Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Flight


__ADS_3

setelah menangkap kode untuk mendapatkan kesempatan kedua dari mertuanya, Kevin langsung berangkat ke Singapura.


"hati-hati pak Kevin ... semangat lah, pantang menyerah" Ronal menyemangati bossnya yang akan pergi ke Singapura untuk memperjuangkan pernikahan nya.


Kevin dengan semangat yang membara siap untuk ke Singapura menemui Farah istrinya.


"ya Tuhan semoga kesempatan kedua ini bisa aku pergunakan dengan baik dan setelah aku berusaha, aku mendapatkan buah manis dari hasil usahaku" ujar Kevin


penerbangan Kevin menuju Singapura sangat lancar tak butuh waktu lama dia sudah sampai di bandar udara internasional Changi Singapura tepat jam dua siang.


Kevin yang sudah sampai di Singapura mulai menjelajahi beberapa kuliner dari negara Singapura.


"hah, akhirnya aku sampai juga disalah satu restoran, perutku sudah sangat lapar" Kevin mengelus perutnya yang sudah terasa sangat lapar.


*****


"selamat pagi nona Farah?" dokter keluarga datang untuk memeriksa.


"hallo, pagi dokter, sepertinya ada bau-bau kabar baik nih" kata Farah


"benar nona Farah, hari ini gips di leher ibu sudah bisa saya buka" jelas dokter yang lalu mengeluarkan peralatan medisnya.


"akhirnya aku bisa mulai beraktifitas lagi"


"belum nona, setelah dibuka gips nya masih harus istirahat dua hari lagi" jelas dokter.

__ADS_1


"huft" Farah cemberut.


"sudah lah, jangan cemberut, toh setelah gips nya dibuka kamu akan lebih leluasa untuk bergerak" kata Michael yang bersandar di kusen pintu kamar adiknya.


"saya buka dulu sebentar ya Bu"


dokter mulai membuka gips yang menjadi penyanggah leher Farah yang cedera akibat kecelakaan tempo hari.


setelah di buka gips Farah merasa lehernya sangat lega dan bisa bergerak dengan bebas.


"jangan diputar-putar lehernya, nanti lehernya copot baru tau rasa" celetuk Michael yang kembali menggoda adiknya.


"iiish kakak kalo ngomong sembarangan ajah sih"teriak Farah kencang.


Michael menutup telinganya karena teriakan dari sang adik.


Michael yang terkena senggolan Eliz langsung tidak seimbang saat berdiri sehingga membuatnya sedikit terhuyung.


"nenek! nenek hampir membuatku jatuh", ujar Michael.


"siapa suruh kamu berdiri menghalangi jalan!"


"dokter maafkan kedua cucuku yang kurang sopan santun ini, maaf karena anda harus menyaksikan keributan dua bocah nakal ini" Eliz menunduk sambil meminta maaf.


"apa? bocah nakal!" teriak Farah dan Michael yang tak menyangka neneknya akan bicara hal memalukan tentang mereka didepan dokter.

__ADS_1


"tidak apa nyonya, saya izin pamit dulu, nona Farah jaga kesehatan anda dan istirahat yang cukup" pesan dokter kepada Farah.


Eliz mengantar dokter sampai depan kamar Farah, lalu dia kembali masuk kekamar cucunya.


"dengarkan nenek! jangan pernah ribut lagi seperti tadi, membuat nenek malu saja dengan sikap kalian yang sudah dewasa tapi masih juga seperti bocah" kesal Eli, kepada kedua cucunya.


"baik nek"


"baik nek"


Farah dan Michael saling memandang dan mereka saling memberikan kode.


Michael berjalan menghampiri Eliz dan Farah.


"jangan marah-marah lagi nenek ku sayang"


kedua cucunya menggelitik Eliz agar kembali tersenyum untuk melupakan rasa kesalnya.


"sudah sudah sudah" mohon Eliz sambil tertawa.


"kita sama nenek"


"aku juga sayaaang banget sama nenek"


mereka akhirnya berpelukan dan saling mengucap kata kasih sayang.

__ADS_1


"kamu istirahat dan kamu Michael bantu istrimu menjaga baby" Eliz berdiri dan berjalan keluar kamar Farah dengan tersenyum bahagia melihat cucunya saling menyayangi meski sering kali saling menggoda satu sama lain.


__ADS_2