
Farah tidak tau lagi harus bagaimana, dia duduk dilantai lift sambil terus menangis berharap Kevin menepati janjinya untuk menyelamatkannya yang sedang terjebak di lift.
"Kevin, aku mohon tolong aku" Farah sudah sangat lemas karena kekurangan oksigen.
*****
diluar lift Kevin melihat Ronal dan team penyelamat serta team maintenance hotel berdatangan. hati Kevin sedikit lega karena Farah tidak perlu menunggu terlalu lama didalam sana.
"pak cepat selamatkan istri saya yang terjebak didalam lift" ujar Kevin meminta bantuan.
"kamu akan berusaha, bapak mohon menjauh dulu, kami akan membuka pintunya secara paksa" pria itu menjauhkan tubuh Kevin dari pintu lift.
Kevin menunggu sambil harap-harap cemas karena dia khawatir dengan kondisi Farah yang berada didalam lift.
"Ronal, kamu pergi keruang CCTV, kamu harus lihat apakah ada orang yang sengaja ingin mencelakai Farah, saya tidak yakin ini kecelakaan, pasti ada motif" kata Kevin dengan praduganya.
Ronal langsung bergegas menuju ruang cctv untuk memastikan kronologisnya.
******
"kenapa Farah sangat lama sekali?" kata Michael
"coba kamu telepon dia" usul Eliz.
"baik Nek"
Michael langsung merogoh kantong celananya dan mengeluarkan ponselnya.
"tidak bisa dihubungi" kata Kevin dengan. berusaha sekali lagi menelepon ponsel Farah.
"kalau tidak bisa coba kamu hubungi sopir pribadinya" Eliz mulai khawatir, dia takut terjadi hal yang tak diinginkan.
"kenapa semua orang tidak ada yang bisa ditelepon, kemana Farah, kenapa dia membuatku mengkhawatirkannya" Michael menggerutu karena semua ponsel itu tidak ada yang mejawabnya.
"coba kamu hubungi supir itu sekali lagi" pinta Eliz berharap akan diangkat kali ini
Kevin mengikuti saran dari neneknya, dia mencoba sekali lagi menghubungi sopir Farah.
"hallo, pak kenapa lama sekali menjawab teleponnya?" kesal Kevin.
"maaf pak saya tadi sedang di toilet" jawabnya.
"kalian dimana? kenapa Farah belum juga sampai di hotel? acara pernikahannya akan segera di mulai" kata Michael.
"maaf pak, nona tadi sudah saya antar sampai hotel dan dia juga sudah masuk kedalam hotel" jelas sang sopir pribadi.
"apa?" Michael kaget dengan perkataan sopir pribadi adiknya.
"benar pak, saya tidak bohong"
setelah Michael berbicara dengan sopir itu dia langsung menutup teleponnya dan pergi keluar ruangan pernikahan.
Michael berlari mencari Farah yang katanya sudah berada di dalam hotel.
__ADS_1
di berkeliling disetiap lantai dimana acara diselenggarakan.
*****
"satu ... dua ... tiga" beberapa orang membuka paksa pintu lift dan disana Farah sudah terkulai lemas tak berdaya.
Kevin langsung melihat keadaan Farah, dia benar-benar tidak tega melihat Farah tak berdaya, Kevin langsung masuk kedalam lift dan dia menggendong Farah keluar dari sana.
"terima kasih Kevin" setelah mengucapkan kata itu Farah langsung pingsan.
Kevin segera berlari keluar hotel dan dia mencari keberadaan mobil ya untuk membawa Farah ke rumah sakit terdekat.
Kevin menemukan mobilnya dan menaruh Farah di kursi penumpang tepat disebelah kursi sopir.
"Farah bertahanlah" Kevin mengelus lembut kepala Farah.
Kevin mengendarai mobilnya menuju rumah sakit terdekat, dia menggunakan navigasi agar bisa segera menemukan jalan alternatif agar tidak terjebak macet.
******
Michael turun kebawah untuk mencari Farah dan dia melihat beberapa orang berkerumun di depan pintu lift.
"apa sedang ada perbaikan? oh iya tadi pintu lift itu yang ada tulisan sedang dalam perbaikan, mungkin sekarang sedang diperbaiki" Michale kembali berlarian mencari Farah
"kasian ya perempuan itu sampai pingsan karena terjebak didalam lift" kata seseorang yang lewat dan perkataannya di dengar oleh Michael.
