Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Penguntit


__ADS_3

Farah membantu Hans berjalan.


"aku ambil mobil dulu, kak Hans tunggu saja disini" kata Farah dan meninggalkan Hans sendirian di depan resort.


Farah berjalan menuju parkiran dan dia melihat mobil yang familiar di ingatannya.


"mobil putih, hmmm bukannya mobil ini juga yang tempo hari sering ada di restoran, sekarang mengapa dia ada di parkiran resort?" Farah bertanya-tanya pasalnya dia melihat mobil itu beberapa kali di parkiran restorannya.


Farah membuka pintu mobil Hans dan mulai mengendarainya.


******


"huft hampir kita ketahuan, apa besok sebaiknya kita ganti mobil saja?" kata Ronal.


"bagus juga ide mu, tapi aku harus mengeluarkan uang lagi" kata Kevin.


"bukan kah uang tidak masalah untuk mu pak? berjuang jangan setengah-setengah" kata Ronal yang kemudian kepalanya dipukul pelan oleh Kevin


"auwh, pak kenapa kepalaku dipukul" Ronal mengusap-usap kepalanya yang terasa cukup sakit akibat dipukul oleh Kevin.


"itu hukuman untuk mu yang bicara sembarang, siapa yang berjuang setengah-setengah, aku hanya belum menukarkan uangku!" kata Kevin yang lalu melipat tangannya dan menaruhnya didada.


Ronal padahal sangat tahu kalau boss nya jika menginginkan sesuatu tidak akan setengah-setengah, dia hanya ingin menggoda bosnya saja.


*****


Farah membantu Hans menaiki mobilnya dan dia mulai mengendarai mobil milik Hans.


"Farah, kamu tidak usah repot-repot mengantar ku pulang" kata Hans.


"tidak kak, aku tidak merasa direpotkan, bahkan baru kali ini aku mengantarmu, sedangkan kamu terlalu sering mengantarku pulang" Farah menoleh ke Hans dan tersenyum.


melihat Farah tersenyum sungguh membuah rasa sakit ditangannya hilang seketika, rasanya dia tidak mengalami kecelakaan itu, Hans senyum-senyum sendiri ketika Farah kembali fokus menyetir.


mereka sampai di komplek perumahan Camelia dimana Hans tinggal disana, Farah mengarahkan stir mobil untuk belok kanan dan disanalah tepat rumah seorang Hans.


Farah kembali menantu Hans untuk turun dari dalam mobil dan Farah juga membantu Hans untuk masuk kedalam rumahnya.


rumah Hans tidak ada satu penjaga disana hanyalah ada satu asisten rumah tangga yang tinggal bersamanya untuk mengurus rumah.


"ya Tuhan pak Hans ada apa? kenapa tangannya sampai diperban begini?" panik asisten rumah tangga Hans


"enggak kenapa-kenapa kok, ini hanya luka kecil, bi tolong buatkan minuman untuk Farah" perintah Hans.


"ini yang namanya nona Farah, cantik sekali pantas saja bisa membuat pak Hans jatuh cinta" celetuknya.

__ADS_1


"hmmm hmmm" Hans memberi kode agar asisten rumah tangganya berhenti bicara.


Farah tersenyum kecil melihat ekspresi wajah Hans yang malu.


******


"lama sekali mereka didalam, kenapa belum juga keluar, rumah siapa itu?" tanya Kevin yang kesal menunggu Farah di luar.


"menurut informasi ini adalah rumah pak Hans" kata Ronal.


"apa?!" teriak Kevin.


"kenapa mereka kerumah Hans?" kata Kevin.


"mungkin karena perban yang tadi membalut tangan pak Hans, mungkin dia terluka jadi Bu Farah mengantarnya pulang"


"haaah, cemen sekali, baru luka segitu saja sampai meminta wanita mengantarkan pulang" cibir Kevin.


*****


"kak, aku pulang dulu" kata Farah.


"kamu pulang dengan siapa?" tanya Hans.


"supir ku akan menjemput kemari" jawab Farah sambil bersiap-siap pulang.


"hmmm mungkin itu supir ku" kata Farah


Hans mengantar Farah sampai pintu depan rumahnya dan benar kalau supir Farah yang datang.


