Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Jangan bermain-main dengan ku!


__ADS_3

"selamat datang kami ucapkan kepada para peserta dan juga para pendukungnya, lomba kali ini membuat desert, kami ingatkan kembali untuk pemenang kali ini akan mendapat piala serta piagam dan pemerintah Singapura juga akan memberikan hadiah spektakuler demi mendukung kemajuan serta kreativitas dalam dunia kuliner"


pembawa acara memberikan sambutan meriah kepada para peserta lomba, tak hanya peserta lomba yang akan menghibur Nuri dan penonton akan tetapi mereka juga akan menghibur peserta sebelum acara lomba dimulai.


"kali ini kami akan memberikan hiburan awal untuk para peserta agar lebih relaks dan bisa lebih konsentrasi saat membuat desert, maka dari ini kami tampilkan pemain piano terbaik untuk menghibur kita semua"


permainan piano pun di mulai, alunan nada yang keluar membuat setiap pendengarnya menjadi lebih bahagia dan hati lebih tenang.


*****


"lakukan tugasmu dengan baik! jika tidak jangan harap kau akan aku bayar!" seseorang memberi perintah kepada beberapa anak buahnya.


bersembunyi di balik pohon yang tidak terlihat orang lain dia memerintahkan anak buahnya untuk melakukan tugas dari nya.


*****


"para hadirin sekalian mari kita mulai acara lomba memasak membuat desert, kita hitung mundur bersama"


"Tiga, dua, satu, goooo" teriak semua orang yang ada ditaman besar.


acara lomba memasak pun dimulai, suasana menjadi serius, tegang dan perasaan menjadi campur aduk antara khawatir kalah atau berharap menjadi pemenang.


"kita bersorak sekali lagi untuk memberikan semangat kepada para peserta lomba"


para penonton yang datang memberikan dukungan mereka, sorak Sorai terdengar dan membuat semangat peserta lomba.


"semangat! pantang menyerah! masakkan yang enak membuat hati bahagia"


yel yel yel di nyanyikan dengan serempak membuat merinding karena dukungan penuh diberikan oleh mereka.


tiga puluh menit sudah berlalu, sisa tiga puluh menit lagi, para peserta mulai kelihatan sedikit mulai mempercepat gerak tangan mereka dan memfokuskan fikiran mereka untuk menghias desert yang dibuat.


*****


"okeh, waktu sudah tinggal lima menit lagi, kita akan mulai hitung dari satu sampai sepuluh bersama-sama"


mereka yang berlomba bersiap untuk menunggu waktu selesai dan mereka yang menonton perlombaan bersiap untuk berhitung.


"satu, dia, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluuuuuh! selesai!"


semua peserta mengangkat kedua tangannya dan mundur sedikit dari meja mereka.


juri berkeliling mendatangi para peserta lomba untuk memberikan penilaian mereka lalu mendiskusikannya.


"kita beri tepuk tangan yang meriah untuk para peserta lomba yang sudah sangat berusaha dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk acara hari ini!"


semua bertepuk tangan tanda bangga kepada para peserta lomba.


juri membacakan penilaian mereka terhadap rasa, tekstur dan juga hiasan.


"kami akan mengumumkan pemenang pertama hingga pemenang ketiga" kata salah seorang juri.


"pemenang ke tiga ..."


"pemenang ke dua ..."


semua harap-harap cemas memprediksi siapa yang akan menjadi juara satu kali ini.

__ADS_1


"juara satu kali ini pemenangnya adalah Koki dari Restoran La Devinci" juri selesai mengumumkan pemenang lomba.


"sekedar pengumuman untuk koki dari Restoran Bakoste kami nyatakan gugur dalam pertandingan, dikarenakan adanya kecurangan!"


Farah dan Hans juga seluruh orang yang hadir terkejut dengan informasi yang diberikan oleh pembawa acara.


"tunggu! apa maksud dari kata curang? apa yang kita lakukan?" heran Farah.


"aku juga tidak tahu hal itu Farah" jawab Hans yang sejak awal selalu berada disampingnya.


Farah berjalan menghampiri pembawa acara dan semua orang melihat kearahnya karena tahu bahwa dialah yang mengelola restoran saat ini.


"maaf, saya ingin bertanya apa maksudnya kamu melakukan kecurangan?" tanya Farah dengan berani karena dia tidak merasa melakukan kecurangan apapun.


"baik kami akan memberi tahukan bahwa ada informasi bahwa team bakoste menyogok salah seorang juri untuk memberikan kemenangan kepada mereka!" jelas sang pembawa acara.


"mengapa tidak mengumumkannya sejak awal jika kami melakukan kecurangan? jika saya tahu sejak awal saya akan mencari tahu siapa yang melakukan hal kotor itu!"


"pak Jono dan pak Basuki apa kalian yang melakukan hal itu?" Farah degan lantang bertanya kepada kedua kokinya.


pak Jono dan pak Basuki mengangkat mengangkat kepalanya dan menggelengkan ya tanda tidak melakukan hal itu.


"lihat koki kami tidak melakukan hal itu!"


