
pernikahan bukanlah hal yang mudah, diantara pernikahan bukan hanya dua orang yang menjadi satu namun juga dua keluarga yang menjadi satu, dalam pernikahan Farah dan Kevin kedua keluarga menjadi satu sudahlah terpenuhi, namun dia orang yang menjadi satu belum lah terpenuhi, entah ramalan yang diagung-agungkan sebelum pernikahan terjadi akan menjadi kenyataan atau akan menjadi awal tanda perpisahan mereka.
Kevin memandang foto pernikahannya dengan Farah, wajahnya yang kusut karena semalaman tidak tidur memikirkan pernikahannya yang tanpa dilandasi rasa cinta dari kedua mempelai pengantin.
"andai sejak awal aku tahu akan dijodohkan oleh mu, mungkin aku takkan mengenal Santi, aku tidak akan tergila-gila kepadanya, namun sayangnya semua diatur setelah aku mengenal dan jatuh hati dengan Santi"
kevin memang sejak awal belum memiliki pacar dan dia bertemu Santi pun karena ketidak sengajaan, entah apa yang membuatnya jatuh hati yang jelas saat itu Santi memberikan sentuhan pertama kepada Kevin yang membuatnya menjadi mabuk kepayang, Kevin saat itu menjadi pasrah dan saat itu lah seakan dia terbius oleh permainan Santi diatas ranjang.
"aku tidak tau apa aku benar-benar mencintai Santi saat itu atau aku terpenjara dalam rasa yang selama ini ingin selalu ku nikmati" ujar Kevin.
*****
Farah duduk di rooftop kamarnya, dia memandangi bintang-bintang yang bertaburan di langit dan sinar bulan yang menerangi malam.
"Tuhan, tuntun hati ku kedalam jalanmu, jalan yang kau kehendaki, jalan yang kau restui, jalan yang menurut kau itu adalah yang terbaik untuk hidupku" Farah terus memandang langit malam.
Farah merasa dirinya tidak beruntung karena dia selalu saja mengalami hal buruk tentang percintaan. Farah berusaha melupakan Kevin dan membuka hati untuk Hans, namun entah mengapa ternyata dia harus menghadapi kenyataan yang pahit lagi. Farah harus berhadapan dengan wanita lain lagi yang mencintai dan merupakan sosok yang akan menjadi tunangan Hans.
"apa aku harus mengikhlaskan keduanya? aku harus lari kemana lagi agar tidak bertemu dengan kedua pria itu" Farah merasa dirinya harus lari dari kenyataan ini.
"haaah, aku tidur saja lah, memikirkan mereka dan nasib percintaan ku membuat otak ini sedikit tidak waras dan hati ini menjadi sesak, mata ku pun menjadi lelah"
Farah berjalan memasuki kamar tidurnya dan mengunci pintu yang mengarah ke rooftop.
__ADS_1
merebahkan tubuh ke kasur dan memeluk guling erat membuat Farah sedikit merasa ringan, dia mulai memejamkan matanya dan tidur dengan lelapnya.
*****
Hans berjalan masuk kedalam rumah Anelis, Anelis tinggal sendiri dirumah yang cukup besar yang berada dalam satu komplek dengan rumah keluarga Hans.
"Anelis, dimana kamu?" teriak Hans dengan sangat keras.
Anelis melihat kearah lantai bawah dan ternyata Hans berada disana, dia segera menuruni tangga rumahnya dan menghampiri Hans yang sedang berdiri di tengah-tengah dalam rumahnya.
"Anelis! kenapa kamu menganggu Farah? kamu melakukan hal apa sampai dia merasa kecewa dengan ku?" tanya Hans sambil menggenggam tangan Anelis.
"Hans sakit" jerit Anelis yang merintih kesakitan.
"jawab dulu pertanyaan ku!" teriak Hans tepat di depan wajah Anelis sampai Anelis memejamkan mata ketakutan.
"Hans, lepaskan aku dulu, aku mau menjawab pertanyaan mu, tapi tanganku sakit"
Hans melepaskan cengkeramannya dari tangan Anelis, dan Anelis melihat tangannya kemerahan akibat terlalu kencangnya Hans mencengkram.
"katakan sekarang!" kata Hans.
"aku hanya bilang jangan ganggu kamu lagi karena kamu sudah menjadi tunangaki, lalu dia tidak percaya, dia kesal dan dia mendorong ku hingga jatuh, Farah juga bilang kalau dia hanya ingin memanfaatkan mu agar restorannya semakin maju!" kata Anelis.
__ADS_1
"hah, Farah mengatakan itu semua? kamu yakin? atau kamu yang mengatakan itu semua kepada Farah?" ujar Hans.
"Hans percayalah kepada ku sekali ini saja, wanita itu bukan tipe wanita yang baik! dia hanya memanfaatkan mu" teriak Anelis yang sedang playing fictim dihadapan Hans.
Anelis sama sekali tidak mengetahui jika Handan Farah bukan baru saja bertemu saat di Singapura jadi ketidak tahuannya sama saja menggali kuburannya sendiri.
"kamu dengar Anelis, aku mengenal Farah bukan sehari dua hari, sebulan dua bulan atau setahun dua tahun, aku mengenalnya sebelum mengenal mu, dan aku mencintainya saat tau jika ternyata sosok wanita yang aku cari ada semua di dalam kepribadian Farah! jadi sangat lah salah langkah jika kamu menjelek-jelekkan dia dihadapan ku!"
Hans berbalik badan dan berjalan meninggalkan Anelis yang terdiam mendengar semua ucapan dari Hans.
tangan Anelis gemetaran karena ternyata Hans lebih mengenal Farah dan Hans ternyata sangat menyukai Farah.
"Hans, aku tetap tidak akan melepaskan mu, semakin kamu berusaha mendekatinya, semakin aku berusaha akan mencelakainya!" Anelis menyeka air mata nya dengan jari telunjuknya.
.
.
.
.
teman-teman ramaikan juga novel kedua ku yang berjudul
__ADS_1
perawat Istriku menjadi Istriku