"istirahatlah dulu, tidak perlu ke restoran selama lenganmu masih terasa sakit" teriak Farah saat hendak masuk kedalam mobilnya


Hans yang berada di depan pintu rumahnya mengacungkan jempol dan melambaikan tangannya.


Farah dan supir ya berjalan dan saat mobilnya melewati dua rumah, Farah melihat mobil yang tadi juga terparkir di resort.


"tidak mungkin ini sebuah kebetulan" kata Farah sambil melihat ke arah mobil putih yang masih terparkir.


"pak berhenti dulu, aku mau turun sebentar" kata Farah yang kemudian turun dari dalam mobilnya.


Farah menghampiri mobil berwarna putih itu dengan langkah yang sangat kesal dan sepertinya dia tau sosok yang berada di dalam mobil putih itu


tok tok tok


Farah mengetuk kaca jendela mobil.

__ADS_1


sontak Kevin dan Ronal menenggelamkan tubuh mereka dengan maksud hati agar Farah tidak melihat mereka.


"pak, bagaimana ini? Bu Farah pasti curiga kita mengikutinya sejak pagi"kata Ronal sambil berbisik.


"kau turun lah, bilang kalau kau tidak kenal dengannya" ujar Kevin.


"pak apa kepalamu kepentuk? mana bisa aku bilang seperti itu sedangkan dia hafal wajah ku" kata Ronal kesal dengan kebodohan bosnya ketika sedang panik.


"hallo, apa ada orang didalam, maaf saya hanya ingin bertanya" teriak Farah sambil terus mengetuk kaca pintu mobil.


"bagaimana ini?" kata Ronal lagi


"haaah, aku akan turun, begitu ajah takut" Kevin menyiapkan diri untuk bertemu dengan Farah.


"Ronal jika Farah memarahi ku dan aku pingsan bawalah aku ke dokter terdekat" kata Kevin.


"rumah sakit terdekat pak yang benar, hadeuuuh kenapa aku punya bos yang kocak ketika dia harus berhadapan dengan wanita yang dia sukai" umpat Ronal.


Kevin keluar dari dalam mobilnya dan dia memasang wajah yang gagah agar Farah tidak memarahinya.


"hah! aku sudah sangat yakin kalau kamu yang ada didalam sana" kata Farah yang membenarkan dugaannya.


Farah tidak habis fikir bahwa Kevin akan mengikuti kemanapun dia pergi.


"bagaimana kau tau aku yang ada didalam sana?" tanya Kevin kebingungan.


"jelas aku tau hanya kau yang suka warna putih seperti itu, ditambah kau selalu parkir dimana tak jauh dari mobil yang ku kendarai terparkir, Kevin tidak bisakah kamu menjadi penguntit yang cerdas?" umpat Farah.


"jelas aku cerdas, aku bisa tau kemanapun kamu pergi" kata Kevin membela diri.


"bukan itu Kevin tapi...ah sudahlah yang jelas jangan pernah ikuti aku kemanapun aku pergi" kata Farah dengan tegas.


"aku akan terus menjadi penguntit mu kalau kau tidak mau mendengarkan penjelasan ku" kata Kevin merajuk.


"jangan seperti anak kecil Kevin! aku tidak mau berurusan dengan mu lagi!" Farah membalikkan badannya.


"aku akan selalu mengejarmu, semakin kau menjauh semakin aku lebih keras lagi berlari kearah mu" teriak Kevin dengan menaruh kedua tangannya mengapit bibirnya.


Farah membalikkan badannya sejenak dan mengepalkan tangannya lalu mengarahkannya ke Kevin sebagai tindakan dari sebuah ancaman.


Kevin tertawa melihat tingkah Farah yang kesal kepadanya, Kevin merasa puas bisa melihat Farah kembali mengoceh kepadanya, tidak seperti kemarin Farah hanya berkata sepatah dua patah saja saat Kevin berusaha meminta maaf.


Kevin masuk kembali kedalam mobilnya penuh senyum kebahagiaan.


"apa kita besok tetap mengganti jenis mobil pak?" tanya Ronal saat Kevin sudah duduk dikursi penumpang.

__ADS_1


"tidak perlu, sekarang kita akan secara terang-terangan mengikutinya" ujar Kevin sambil tertawa kecil.


__ADS_2