
Farah sudah semakin membaik dan ia sudah tidak mengalami kehausan lagi seperti kemarin-kemarin.
"Bu Farah sudah boleh pulang tapi dirumah harus dijaga dan lebih diperhatikan lagi" pesan dokter kepada Kevin.
"baik dokter" Kevin menjawab dengan singkat.
Farah dan Kevin pulang kerumah dengan mobil yang dikendarai oleh supir Kevin.
"selamat datang" sambut orang tua Kevin dan beberapa pembantu Kevin.
"mama, papa" Farah terharu dengan suasana dirumah.
Ratih memeluk perempuan yang sangat ia sayangi yaitu Farah menantunya.
diantara orang-orang yang menyambut Farah ada Santi disana yang ikut menyambut Farah dengan pakaian layaknya seorang asisten.
Santi memandangi Farah dengan tatapan sinisnya, Santi terlihat sangat tidak suka saat Kevin terus menempel dengan farah.
Farah diantar oleh kevin masuk ke kamarnya, karena kedua orang tua kevin kembali menginap dirumah maka kevin terpaksa kembali tidur dengan farah.
"santi kamu boleh pulang" ratis menyuruh santi untuk pulang.
Mereka tidak ada yang tahu kalau santi tinggal bersama kevin dan setiap mereka menginap jika hanya semalam santi hanya berada dikamarnya.
"santi untuk beberapa hari ini mungkin kamu tidak usah kerumah dulu" lanjut atma jaya seakan mengusir santi.
Kevin mendengar percakapan orang tuanya kepada santi.
Cling ponsel santi berbunyi.
"aku sudah menyiapkan appartemen untuk mu, ditempat kemarin kamu menginap" kevin mengirim pesan kepada santi.
Santi mulai kesal lagi-lagi ia harus tersingkirkan dari rumah kevin.
Santi berpamitan kepada kedua orang tua kevin dan pergi meninggalkan rumah kevin.
Farah dan kevin didalam satu kamar.
"haus nih"kata farah sambil memegang tenggorokannya.
Kevin langsung buru-buru mengabilkan farah air minum.
"makasiiiih" kata farah dengan senyum penuh makna kepada kevin.
Farah sebenarnya tidak terlalu haus namun ia tahu jika tidak membuat kevin sibuk kevin akan menghubungi santi.
"sekali lagi maaf kan aku vin" lagi-lagi farah meminta maaf kepada kevin didalam hatinya.
Sebenarnya farah juga tidak yakin kalau dirinya bisa mencintai kevin tapi jika ia tak mencoba membuat dirinya mencintai kevin dan kevin juga mencintainya ia tak akan pernah tahu hasilnya seperti apa.
"kamu enggak laper?" tanya farah pada kevin.
"laper sih tapi bingung mau makan apa" jawab kevin sambil berfikir.
"bisa antar aku kedapur?" tanya farah lagi
"mau apa?" tanya kevin
"antar saja jangan banyak tanya" farah bangun dari tempat tidurnya dan ditemani kevin ke dapur kecil di lantai dua.
__ADS_1
farah mengeluarkan beberapa bahan masakan dan mulai memasak.
"kamu mau masak?" tanya kevin
"iyah"jawab farah singkat
"kenapa enggak suruh bi sari ajah sih ribet banget" kata kevin sambil memperhatikan farah
Farah tidak membalas perkataan kevin, ia melanjutkan memasak dan setelah matang farah menatanya dipiring jadilah kwetiaw seafood dua porsi.
"nih makan" farah menyodorkan satu piring kwetiaw seafood goreng buatannya.
"buat aku" kevin menunjuk dirinya sendiri.
farah mengangguk dan kembali menyodorkan piring berisi masakannya dan kevin menerima nya.
"hmm enak" puji kevin tentang rasa masakan farah
"enak dong itu menu andalan aku dan sebagai rasa terimakasih ku karena kamu udah temenin aku selama dirumah sakit" tutur farah dan membuat kevin tersipu.
Baru kali ini arah membuatkannya masakan spesial andalannya biasanya setiap hari ia hanya makan masakan bi sari dan sesekali makan masakan farah itu pun menu biasa saja.
hari ini farah kembali bisa menguasai kevin dan menyibukkan kevin agar sedikit demi sedikit melupakan santi.
Kevin yang sejak pagi sudah mulai sibuk dan berencana pergi kekantor nya.
"Farah aku pergi dulu kekantor" kata Kevin
"baiklah" kata Farah
Kevin langsung bergegas pergi menuju kantornya dengan mengendarai mobilnya sendiri.
"pak Kevin tumben enggak kamu supirin" tanya satpam pada supir Kevin.
Farah memperhatikan Kevin dari jendela kamar tidurnya.
"hmm rupanya kamu mau menemui Santi" kata Farah
Farah mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
setibanya Kevin di apartemen yang ia sewa untuk Santi
Kevin berjalan menyusuri lorong menuju kamar Santi, kamar demi kamar ia lewati dengan hati-hati agar tidak ada yang mengenalinya.
