
malam ini Farah dan Kevin tidur dalam satu kamar yang sama.
"tidur disofa" perintah Farah sambil menunjuk ke arah sofa
"aku lelah sekali hari ini, izin kan aku tidur di kasur yaaa" pinta Kevin
"enggak" tegas Farah.
"please malam ini ajah lagi pula tempo hari kita juga satu ranjang dan tidak melakukan hal apa pun" ujar Kevin dengan wajah memelas.
"okeh aku izinkan, tapi awas kalo sampe macam-macam" Farah mengizinkan tapi dengan mengancam Kevin.
Kevin dan Farah tidur dalam satu ranjang dengan dibatasi sebuah guling untuk menjaga hal yang tak mereka inginkan.
lelahnya Kevin membuat ia langsung terlelap dan di susul oleh Farah yang juga lelah karena harus menyiapkan semua hal yang diperlukan untuk drama kali ini.
hari ini mereka sudah beradegan mesra dihadapan orang tua Kevin dengan berpegangan tangan dan saling tersenyum hanya sebatas itu kemesraan yang mereka tunjukkan.
"Vin, bangun udah pagi nih" Farah membangunkan Kevin.
Kevin membuka matanya perlahan dan berusaha menyadarkan diri sepenuhnya.
dilihatnya Farah yang sudah rapih dengan pakaian kantor nya.
"cantik" bisik kecil Kevin
"apa?" tanya Farah yang seperti mendengar Kevin bicara
"enggak ada apa-apa" Kevin langsung turun dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi
"hai itu kamar mandiku" teriak Farah.
"sekali ini saja, jangan pelit sama suami sendiri" Kevin bicara sambil terkekeh.
"dasar orang aneh" kesal Farah
Kevin melihat keseluruhan dalam kamar mandi Farah, semua tersusun rapih dan sangat bersih berbeda dengan kamar mandinya dengan Santi yang terkadang berantakan dan penyusunan barang yang tak beraturan ditambah kamar mandi yang wangi membuat Kevin semakin nyaman.
"pagi pagi mam" sapa Farah saat sampai di meja makan.
"pagi sayang, kamu pasti cape banget ya nyiapin ini semua karena mama dan papa mendadak nginepnya?" tanya Ratih
"enggak kok mam, aku seneng banget mama main kesini" kata Farah yang dibalas senyuman oleh kedua mertuanya.
Kevin yang sudah selesai mandi langsung memakai baju dan turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.
Kevin melangkahkan kakinya menuruni anak tangga dan ia menyempatkan diri melirik kearah kamar Santi, pintu yang masih tertutup dan terasa sepi.
"maafkan aku Santi yang belum bisa memberi kepastian untuk mu" Kevin bergumam dalam hatinya.
__ADS_1
Kevin kembali melanjutkan langkahnya dan sampai di ruang makan
"Vin ayo sarapan" ajak Ratih saat melihat Kevin masuk.
Kevin duduk dan mengambil menu sarapannya yang pasti disiapkan oleh Farah karena ada orang tua nya.
"Vin mama dan papa berencana akan tinggal beberapa hari lagi disini mungkin hari Minggu kita baru pulang kerumah ya pap" kata Ratih dengan menatap suaminya.
"nginap lagi" Kevin dan Farah bicara serentak.
kedua orang Kevin terkejut dan menatap kevin dan Farah.
"Iyah, kenapa kalian keberatan?" tanya papa Kevin.
"enggak enggak kok" jawab mereka serentak sambil melambaikan tangan.
"kita seneng kan sayang?" Kevin melirik kearah Farah
"Iyah" Farah melirik kearah Kevin sambil tersenyum yang dipaksakan.
Farah dan Kevin pergi bekerja.
saat diperjalanan mereka teringat Santi
"Santi" ucap Farah dan Kevin saling berpandangan
hari ini Kevin dan Farah berada dalam satu mobil karena diperintahkan oleh kedua orang tua Kevin untuk berangkat kerja bersama.
