
Hans yang sudah sangat lama memendam rasa untuk Farah, mulai mencari cara agar bisa merebutnya dari kevin.
"kali ini aku tidak akan melepaskanya lagi, sudah cukup lama aku memendam semuanya" Hans bicara pada dirinya sendiri sambil termenung di teras rumahnya.
"tuan ini teh hangatnya" kata asisten rumah tangga Hans.
"terimakasih bi"
Hans tinggal sendiri di rumah yang cukup besar, meski ia bukan lah seorang pengusaha namun asetnya sangatlah banyak peninggalan dari orang tua nya.
ayah Hans dan ayahnya Farah adalah teman sekolah dan salah satu pemegang saham di hotel keluarga Praga, karena kedua orang tua Hans sudah tiada maka dia lah yang meneruskannya disamping itu ada wanita yang diam-diam ia sukai.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Farah membuka pintu kaca yang ada dikamarnya dah melangkah keluar menuju rooftop kamarnya, ia duduk di kursi dan mulai memandangi kesunyian malam.
..."sudah beberapa hari kita tidak satu rumah, apa kamu disana merasa kesepian saat tidak aku?" Farah berbicara pada dirinya sendiri sambil membayangkan suasana rumah tanpa dirinya....
di sisi lain Kevin pun sedang termenung di ruang kerjanya.
"kapan kamu pulang Farah? rumah ini terasa sepi tanpa ada dirimu, meski kadang kita sering bertengkar kecil tapi ternyata hal itulah yang sekarang aku rindukan" kata Kevin yang menatap keluar arah jendela ruang kerjanya.
"andai waktu bisa dibeli, aku beli berapapun harganya agar bisa memutar waktu" Kevin bicara penuh lirih.
__ADS_1
tok tok tok
"masuk"
"maaf, bibi mau kasih tau kalau ada nyonya diluar" kata bi sari.
Kevin langsung berlarian keluar dan ketika ia sampai di ruang tamu dilihat mama dan papa nya yang duduk disana.
..."aku fikir Farah" kata Kevin yang berharap kata nyonya yang Bi Sari bicarakan adalah Farah....
"kenapa kamu hanya berdiri saja? tidak suka lihat mama dan papa mu datang?" kata Atma Jaya dengan ketus.
Kevin pun ikut duduk bersama kedua orang tuanya diruang tamu.
"bagaimana? apa kamu sudah menyesali perbuatan mu?" tanya Atma Jaya dengan suara khasnya.
"Kevin harus kah kamu mengalami hal naas dulu seperti sekarang baru kamu bisa menyadari kehadiran Farah?"
"papa yakin jika Farah tidak membantu mu untuk membuka mata pasti kamu masih bersama wanita hina itu" lanjut Atma Jaya kepada Kevin.
"dengar Kevin bukan kami orang tua mu yang akan membukakan pintu maaf atau memberikan kesempatan kedua, tapi Farah dan keluarganya, jika kamu memang benar-benar ingin Farah kembali berusahalah sekuat tenagamu dan keluarkan segala upayamu agar mereka kembali menerimamu" nasehat Ratih.
"Kevin sedang berusaha Pap, Mam" kata Kevin singkat.
__ADS_1
"dengar Kevin, ketika berlian menunjukkan cahayanya maka semua mata yang melihat akan memperebutkannya dan ketika itu terjadi kamu akan sulit untuk mendapatkannya" ujar Ratih yang memberi kata kiasan untuk memberitahukan Kevin bahwa Farah kapan saja bisa diambil orang.
Kevin semakin tertunduk lemas pasalnya ia sekarang memiliki saingan yang cukup gigih untuk merebut Farah.
"jika kamu tidak bisa diberikan kesempatan kedua oleh Farah dan keluarganya, ingat kata-kata papa, papa tidak akan pernah mewarisi sedikitpun harta keluarga dan perusahaan kepada mu, karena kamu sudah mencoreng nama baik keluarga kita" tegas Atma Jaya kepada putra satu-satunya.
Kevin terkejut papa nya berkata demikian, perkataan Atma Jaya membuat Kevin menjadi bersemangat untuk mendapatkan Farah, bukan semata karena harta tapi dia tidak mau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya melepaskan seorang wanita yang benar-benar tulus, walaupun ia sendiri belum yakin dengan perasaannya kepada Farah.
.
.
.
.
.baca juga novel teman ku..
"Setiap orang memiliki sebuah tujuan hidup yang berbeda. Dan aku memilih jalanku ini, untuk sebuah dendam di masa lalu. Bisa saja aku membunuh mereka satu per satu dengan tanganku sendiri. Tapi, bukankah aku akan sama saja seperti mereka?" -Hakim Makutha.
"Jangan terlalu lama berkubang dalam rasa dendam, Utha. Semua justru akan membuatmu lebih menderita. Terkadang melepaskan sesuatu jauh akan lebih melegakan daripada menyimpan dendam yang tidak berkesudahan." -Dokter Hasna.
Sebuah perjalanan mencari keadilan untuk seorang teman yang sudah tiada justru membuat Makutha terbelenggu dalam luka masa lalunya. Dia berjuang mati-matian menumbangkan pemerintahan hingga mengancam keselamatan diri dan juga orang-orang yang ia sayangi.
__ADS_1
Apakah Makutha berhasil melakukan aksi balas dendamnya? Atau dia justru gagal dan berakhir dengan kehilangan banyak orang terkasihnya demi membalas dendam di masa lalu?