Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
satu kamar


__ADS_3

karena omma menginap dirumah mereka mau tak mau Kevin dan Farah pun harus tidur bersama dalam satu kamar.


kamar Farah lah yang menjadi tempat mereka tidur satu ruangan untuk pertama kalinya.


"kamu tidur disana" Farah menunjuk kearah sofa


"aku tidur disini?" tanya Kevin kesal.


"Iyah lantas kamu mau tidur dimana? dikasur bersama ku?" tanya Farah tak kalah kesal.


"iiih ogah" Kevin bergidik.


"aku pun tak Sudi tidur satu ranjang dengan mu" Farah juga menunjukkan sikap jijik nya.


mereka berdua pun akhirnya memejamkan mata tanpa ada berdebatan lagi, tubuh yang lelah membuat mereka harus menyerah untuk berdebat.


kukuruyuuuuuk


alarm pagi Farah berbunyi


"duuuh berisik banget siih" kesal Kevin yang mendengar suara alarm.


"bangun ini sudah pagi dan segera tinggalkan kamar ku" usir Farah pada Kevin.


"sssstttt" geram Kevin


"apa kamu mau marah? memang benar ini kamar ku" tegas Farah dengan wajah kejam


"Iyah Iyah, tapii gimana aku bisa mandi dan mengganti pakaian pasti omma pagi-pagi sudah bangun" bingung Kevin sambil menggaruk kepalanya.


"suruh saja bi sari yang ambikan pakaian mu dan kamu mandi dikamar mandi tamu" Farah langsung bicara ia tak mau disuruh Kevin mengambil pakaiannya lagi kekamar yang ditempati Santi


Kevin pun langsung turun dan menuju dapur untuk mencari bi sari namun sosok yang ia cari-cari tidak ada.


"biii,,, bi sari" teriak Kevin sambil mengelilingi dapur dan ruang cuci.


"iyaah tuan" terdengar bi sari menyahut dari arah ruang gosok.


kevinlangsung menghampiri bi sari dan ia melihat ada beberapa pakaiannya yang baru digosok bi sari.


"aku ambil pakaian ini, bi apa ada handuk bersih?" tanya Kevin


"ada tuan, sebentar saya ambilkan" bibi beranjak dari tempat duduknya.


"ini tuan" bi sari memberikan sehelai handuk kepada Kevin.


Kevin langsung bergegas menuju kamar mandi tamu.

__ADS_1


"tuan-tuan kenapa harus hidup seperti ini" bisik kecil bi sari yang hanya didengar olehnya.


di taman


"pagi omma" sapa Farah yang melihat ommanya sedang menikmati teh hangat kesukaannya.


"pagi Farah, dimana Kevin?" tanya omma


"lagi mandi omma" jawab Farah yang di lanjutkan dengan meneguk susu hangatnya.


"nyonya apa ada kamar mandi lain dirumah ini?" tanya supir yang tadi pagi mengantar baju untuk omma nya.


"ada dibawah didekat ruang tamu" ujar Farah.


"ada tuan Kevin didalam sedang mandi" jelasnya.


seketika Farah terdiam.


"Kevin?" tanya omma heran


"bukannya dikamar kalian ada kamar mandinya?" tanya omma


"ada omma tapi tadi pas Farah mandi Kevin juga mau mandi jadi dia mandi di kamar mandi tamu" jelas Farah dengan terbata-bata.


"sudah kamu ke kamar mandi dekat dapur saja mungkin kosong" perintah omma.


"kalian kan bisa mandi bersama" celetuk omma saat Kevin terlihat mau memasuki pintu yang menuju taman


seketika Farah dan Kevin langsung berkhayal tentang apa yang akan terjadi jika mereka satu kamar mandi.


khayalan Farah


"faraaah kamu sangat cantik" ujar Kevin


"Kevin kamu mau apa?" cegah Farah


"aku suami mu jadi aku bisa menikmati mu" ujar Kevin sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Farah.


"tidaaaak" Farah menjerit dan tersadar dari khayalannya.


khayalan Kevin


"keviiiin" Farah mendekatkan wajahnya ke wajah Kevin.