"memang bukan koki anda Bu, tapi orang lain yang berkata mereka disuruh anda untuk membujuk salah satu juri agar membuat team anda menang!"


"maaf tapi kami hanya kemari berempat saja, tidak ada pihak lain yang ikut dengan kami!"


"mohon maaf, saya mau tahu seperti apa ciri-ciri orang tersebut saya akan memastikan jika kami tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apapun" Hans membantu Farah agar bisa menyelesaikan kegaduhan ini.


"untuk apa kau membantunya Hans!" batin seseorang yang kesal melihat sikap Hans yang selalu menolong Farah.


Hans mencoba menelepon ke restoran dan hampir semua karyawan datang tak ada yang absen bekerja.


*****


"apa ada diantara kalian yang pergi ke tempat lomba?" tanya Maria setelah mengumpulkan semua staff restoran.


"tidak Bu, kami kan juga tidak tahu dimana tempat acara lomba, bahkan yang kami tahu pak Jono dan pak Basuki pun tidak tahu dimana acaranya hanya Bu Farah dan pak Hans yang mengetahuinya" jelas salah seorang pelayan bagian dapur.


Maria mulai berfikir.


"jika tidak ada yang tahu dimana acara lomba diselenggarakan lalu siapa yang melakukan hal sekonyol itu?" Maria bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.


"ada apa memang Bu Maria?"


"sudah kalian bubar saja, saya hanya ingin bertanya hal itu" kata Maria membubarkan para staff.


acara lomba memang diadakan secara tertutup karena adanya presiden yang datang untuk menonton lomba, selain itu acara ini bukanlah siaran langsung sehingga akan disiarkan dua hari setelah acara lomba.


*****


Farah dan Hans melihat rekaman cctv yang terpasang disekitar taman dan juga disekitar gedung untuk mengetahui siapa yang ingin mencemarkan nama baik restoran bakoste.


"ini, ini dia orang yang meminta saya agar membuat kalian memenangkan lomba ini" ujar seorang juri sambil menunjuk kearah layar.


"maaf tapi kami sama sekali tidak mengenal siapa orang ini!" jelas Farah.

__ADS_1


"apa ada cctv lain?" tanya Hans yang penasaran.


"ada pak, sebentar saya tunjukkan ada dikomputer satunya karena itu cctv tersembunyi kami" kata seorang penjaga ruang cctv.


di bukanya komputer dan dicarinya video rekaman cctv tersebut untuk mengetahui siapa yang menyuruh orang itu.


"stop" Hans meminta petugas memberhentikan videonya.


"tolong perbesar gambarnya" pinta Hans.


"sedang apa Anelis disana? tunggu bukankah ini pria yang tadi kita lihat sedang membujuk juri?" tanya Farah untuk memastikan apa yang dia lihat tidak salah.


"benar ini Anelis!" Hans mengepal tangannya dan langsung keluar dari ruang cctv.


Farah mengejar Hans secepat mungkin.


"tunggu kak Hans!" teriak Farah


"ada apa?" Hans berhenti berjalan.


"kak, kakak urus videonya agar kita bisa membuktikan kita dipihak yang benar!" kata Farah membagi tugas dengan Hans.


"aku akan menemui Anelis" ujar Farah.


"tapi ..."


"jangan khawatir kak, aku akan menghadapinya" kata Farah dengan sangat tenang.


Farah berbisik sesuatu kepada Hans dan dia mencari Anelis diantara tamu undangan yang datang.


******


"Anelis!" Farah menepuk pundak Anelis yang sedang berada di kejauhan, dia tidak berkumpul dengan para tamu undangan yang lain melainkan dia duduk disebuah ruangan.


"Farah" Anelis terkejut dengan kedatangan Farah.


"Anelis, apa kamu ada masalah pribadi dengan ku?"


"apa maksud mu Farah?" tanya Anelis.


"tidak mungkin kan dia tahu aku yang membuat ulah?" batin Anelis


"Anelis, kenapa kamu melakukan hal kotor ini kepada kami?" desak Farah dengan berjalan perlahan yang membuat Anelis mundur perlahan juga.


"Farah, apa-apaan kamu!" Anelis terduduk dibangku karena Farah terus berjalan kearahnya sampai dia terpojok.


Farah membungkukkan badannya dengan menatap tajam kearah Anelis.


"dengarkan aku Anelis, jangan bermain-main dengan ku! reputasi bisnis keluargamu akan hancur hari ini!" ujar Farah yang kemudian melakukan pukulan kearah Anelis namun dia menghentikan tangannya ketika Anelis mulai ketakutan Farah akan benar-benar memukulnya.


Farah meninju sofa yang saat ini sedang diduduki oleh Anelis.


"aaaaah" Anelis menjerit karena kaget dengan suara yang berasal dari sofa yang dipukul.


Farah keluar dari ruangan dan kembali menemui Hans.


"haaaaaah!" Anelis berteriak kencang karena kesal dengan perlakuan Farah.

__ADS_1


"ada apa boss?" tanya para anak buahnya.


"cepat kalian selesaikan masalah ini, jika ada jejak CCTV hapus semuanya" perintah Anelis.


__ADS_2