
"hari ini kita persiapkan semua untuk acara pemotretan dan pembuatan video iklan, kalian juga harus persiapkan untuk kebutuhan kalian, besok kita kumpul di hotel jam delapan pagi" kata Farah kepada team nya.
"siap Bu" jawab serentak team.
besok adalah hari dimana Farah dan teamnya akan memulai aktivitas pemotretan untuk acara launching hotel terbaru mereka.
Farah kembali kerumahnya sebelum jam kantor selesai karena ada beberapa hal yang harus ia persiapkan.
"bi tolong buatkan saya salad ya inget jangan pakai saus wijen" ujar Farah.
"baik nyonya nanti saya taro dimeja makan" sahut bibi.
bibi mulai meracik beberapa sayuran untuk dibuat salad kesukaan Farah, sedangkan Farah naik ke kamarnya dan mengganti pakaian.
"hmmm harum" Farah mencium wangi salad kesukaan yang sudah di sajikan di meja makan oleh bi sari
Farah mulai memakan salad buatan bisari dengan lahap.
"lagi apa?" tanya Kevin yang tiba-tiba sudah pulang juga dari kantor
"makan salad mau?" Farah menawarkan salad kepada Kevin.
Kevin pun mengambil piring dan bersiap untuk mencicipi salad yang ada di meja makan.
"uhuk uhuk uhuk" Farah mulai batuk
"makanya makan pelan-pelan jangan cepet-cepet" sindir Kevin.
Farah semakin merasakan tenggorokannya gatal dan terasa mulai sesak, Kevin yang melihatnya mulai panik.
"Farah kamu kenapa?" tanya Kevin yang langsung menghampiri Farah.
"bii bibi" panggil Kevin
bi sari pun langsung mendatangi ruang makan
"Iyah tuan" jawab bi sari
"bi ini kenapa Farah?" tanya Kevin
"tuan sepertinya nyonya alergi" jelas bi sari yang melihat Farah terus batuk dan sedikit sesak.
Kevin mengambil sedikit salad dan mencicipinya tidak terlalu terasa saus wijen tapi ia melihat ada sedikit bekas saus wijen di sendok yang digunakan untuk mengambil salad yang disediakan bi sari.
"bi apa kamu tidak sengaja memasukkan sedikit saus wijen?" tanya Kevin
"enggak tuan" bi sari ketakutan
bi sari mengingat-ingat dan yakin dia tidak memasukkan sedikitpun saus wijen ke salad untuk Farah karena ia tau nyonya nya alergi saus wijen.
"bi saya akan membawa Farah ke rumah sakit" Kevin langsung menggendong Farah.
"ada apa ini?" tanya Santi yang baru selesai mandi
__ADS_1
"aku akan membawa Farah kerumah sakit alerginya kumat" jelas Kevin
"alergi?" tanya Santi
"Iyah nyonya alergi saus wijen saya tidak tau kenapa saladnya bisa ada saus wijennya" bi sari menjelaskan dengan penuh ketakutan.
"saus wijen" bisik Santi.
Kevin langsung membawa Farah kedalam mobilnya dan mengendarai mobil secepat mungkin menuju rumah sakit.
"Farah bertahan" ujar Kevin sambil terus fokus menyetir.
Kevin dan Farah sampai dirumah sakit.
"dokter tolong istri saya" Kevin meminta kepada dokter untuk menolong Farah.
dokter dan suster membawa Farah kedalam ruang UGD.
Kevin khawatir Farah akan mengalami alergi parah sedangkan besok adalah hari dimana mereka harus melakukan pemotretan.
"Kevin bagaimana keadaan Farah?" tanya Devan yang datang setelah mendengar kabar dari Kevin.
"lagi diperiksa dokter" ujar Kevin
"kenapa bisa saus wijen itu masuk ke dalam salad Farah?" tanya Devan kesal.
"aku juga enggak tau" jawab Kevin.
"Kevin sebaiknya kamu harus lebih memperhatikan istri mu selama ini ia tidak pernah mengalami alergi saus wijen karena kami selalu menjaganya" kesal Devan
"permisi dengan keluarga ibu Farah" panggil suster.