"eh tau enggak cewek baru yang nginep di depan kamar apartemen kita nomor 133? semalam aku lihat dia di club bersama pria bermesraan" ujar seseorang saat Kevin dengannya hampir berpapasan.
Kevin berhenti melangkah sejenak dan kembali melanjutkan langkahnya ketika kedua pria tersebut menghilang dari pandangannya.
"kamar 133 bukannya itu kamar yang aku sewakan untuk Santi, apa Santi mulai menyentuh alkohol lagi?" tanya Kevin dalam hatinya
Kevin mengetuk pintu kamar Santi namun tak ada jawaban, ia kembali mengetuknya dan tak ada jawaban yang ia dapati.
"mas bisa tolong bukakan pintu kamar ini soalnya adik saya tidak membukakan pintu saya takut terjadi sesuatu kepadanya" kata Kevin ketika melihat seorang pelayan lewat.
"tunggu sebentar pak saya ambilkan dulu kunci cadangannya di resepsionis" ujar pelayan tersebut.
sudah sepuluh menit Kevin menunggu pelayan tadi membawakan kunci kamar Santi tapi belum juga datang.
"maaf pak agak lama" kata pelayan yang datang setelah Kevin merasa kesal.
__ADS_1
dibukanya pintu oleh pelayan tadi dan Kevin masuk kedalam ditemani oleh pelayan apartemen.
"Santi...Santi" Kevin mencari Santi kesetiap ruangan.
apartemen berukuran singel room yang tidak terlalu luas yang Santi tempati kosong tak berpenghuni, Kevin melihat tas baju yang sepertinya belum dirapihkan oleh Santi, Kevin menghubungi Santi namun tidak kunjung diangkat.
"pak apa penghuni kamar ini pergi keluar?" tanya Kevin
"maaf pak saya tidak tahu mungkin bapak bisa tanyakan ke resepsionis untuk melihat rekaman cctv.
Kevin terdiam dan berfikir.
"baik kalo begitu terimakasih atas bantuannya" Kevin menutup pintu kamar Santi dan pergi diikuti seorang pelayan tadi menuju lantai dasar.
Kevin hendak menghampiri seorang resepsionis namun ia ragu, jika ia bertanya tentang Santi semua orang akan menaruh curiga.
Kevin akhirnya memutuskan untuk pergi kekantornya dan menunggu Santi menghubunginya.
setibanya di kantor Kevin langsung menuju ruang kerjanya didapatinya Ronal sedang menunggunya di dalam ruang kerja.
"pagi pak" sapa Ronal
"pagi" Kevin menyapa Ronal tanpa melihat kearahnya.
"pak ini ada beberapa berkas yang harus ditanda tangani" Ronal memberikan tumpukan dokumen yang dibawanya kepada Kevin.
"simpan dimeja saya dan kamu bisa keluar" kata Kevin
"baik pak" Ronal keluar ruangan Kevin
Kevin mulai melakukan aktivitas seperti biasanya, ia buka dan pelajari satu persatu dokumen yang dibawa oleh Ronal.
brak sebuah dokumen tak sengaja tersenggol siku Kevin yang sedang terburu-buru mengerjakan kerjaannya.
Kevin yang sadar dokumennya terjatuh langsung menunduk untuk mengambil dokumen tersebut.
"foto siapa ini" Kevin mengambil sebuah foto yang ada diantara selipan dokumen yang jatuh tadi, dilihatnya dengan seksama foto tersebut.
"Santi" Kevin terkejut melihat foto Santi sedang bermesraan dengan seorang pria di club, walau foto tersebut diambil didalam club' yang suasanya gelap Kevin tetap bisa mengenali wajah Santi, hati Kevin mulai terbakar.
"siapa yang menaruh foto ini dimeja kerjaku" marah Kevin.
.
.
.
.
.
hai aku mau promoin novel teman:
Sinopsis :
Namanya Sassya Bellvara. Di masa lalunya ia hidup layaknya seorang putri yang bisa mendapatkan segala sesuatu dengan mudah. Namun karena penghinatannya dan ibunya pada keluarga William di masa lalunya membuat kehidupan serba mewah yang dulu mudah ia dapatkan,kini tidak lagi ia rasakan.
Kondisi perekonomian mereka kian sulit,sampai dimana Sassya kembali terlibat masalah dengan seorang pengusaha bernama Sky Aska Ghatama. permasalahan mereka membuat Sassya terjebak dalam pernikahan kontrak.
__ADS_1
Bagaimanakah kehidupan Sassya setelah dinikahi oleh Aska? Akankah pernikahan mereka yang di dasari kepentingan masing-masing membuahkan hasil? Ataukah mungkin pernikahan mereka akan berakhir dengan perceraian setelah kontrak mereka selesai?