"Farah sadar kamu mau apa?" teriak Kevin


"aku mau kamu mencicipi ku dan menjadi milikku seutuhnya" ujar Farah dalam khayalan Kevin.

__ADS_1


"Farah kamu jangan gila, sadar Farah sadar laaah"


Kevin langsung berusaha menyadarkan dirinya dari khayalannya dan bergidik karena membayangkan hal yang tak akan pernah terjadi.


Kevin pun menghampiri omma dan Farah, ada gelagat yang canggung antara Kevin dan Farah akibat dari khayalan mereka berdua dan membuat Farah sedikit menggeser bangku yang ia duduki.


"Farah apa kamu benar-benar belum memutuskan untuk hamil?" tanya omma tanpa basa-basi lagi.


"be..belum omma" jawab Farah


"Kevin kenapa istri mu belum mau hamil? apa karena sikap mu yang kurang baik kepadanya?" tanya omma sambil melirik Kevin dengan pandangan tajam.


"omma Farah kan masih usia dua puluh empat tahun di tahun ini bahkan masih tiga bulan lagi Farah menginjak usia dua puluh empat tahun" Kevin bicara dengan sangat lembut agar tidak kena marah ommanya.


"alasan saja kamu, teman omma cucunya ada yang menikah muda lebih muda dari kalian dan dia sekarang sudah punya anak satu" cemberut omma kepada Kevin tanda protesnya terhadap cucu laki-laki semata wayangnya.


omma memiliki tiga orang anak dua wanita dan satu laki-laki ibu Kevin adalah anak bungsu dari ommanya dan semua cucu omma adalah perempuan hanya Kevin laki-laki satu-satunya sehingga ia lah yang menjadi salah satu pemegang saham di hotel yang di bangun oleh papa Farah.


"omma minta sebelum usia Farah menginjak dua puluh empat tahun dia sudah mengandung" perintah omma dengan tegas.


"tapi omma Farah kan baru kerja di hotel nanti kalau Farah hamil gimana kerjaan Farah" protes Farah dengan nada manja agar ommanya iba.


"kamu kan anak pemilik hotel apa masalahnya jika hamil, tidak akan ada yang akan memecat mu" omma kali ini benar-benar serius dengan ucapannya.


"sudah omma mau masuk kekamar dulu, kepala omma pusing jika berdebat dengan kalian" omma berdiri dan langsung berjalan menuju kamar tamu.


"omma Kevin bantu ya kekamarnya" Kevin memegang tangan ommanya.


"enggak usah, lebih baik kamu cari cara agar Farah dapat menerima mu dan mau mengandung anak mu" omma langsung menepis tangan Kevin.


Farah menjadi kikuk apalagi nanti alasan yang harus mereka berikan.


"tapi omma benar jika aku terus menunda kehamilan bagaimana bisa mempertahankan rumah tangga ini" Farah berfikir sejenak


"tapi enggak, aku enggak boleh goyah Kevin harus mencintaiku dulu dan begitu pula aku, aku enggak mau melakukannya tanpa rasa cinta" Farah kembali bergumam dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya.


"heh ngapain geleng-geleng kepala, jangan bilang lagi mikir untuk hamil" kata-kata Kevin membuat Farah sadar dari lamunannya.


"apaan sih kalo aku mau hamil, aku usir dulu benalu itu dari rumah ini" seprot Farah dan langsung berjalan kesal.


"yeeey jangan ngarep" Kevin berteriak.


Farah berada didalam kamarnya dan memandangi foto pernikahannya dengan Kevin yang ia sembunyikan di dalam lemarinya.


"Vin kapan kamu mau sadar kalau kamu harus mempertahankan pernikahan kita ini, karena kalau kita bercerai pasti akan membuat semua orang kecewa, sampai kapan aku harus bertahan menghadapi ini semua" Farah berbicara kecil kepada foto yang ia sedang pandangi, tak terasa air mata menetes di pipinya.


"far, pokoknya Lo harus terus pertahankan rumah tangga Lo demi orang yang lo sayang " Farah berkata dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2