"ada apa sus?" tanya Devan
"ibu Farah tidak terlalu parah alerginya karena ia hanya memakan sedikit saus wijen jadi tidak perlu khawatir malam ini juga sudah bisa pulang tidak perlu rawat inap" jelas suster.
"terimakasih sus" kata Kevin
Kevin dan Devan masuk kedalam ruang UGD menemui Farah.
"kak Dev" panggil Farah
"dek kamu beneran enggak apa-apa?"
"enggak apa-apa kak, sepertinya bi sari lupa mungkin dan tidak sengaja memasukkan sedikit saus wijen, sudah tidak perlu diperpanjang" ujar Farah
"aku sudah bertanya kepada bi sari dia yakin tidak memasukkan sedikit pun saus wijen" kata Kevin
"lalu siapa yang memakai saus wijen?" tanya Farah bingung
"mungkin ada orang lain yang memakan salad buatan bi sari sebelum kamu" ujar Devan
"siapa yang makan?" tanya Farah lagi.
__ADS_1
"sudah lah enggak perlu diperpanjang yang penting aku enggak kenapa-kenapa" Farah meyakinkan kakaknya bahwa ia baik-baik saja.
Farah kembali ke rumahnya bersama Kevin.
"kenapa si Farah?" tanya Santi saat Kevin masuk kedalam kamar
saat Kevin masuk kekamar dan melihat mangkuk kecil bekas seseorang memakan salad, Kevin mengambilnya dan menciumnya.
"kenapa sih? kok mangkok bekas aku makan kamu ciumin kaya begitu?" tanya Santi
"kamu makan salad pakai saus wijen?" tanya Kevin
"Iyah kamu kan tau aku suka salad dan ekstra saus wijen" ujar Santi tanpa rasa bersalah.
"Santi apa kamu mengaduk salad menggunakan sendok yang digunakan untuk mengambil salad dimangkuk besar itu?" tanya Kevin
"Iyah benar" jawab Santi dan mulai ketakutan
"Santi apa kamu enggak tau kalau Farah alergi saus wijen?" kesal Kevin
"mana aku tau selama ini bibi selalu membuatkan dia salad hanya satu mangkok kecil untuknya dan karena hari ini bi sari buatnya banyak jadi aku meminta sedikit lalu mengambil saus wijen dan mengaduknya" jelas Santi
"santiii kalau sampai terjadi hal fatal dapa Farah bagaimana?" Kevin semakin kesal
"jadi kamu khawatir sama Farah?" Santi mulai memasang wajah andalannya
"sayang bukan begitu maksud ku, besok acara pemotretan tidak mungkin dibatalkan" ujar Kevin yang mulai iba dengan sikap kekasihnya.
"kan bisa diganti modelnya" rajuk Santi
"enggak mungkin sayang karena launching sudah sebentar lagi dan enggak bisa cari model lain"
"sudah sekarang istirahat aku lelah besok pagi harus berangkat ke hotel di puncak" lanjut Kevin yang langsung merebahkan badannya dikasur.
dihotel jam tujuh pagi.
"kamu katanya sakit?" tanya Hans pada Farah
"hmmm udah mendingan kok kak"
"kata Devan kamu alergi nya kambuh lagi jadi aku bawain obat yang dulu pernah aku kasih" Hans memberikan obat kepada Farah.
"makasih ya kak Hans"
"kak Hans memang perhatian banget dari dulu" Farah sejak dulu mengagumi sosok Hans yang selalu hangat dan perhatian.
"hmm udah mau berangkat" tergiur Kevin
para karyawan hoteltermasuk Hans, Kevin dan Farah masuk kedalam bus untuk menuju hotel baru dan melakukan syuting pemotretan.
Hans duduk disamping Farah dan Kevin duduk disamping Ronal, Kevin terus memperhatikan Farah dan Hans.
"pak, kok liatin Bu Farah terus? cemburu ya?" goda Ronal.
__ADS_1
"diem kamu" bentak Kevin pada Ronal dan ditanggapi Ronal dengan tertawa kecil karena melihat tingkah boss nya.