
sesampainya Farah di hotel terlihat olehnya begitu banyak orang didepan pintu hotel.
"ada apa ini?" tanya Farah yang heran melihat hotel didatangi begitu banyak wartawan.
"Farah, Farah" panggil Hans dengan sedikit berbisik
Farah semakin heran karena Hans memanggilnya sambil berbisik.
Farah menghampiri Hans yang ada disamping kanan hotel.
"kak Hans, kenapa disini? dan kenapa di depan hotel banyak sekali wartawan?" Farah mengajukan banyak pertanyaan.
"sudah jangan banyak bertanya, aku dari tadi menunggumu, ayo cepat kita pergi dari sini" ajak Hans.
Hans menggandeng tangan Farah dan berlari menuju mobil yang sudah terparkir.
"kak, sebenarnya ada apa sih? kita juga mau kemana?" tanya Farah lagi saat sudah berada didalam mobil.
"kak Hans, jawab aku" paksa Farah.
"nanti aku ceritakan, sekarang aku harus fokus menyetir agar bisa menghindari para wartawan itu" Hans mulai mengendarai mobilnya.
"hai, lihat disana bukankah itu mobil Hans Varhouten?"teriak salah satu wartawan yang melihat mobil Hans.
"ayo kejar kejar" kata beberapa wartawan.
Hans berusaha tetap fokus dan melewati beberapa wartawan yang hendak menghadang mobilnya.
Hans berhasil keluar dari area hotel tempatnya bekerja, sambil terus menyetir Hans menyenderkan tubuhnya ke kursi mobil.
"huft...akhirnya bisa keluar dari kejaran para wartawan" Hans bernafas lega.
"sebenarnya ada ada kak?" tanya Farah lagi.
"mereka mencari mu, ada berita mengejutkan, apa kamu belum membaca beritanya?"
"berita?" Farah mencari ponselnya dan membuka aplikasi yang biasa memberikan berita terkini.
Farah terus menscroll berita dan betapa terkejutnya ia melihat dirinya menjadi topik utama.
"seorang anak perempuan dari pengusaha terkenal berinisial FQP dikabarkan telah dicampakkan oleh suaminya, wanita berinisial FQP ini diketahui sedang makan malam bersama suaminya namun ternyata disana bertemu dengan kekasih sang suami dan diduga FQP juga memiliki pria idaman lain" seorang presenter membacakan berita dan memperlihatkan beberapa foto Farah saat dicafe.
Farah menutup berita tersebut karena tidak kuat melihat dan mendengar pemberitaan yang membahas dirinya.
"keterlaluan!" Farah mulai geram.
"itulah sebabnya mereka semua berkumpul didepan hotel bahkan ada beberapa dibelakang hotel berkumpul untuk mencari tahu informasi" jelas Hans.
"tapi kak, ini keterlaluan sekali, aku yakin Santi yang dalang dibalik semua ini, karena dicafe hanya ada kita berempat"
Kevin memang membooking satu cafe agar tidak ada satu pelangganpun yang makan malam disan, namun ternyata Santi wanita licik itu bisa masuk kedalam cafe dan membuat kekacauan.
*******
"Ronaaaaaaal" teriak Kevin
Ronal langsung masuk kedalam ruangan Kevin dengan wajah yang sudah pucat.
"lihat semua ini! pasti wanita itu yang membuat pemberitaan seperti ini, Ronal kamu harus menyelesaikan semuanya hari ini juga, hapus semua pemberitaan tentang Farah yang ada dimedia sosial apapun caranya!" Kevin sangat marah.
"ba...baik pak" Ronal menerima perintah Kevin.
__ADS_1
"jangan ada kesalahan lagi, kalau tidak, kamu saya pecaaat!" Kevin kali ini sepertinya benar-benar akan memecat Ronal asisten pribadinya.
flashback on.
setelah Kevin keluar dari cafe ia langsung menghubungi Ronal.
"hallo pak" Ronal mengangkat telepon
"Ronal, temui saya sekarang juga dirumah!" teriak Kevin dan langsung menutup telepon.
Ronal yang panik bossnya karena mendengar nada bicara bossnya yang marah langsung pergi dengan mobilnya menuju rumah Kevin.
"malam pak" sapa Ronal saat berada didalam ruang kerja Kevin.
praaang Kevin memecahkan satu guci yang ada didekatnya yang membuktikan bahwa Kevin sangat marah besar.
melihat kemarahan diwajah bossnya, wajah Ronal menjadi pucat pasi.
"a..a..ada apa pak?" Ronal yang tidak tahu permasalah dicafe mengajukan pertanyaan yang membuat Kevin semakin kesal.
"kau tau Ronal? makan malam ku hancur karena kamu memilihkan cafe dimana tempat itu memiliki kenangan ku dengan Santi, Santi muncul dicafe dan menyinggung perasaan Farah!" kata Kevin
"ta...tapi kan pak, saya membooking ya karena tau pak Kevin senang masakan disana dan saya juga tidak tahu kalau disana memiliki banyak kenangan bersama Bu Santi" jelas Ronal sambil gemetar.