"Santi siapkan barang-barang mu karena orang tua Kevin akan menginap disini selama lima hari jadi kamu harus pergi untuk sementara" ujar Farah
"lalu aku harus kemana?" tanya Santi
"kami akan Carikan tempat kost untuk mu"
Farah dan Santi keluar rumah dan masuk ke dalam mobil, Kevin langsung mengendarai mobilnya dan mencari tempat tinggal sementara untuk Santi
"sayang apartemen Deket kantor mu saja, jadi kalo kamu kangen kan bisa kesana" ujar Santi sambil merangkul tangan Kevin.
Santi duduk didepan bersama Kevin karena tak mau Farah dekat-dekat dengan Kevin.
Farah yang sibuk mengotak Atik tablet miliknya tidak peduli dengan percakapan suami dan kekasih nya itu.
mobil berhenti dan mereka sampai pada apartemen yang Kevin pilih untuk Santi.
cekrek Farah memfoto tampak depan apartemen.
"ini tempat Santi tinggal sementara" Farah mengirim pesan kepada seseorang.
setelah mengantar Santi, Kevin mengantar Farah ke hotel dan mereka pun bekerja.
__ADS_1
Kevin yang pusing dengan keadaan ini merasa putus asa karena tak selamanya ia menjalan kan peran ini.
"siapa yang harus aku relakan?" tanya Kevin pada dirinya sendiri.
"pak Kevin, meeting dengan pihak vendor akan di mulai setelah jam makan siang" info Ronal pada bossnya yang terlihat sedang melamun.
Kevin menganggukan kepada tanpa menoleh kearah Ronal.
selesai meeting Kevin langsung menuju hotel untuk menjemput Farah.
"hai Vin" sapa Hans saat mereka berpapasan.
"hai" sapa Kevin
"aku duluan" lanjut Kevin
Kevin berjalan kearah ruangan Farah.
"itu kan ruang team promosi, ada apa Kevin kesana?" tanya Hans pada dirinya.
tak lama Kevin keluar lagi dari ruangan bersama Farah, mereka berdua jalan beriringan dan masuk kedalam mobil.
Hans yang melihat itu semua terkejut karena baru pertama kali ia melihat Farah bersama Kevin.
Kevin melajukan mobilnya menuju kerumah.
"hai mam, pap" Kevin menyapa kedua orang tuanya saat sampai dirumah
"Farah, Kevin sekarang kalian ganti baju karena mama dan papa mau bicara" kata Ratih.
Farah dan Kevin naik ke atas, Farah mengganti baju di kamarnya sedangkan Kevin ganti baju di dalam kamar mandi yang terletak disamping kamar Farah(kamar mandi tamu dilantai dua).
"ini tehnya nyonya, tuan" bi sari mengantarkan teh
Kevin, Farah dan kedua orang tua Kevin berbincang sangat serius, terlihat Kevin sesekali tidak setuju dengan perkataan orang tuanya.
setelah mereka berbincang-bincang Kevin dan Farah naik ke atas kekamar Farah.
Kevin merebahkan tubuhnya di sofa dan berusaha memejamkan matanya.
Farah pun berbaring di kasurnya dan langsung tertidur pulas.
Kevin yang tak bisa tidur membolak balikkan badannya miring kelanan dan kekiri.
saat ia miring kekiri terlihat Farah yang sedang tertidur pulas.
"cantik nya Farah, bermake-up atau tidak wajahnya selalu secantik ini" Kevin memandang dalam wajah Farah dari kejauhan.
Kevin yang diam-diam mengamati Fatah yang sedang tertidur membuatnya merasakan hal yang aneh pada dirinya, ketidak tahuannya ia tentang Farah yang serba multi talenta membuatnya jagung dengan wanita yang selama ini selalu ia abaikan.
__ADS_1
"maafkan aku Farah" Kevin bergumam sendiri.
Kevin pun memejamkan kedua matanya rapat-rapat agar tertidur dan menuju ke alam mimpi.