
Kevin dan Michael menunggu Farah siuman, mereka benar-benar cemas dengan keadaan Farah saat ini.
"Ronal, kamu segera kembali ke hotel dan pastikan pria yang menjadi petugas keamanan pagi ini tetap berada disana!" Kevin memberi perintah.
"siap pak, saya izin kembali ke hotel" Ronal menerima perintah dan langsung kembali ke hotel.
"apa saat kejadian ada orang lain yang melihat kejadian ini?" tang Michael.
"untuk itu aku tidak tahu, karena aku pun melihat Farah saat keluar dari lift di seberangnya, aku berteriak tapi Farah tidak mendengarnya, mungkin karena jarak kamu yang cukup jauh" jelas Kevin.
"Farah baru tinggal di Singapura, tidak mungkin dia punya musuh di sini" gumam Michael.
"ada!" celetuk Kevin
"siapa? dan apa maksudmu bilang ada?" tanya Michael dengan melihat kearah Kevin.
"beberapa hari lalu, aku melihat seorang wanita mendorong Farah dengan kasar, lalu dia menegur Farah, aku datang menghampiri mereka karena kesal Farah didorong sampai jatuh" kata Kevin menceritakan kronologis saat Anelis marah kepada Farah.
"di mana kejadiannya?" Michael semakin tertarik dengan cerita Kevin.
__ADS_1
"di restoran bakoste, aku tidak tidak bisa mendengar mereka membahas tentang apa, karena posisiku berada di dalam mobil, jadi aku hanya memperhatikannya saja" tegas Kevin.
"apa ada yang melihat kejadiaannya selain kamu?" Michael bertanya seolah menyelidiki Kevin.
"tentu, banyak karena hampir seluruh karyawannya ada disana menyaksikan namun tak berani melerainya!" paparnya.
"aku akan mencari tahu siapa Anelis!"
"menurut laporan dari Ronal, wanita itu juga menuduh team Farah saat perlombaan memasak desert beberapa Minggu lalu, tapi kejadian itu sudah selesai!" info Kevin.
"ini aneh! kenapa dia melakukan hal kotor itu kepada Farah?" Michael berfikir sambil berjalan mondar-mandir.
Kevin dan Michael saling berpandangan, mereka melangkah dengan cepat agar bisa mengetahui informasi terbaru perkembangan Farah.
"ada apa suster?" tanya Michael.
"kami hanya ingin menginformasikan, bahwa ibu Farah akan dipindahkan keruang perawatan,"tutur sang perawat.
"baik, saya akan ke bagian administrasi" ujar Kevin dengan cepat.
__ADS_1
"tapi Vin..."
"Farah masih istriku, dia masih tanggung jawabku, temani dia, aku akan urus administrasinya" ujar Kevin dan dia langsung bagian administrasi.
"aku bukan tidak mau menerima bantuan mu, atau bukan tidak mau kau ikut campur tentang Farah, hatiku hanya belum bisa merelakan adikku bersama pria yang telah terang-terangan menyakitinya" batin Michael sambil melihat Kevin yang sedang berlari menuju ruang administrasi.
*****
Farah dipindahkan keruang perawatan namun belum juga sadarkan diri, Michael mengikuti perawat yang sedang mendorong ranjang menuju kamar perawatan pasien.
"pak, pasien mungkin akan sadar sekitar satu jam lagi, saat pasien sadarkan diri, mohon pencet bel dan jangan dulu ditanya tentang apapun, dikhawatirkan pasien mengalami syok akibat kejadian yang dialaminya" tegas perawat sambil mengatur selang infusan.
"baik suster"jawab Michael singkat.
"saya tinggal dulu pak, permisi"
"terimakasih sus!"
Michael melihat wajah adiknya yang masih terlihat pucat, Michael tak mengira kalau Farah akan mengalami kejadian seperti ini, wanita yang selama hidupnya tidak pernah memiliki musuh membuat Michael sedikit tak habis fikir.
__ADS_1
"Kaka akan mencari pelakunya, siapapun dia, setinggi apapun kelasnya di sini, kakak tidak perduli! dia harus menerima hukuman yang setimpal!" decak Michael.