"Ronaaaaaaaaaal!" Kevin berteriak kencang karena seakan Ronal yang menyalahkan dirinya atas hal ini.
"keluar sekarang juga!" usir Kevin dan ronalpun keluar dari ruang kerja Kevin.
flashback off
"saya akan segera membereskannya" jawab Ronal penuh ketakutan.
"awas kau Santi, kau sudah bertindak terlalu jauh" Kevin mengepalkan tangannya kuat-kuat.
******
Hans memberhentikan mobilnya disebuah cafe yang terlihat sangat asri.
"apa ini cafe?" tanya Farah.
"benar, turunlah, cafe ini sangat cocok untuk menenangkan diri" ajak Hans.
Farah melihat sekeliling dekorasi cafe, begitu cantik dan elegan untuk sebuah cafe yang ukurannya tidak terlalu besar.
"aku baru tahu ada cafe secantik ini" kata Farah yang mengagumi semua dekorasi yang ada diluar maupun didalam cafe.
"Iyah, pemiliknya mendekorasi sambil memikirkan gadis yang ia sukai" kata Hans sambil sekilas melihat dekorasi.
"benarkah? bagaimana kakak bisa tahu?" tanya Farah penasaran.
"selamat datang pak Hans" sapa salah satu pelayan cafe yang dibalas senyuman oleh Hans.
"pak maaf, saya mau laporkan hasil penjualan kafe Minggu kemarin, karena bapak tidak datang ke cafe kami jadi belum memberikan laporan penjualan" jelas si pelayan cafe.
"kak Hans, ini...cafe milik kak Hans?" tebak Farah dari pembicaraan antara Hans dan pelayan cafe yang ia simpulkan.
"duduk lah" kata Hans sambil menarik salah satu kursi untuk Farah duduk.
"laporannya nanti saja" kata Hans sambil duduk dikursi cafe.
"kak, kakak belum jawab pertanyaan ku loh" desak Farah.
__ADS_1
"benar ini cafe ku, cafe yang ku buat saat tahu gadis yang ku suka tak bisa ku miliki" kata Hans dengan suara yang sedikit melemah.
"kak" Farah menjadi iba.
"tidak apa Farah, dulu aku memang tak bisa memiliki nya dan mencoba mengiklankannya tapi kali ini aku akan mengejarnya" kata Hans dengan menatap wajah Farah.
Farah menjadi salah tingkah saat Hans melihat kearah dirinya dengan tatapan yang berbeda.
"hmm kak, aku ketoilet dulu"
Farah merasa menjadi tidak nyaman dengan tatapan yang Hans tujukan kepadanya.
"huft, Farah come on, sadarlah tidak mungkin Hans menyukai mu, dia hanya menganggapmu sebagai adik selama ini" Farah berbicara kepada dirinya sendiri didalam toilet.
Farah mencoba menenangkan dirinya agar tidak terlihat gugup dihadapan Hans.
Farah kembali kemeja nya dan ia lihat Hans sedang berbicara dengan salah satu pelayan cafe.
"jus alpukat satu dan satu lemon tea hangat" pesan Hans kepada pelayan cafe.
"aku pesan lemon tea hangat untuk mu" kata Hans.
"terimakasih kak"
"Oya kak, sejak kapan kakak membangun cafe ini? aku benar-benar kagum dengan dekorasi nya" Farah mencoba membuat pengalihan agar dirinya kembali merasa nyaman didekat Hans.
"sekitar hampir dua tahun lalu, saat wanita yang aku sukai menikah, tepat dibulan Agustus" kata Hans.
degh jantung Farah berdegup kencang, karena tepat ditahun dan bulannya sama dimana saat dia menikah dengan Kevin.
"Farah sebenarnya aku..."
.
.
.
.hai hai hai kembali lagi dengan kisah pesona istri yang terabaikan.
terus setia ya membaca novel karya ku ini, semoga aku selalu bisa menyajikan alur cerita yang menarik untuk kalian semua.
terimakasih sudah mampir di novel ku.
mampir juga di karya teman ku.
Blurb
Ainisha menjadi pelakor demi membayar hutang sang ayah pada seorang rentenir.
Memisahkan sepasang kekasih yang telah bertunangan dengan berbagai cara. Bahkan melakukan kebohongan dan berubah diri menjadi sosok wanita dengan karakter berbeda yang bernama Alisha untuk menyembunyikan jati diri.
Bagaimana jika sang pria yang bernama Haikal, adalah laki-laki yang dia kenal dan dia cintai?
Bagaimana jika Haikal jatuh cinta pada Alisha bukan pada Ainisha?
Ikuti kisahnya.
"
__ADS_1