, aku ingin berdua bersama bahagia kita jalani semua hari-hari selamanya" batin Farah.
"Tuhan tolonglah jaga dia, aku ingin selalu bersamanya, Tuhan tolong lindungi dia, aku ingin selalu menatap wajahnya, wajah yang selalu membuat hati ini terasa bahagia dan mengisi seluruh relung hatiku" Kevin berdoa di dalam hatinya.
Mereka berdua saling berbisik di dalam hati masing-masing, Farah dan Kevin yang menikmati alunan musik sambil berdansa berdua, membuat malam ini begitu terasa indah untuk dua insan yang sedang dimabuk cinta.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Hai aku mau giveaway nih bestie
Di NT ada pembaca setia dan pembaca terbanyak tiap minggunya, aku berencana mau kasih giveaway buat pembaca setia mingguan yang bertahan sampai 3bulan.
caranya
baca terus karya-karya ku
vote
tap favorite
komen
ikuti akunku
Hadiah
juara 1 ada emas 1gr
juara 2 ada pulsa sebesar 100rb
juara 3 pulsa 50rb
tiap minggunya aku akan umumin pembaca terbanyak saat publish bab.
yang mau ikut komen ya....
__ADS_1
terimakasih