Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Curiga


__ADS_3

Farah turun dari kamarnya dan duduk di halaman belakang rumahnya sambil menikmati kopi susu dan cake tiramisu.


"kamu enggak pergi ke restoran?" tanya Eliz yang melihat cucunya sedang bersantai di halaman belakang seorang diri.


"enggak nek, hari ini aku mau bermalas-malasan dirumah seharian" kata farah sambil menyeruput kopinya.


"baiklah nenek akan menemanimu bermalas-malasan" ujar Eliz dan mereka tertawa.


"tapi nenek boleh dong tanya sesuatu?"


"nenek mau bertanya tentang apa?"


"kamu ingat kan kecelakaan tempo hari, kamu belum cerita loh kronologisnya seperti apa!"


"oh iya, Farah lupa nek, okeh Fatah akan menceritakan semuanya sampai ke hal paling kecil"


"jadi pas Farah keluar dari gang komplek mau belok kearah kanan, tiba-tiba ada mobil lewat yang sepertinya sudah menunggu Farah nek, dia dengan sengaja mengencangkan lajunya sampai aku terkejut dan membanting stir mobil, saat itu aku mulai tidak sadar dan aku saat sadar sudah ada di rumah sakit",


Farah menceritakannya sambil membayangkan dan memperagakannya.


Eliz yang mendengar cerita Farah setuju bahwa itu tindakan kesengajaan bukan kecelakaan murni.


"sepertinya ini benar kecelakaan yang disengaja dek" kata Michael yang ternyata mendengarkan pembicaraan Farah dan neneknya di taman belakang.


"benar nenek juga setuju akan hal itu, mulai saat ini, kamu harus lebih waspada Farah" kata Eliz mengingatkan Farah.


"Farah juga berfikiran seperti itu jika dia bukan sengaja mungkin korbannya bukan hanya aku" kata Farah semakin yakin.


"aku harus mencari tahunya, aku tidak mau hal seperti ini terjadi lagi kepada Farah" kata Michael.


"cari tahu tapi ingat kamu juga harus berhati-hati" Eliz khawatir Michael terjerat masalah karena Michael memiliki temperamen yang cukup tidak stabil.

__ADS_1


******


restoran semakin ramai hari ini, namun Farah dan Hans keduanya tidak ada di restoran saat ini.


"maaf saya mau bertanya, apa ada Bu Farah?" tanya Kevin.


"maaf pak, Bu Farah atau pak Hans saat ini tidak ada ditempat" kata pelayan restoran.


Kevin menjadi khawatir karena Farah tidak ada ditempat.


Kevin kembali kedalam mobilnya.


"Ronal kamu coba cari tentang Farah selama ada di Singapura" perintah Kevin.


"baik pak"


"saya mau tau ada apa saja yang terjadi saat Farah disini"


Ronal mulai mencari update tentang Farah.


"sudah pak, menurut informasi Bu Farah sempat di fitnah saat lomba sedang berlangsung" info Ronal.


"difitnah oleh siapa?"


"informasi yang saya dapatkan oleh ibu Anelis yang juga seorang pebisnis bidang kuliner dan Bu Farah mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu sehingga lehernya harus di gips selama satu Minggu"


"kecelakaan? apa informasi yang diberikan akurat? kalau memang benar kenapa bisa terjadi kecelakaan?" Kevin semakin terkejut dengan informasi yang diberikan oleh Ronal.


"benar pak ini informasi yang sangat akurat, saya juga mendapatkan informasi ini dari salah satu teman saya yang kebetulan adalah penjaga di kediaman William"


"kamu punya teman yang bekerja disana?" tanya Kevin.

__ADS_1


"teman yang baru hari ini berteman" kata Ronal


"maksudnya"Kevin pusing dengan perkataan Ronal.


"sebenarnya saya sebelum kemari dapat nomor telepon penjaga kediaman William dari nyonya besar pak" Ronal terkekeh.


"kenapa kamu tidak mengorek informasi sejak awal?"


"maaf karena bapak tidak menyuruh sejak awal jadi saya tidak mencarinya" Ronal tertunduk.


"Ronal ... Ronal" Kevin menepuk jidatnya.


"pak saya dapat informasi kalau Bu Farah sekarang sedang dirumah tidak pergi ke restoran"


"kalau begitu kita kembali kehotel dan kita cari tau tentang kecelakaan yang menimpa Farah.


******


"hallo baby, keponakan aunty, maaf ya kemarin aunty enggak sempat sapa baby"


Farah mengajak bermain baby.


"baby, aunty mau curhat nih, kemarin aunty ketemu sama uncle Vin, aunty kaget banget kok bisa uncle bisa di Singapura" lanjut Farah.


"menurut baby, aunty harus apa?" tanya Farah pada bayi yang belum bisa diajak bicara namun baginya itu membuat hatinya sedikit terasa longgar.


"sebaiknya kamu hadapi, jangan menghindar, semakin menghindar semakin dikejar" kata kakak iparnya yang mendengar curhatan Farah kepada baby.


"kakak, maaf aku tadi sedikit curhat sama baby" kata Farah sambil malu-malu.


"tidak apa Farah, jika itu membuatmu merasa nyaman lakukan lah, tapi jangan berharap baby bisa menimpali apa yang kamu ucapkan" kata nya.

__ADS_1


"Iyah dong kak, kalo dia bisa ngomong dan jawab pertanyaan aku, bisa-bisa aku pingsan karena baby ternyata bayi ajaib" Farah tersenyum kearah baby.


"tapi kamu emang bayi ajaib baby, kamu bisa banget menghilangkan kegalauan dihati aunty meski belum bisa bicara" Farah menggoyangkan tangannya ketika jari telunjuknya sedang di genggam oleh bayi mungil itu.


__ADS_2