Michael menghampiri dua orang itu.
"pak maaf dimana wanita yang terjebak lift itu?" tanya Michael mulai khawatir kalau-kalau itu adalah adiknya.
Michael langsung berlari menuju pintu lift untuk memastikannya.
"permisi, apa benar ada wanita terjebak didalam lift?" tanya Michael dengan nafas yang tersengal-sengal.
"benar pak" jawabnya.
"apa ciri-ciri nya memakai gaun pesta berwarna merah muda, rambut dikuncir keatas dan membawa tas berwarna putih?" Michael menyebutkan ciri-ciri adiknya.
"kalau memakai gaun merah muda memang benar pak, kalau dia ciri-ciri yang anda sebutkan kami tidak terlalu memperhatikannya" kata pria itu.
"sekarang dimana dia?" tanya Michael.
"tadi saya dengar pria yang meminta pertolongan kepada kita adalah suaminya, kemungkinan besar suaminya juga yang pergi membawanya ke rumah sakit karena korban sudah dalam keadaan pingsan"
Michael sedikit mengingat kemungkinan besar memang Kevin ada disini mewakili orang tuanya.
"aku harus mencari kemana mereka berdua" Michael bingung.
Michael berfikir sejenak dan melihat sekitar hotel mencari yang bisa di tanyai.
"bukan kah itu personal asisten Kevin?" ujar Michael.
Ronal yang keluar dari ruang cctv langsung berlari kedepan hotel untuk menyusul Kevin kerumah sakit.
__ADS_1
Michael melihat Ronal berlari kedepan rumah sakit dan dia pun menyusulnya.
"Ronal" Michael berhenti berlari dan mengatur nafasnya sambil memanggil personal asisten Kevin
"pak Michael?" Ronal terkejut melihat Michael.
"sebentar" Michael masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena lelah berlarian.
"Ronal, dimana Kevin?" tanya Michael.
"pak Kevin sedang dirumah sakit bersama Bu Farah" jawab Ronal.
"antar aku kesana!" Michael memberi perintah.
"baik pak, saya juga akan kesana, sebentar lagi taksinya datang" kata Ronal memberitahukan Michael.
Michael kembali berdiri tegak setelah nafasnya sudah normal kembali.
taksi yang ditunggu ronal pun datang dan mereka berdua bergegas masuk kedalam mobil.
"pak jalan ke rumah sakit yang sudah saya informasikan di aplikasi ya" ujar Ronal.
"siap pak"
taksi pun berjalan menuju rumah sakit yang di informasikan oleh Ronal.
Ronal dan Michael tidak ada satupun yang membuka suara saat dalam perjalanan.
Ronal merasa takut kepada Michael yang terkenal seperti preman jika sedang mengamuk.
"bagaimana ini? jika mereka berdua bertemu pasti pak Kevin akan habis dihajar karena telah mencampakkan Bu Farah" Ronal khawatir kepada bosnya.
"sudah sampai pak" info sopir taksi.
"terimakasih"
mereka berdua turun dariobil dan segera menuju ruangan UGD untuk melihat keadaan Farah.
"Farah" teriak Michael
"hmmm Farah sudah dalam penanganan, dokter bilang dia hanya kekurangan oksigen saja dan sedikit syok" jelas Kevin kepada Michael sambil melangkah mundur.
Kevin takut Michael akan menghajarnya karena Kevin tau, selama ini Michael menahan diri karena Farah yang memintanya.
"apa dia akan menghajarku?" batin Kevin saat Michael bergerak.
"terimakasih Kevin, kamu sudah menyelamatkan Farah, tapi ada apa sebenarnya ini?" Michael berterima kasih dan bertanya kronologis kejadian kepada Kevin.
"aku juga tidak tau pasti, tadi aku udah meminta Ronal untuk memeriksa cctv" jawab Kevin
"maaf pak saya tidak menemukannya, kata petugas cctv kebetulan cctv yang mengarah kesana sedang rusak sejak beberapa jam lalu" jelas Ronal
"tidak mungkin bisa mendadak rusak seperti itu"
__ADS_1
"tapi saya melihat terakhir rekaman cctv saat petugas keamanan itu memberi tahukan pak Kevin tentang lift yang rusak, sejak selesai dari itu tiba-tiba cctv rusak" Ronal memberitahukan apa yang dia lihat diruang cctv.
"ada yang aneh" gumam Kevin.