
Hans dan Kevin sudah berjanji tidak akan terlalu menganggu Farah, mereka juga tidak akan melakukan hal-hal yang membuat Farah tidak nyaman, tapi sepertinya hal itu sangat tidak bisa mereka tahan.
kali ini Hans memberikan sebuah hadiah kepada Farah namun dikirimkan kerumah Farah, tidak ke restoran.
sedangkan Kevin mengirimkan buket bunga ke restoran Farah untuk mengungkapkan rasa maafnya karena sudah membuat Farah merasa tidak nyaman.
"maaf Bu Farah, ada kiriman buket bunga dari pak Kevin, mau di simpan di mana?" tanya Maria sambil membawa buket bunga yang cukup besar.
"huft, dia benar-benar tidak mendengarkan perkataan ku, sekarang dia kirimkan aku buket bunga, nanti apalagi?!" Farah menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.
"letakkan saja di meja" Farah menunjuk kearah meja tamu.
"baik Bu, saya izin kembali ke depan" kata Maria setelah selesai meletakkan buket.
Farah memijat dahinya yang mulai terasa pening melihat Kevin yang tidak mengindahkan perkataannya.
"pria itu benar-benar" kata Farah.
******
"hai, Hans" sapa Michael ketika melihat Hans berada dirumahnya.
"hai, kau tidak pergi ke perusahaan?" tanya Hans yang terkejut melihat Michael ada di rumah.
"ah, hari ini kebetulan aku sedang cuti, mau pergi bersama istri dan anakku" jelas Michael.
__ADS_1
"kau sendiri ada apa kemari?" tanya Michael.
"aku kesini hanya ingin menitipkan ini untuk Farah" Hans menunjukkan sesuatu yang ada di tangannya.
"baiklah ke kamarnya, simpan saja sendiri di sana" kata Michael memberikan izin.
"aku rasa tidak perlu, aku titipkan saja kepada mu" kata Hans.
"sudah letakkan saja di sana, aku mau pergi takut pulang terlalu larut malam, kebetulan juga asisten rumah tangga kami sedang izin pulang ke rumahnya" jelas Michael.
"baiklah" Hans menaiki nak tangga menuju kamar wanita yang dia sukai.
Hans membuka pintu kamar Farah dan dia sangat kagum, kamar Farah begitu bersih dan rapih.
"ternyata kamu sangat rapih dan bersih" kata Hans.
Hans meletakkan hadiahnya di atas tempat tidur Farah dan dia kuat dari kamar itu.
"Michael, aku pamit dulu" kata Hans.
"baik, hati-hati Hans" ujar Michael.
Hans kembali ke restoran dan mulai bekerja membantu Farah yang sedang ada perjamuan.
"kak Hans bagaimana? apa sudah bagus dekorasinya dan tata ruangnya?" tanya Farah.
__ADS_1
"sudah sangat bagus, aku rasa kamu memang memiliki banyak bakat" puji Hans.
"ini bukan karena banyak bakat! tapi ini semua aku lihat di aplikasi, aku hanya mengikutinya saja" jelas Farah
"meski begitu, kamu bisa belajar dengan sangat cepat, sehingga bisa membuahkan hasil yang sangat bagus" Hans kembali memuji wanita yang berdiri dihadapannya itu.
"kak, aku hari ini akan pulang cepat, aku ada yang harus diurus di rumah, aku mohon titip restoran" pinta Farah kepada Hans.
"tenang saja, pulang dan istirahat" kata Hans sambil menepuk pundak Farah
Farah kembali keruangan ya untuk mengambil barang-barang dan langsung pergi keparkiran menuju mobilnya, Farah duduk di kursi belakang dan supir mulai menjalankan mobilnya.
"pak sedikit lebih cepat ada sesuatu yang tertinggal"
"kenapa aku bisa meninggalkan ponselku di rumah, tapi kalau ternyata tidak ada di rumah bagaimana?" keluh Farah.
Farah meninggalkan ponselnya di rumah, namun dia sendiri tidak yakin sebab hari ini sebelum ke restoran dia mampir kesuatu tempat.
"pak, mobilnya masukkan saja ke garasi, aku tidak kembali ke restoran" ujar Farah saat sampai dirumah.
Farah langsung berlari dan menaiki tangga, dia masuk kekamar dan mencari ponselnya.
"huft... untung saja tertinggal di rumah!" Farah merasa lega setelah menemukan ponselnya.
Farah membalikkan badannya dan dia melihat sebuah paperbag terletak di atas kasurnya.
__ADS_1
"apa ini?" tanya Farah sambil memeriksanya
"ya Tuhan, ternyata kalian berdua sama saja!" Farah tertawa kecil melihat perilaku kedua pria itu.