Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Kencan romantis by kevin


__ADS_3

malam terasa sangat cepat bagi Farah dan terasa sangat lambat bagi Kevin yang tidak sabar menunggu matahari terbit.


Farah bangun dari tidurnya dan bersandar di headboard. tubuhnya belum seratus persen sadarkan diri dia masih lemas.


"kenapa pagi datang begitu cepat!" kata Farah yang merasa matahari terlalu cepat menyinari bumi.


"aaah, rasanya ingin ku putar waktu untukku agar bisa menikmati tidurku" Farah memejamkan matanya dan kembali membukanya berharap malam kembali.


kriiing Kriiiing


"siapa yang telepon pagi-pagi?" keluh Farah.


ponsel diraihnya dan dilihatnya Kevin yang menghubunginya.


"sepagi ini sudah telepon aku? ah benar-benar orang ini!" kesal Farah.


"hallo!" katanya sambil kesal.


"maaf aku menghubungi sepagi ini, aku hanya ingin mengingatkan kalau hari ini kita akan berkencan" kata Kevin.


"aku ingat! aku belum menjadi seorang nenek-nenek yang pikun diusianya!"


Farah menutup teleponnya sangking kesal.


"ahh, merepotkan sekali!" Farah menyingkirkan selimut yang melekat di kakinya dan menuruni kasur.


******


"sedang apa dia pagi ini?" tanya Hans yang tiba-tiba penasaran dengan kegiatan Farah.


"aku ingin menghubunginya tapi ini masih terlalu pagi" kata Hans sambil melihat jam yang ada di tangannya.


mencintai seseorang terkadang membuatmu menjadi kehilangan akal sehat, mencintai terkadang membuatmu menjadi seseorang yang serakah, mencintai membuatmu selalu merindu, mencintai membuat mu terkadang tak menjadi dirimu sendiri.


Hans mengalami itu semua, disaat dia mendapatkan kesempatan untuk berada disisi Farah, membuatnya menjadi orang yang serakah, tidak sabar, dan ingin selalu bersamanya.


tetapi kini Hans mengerti mencintai juga butuh kesabaran, mencintai butuh dua orang yang saling jatuh cinta agar kisahnya menjadi indah.


*****


jam menunjukkan jam sembilan pagi, Farah siap untuk pergi kencan dengan Kevin, dia menunggu Kevin dirumahnya.


tin tin


suara klakson mobil terdengar.


"kamu sudah dijemput" kata Sofia sambil memandang adik iparnya.


"Iyah ka, dia datang sesuai prediksiku, pria itu sangat tidak sabaran, dia bahkan datang satu jam lebih awal!" kata Farah sambil mencibir, mereka menyepakati jam sepuluh pagi bertemu tapi ternyata Kevin datang lebih awal.

__ADS_1


"jangan begitu, itu tandanya dia disiplin dan dia bukan tipe orang yang membuat orang lain menunggu, benarkan?" ujar Sofia.


"ya, kakak benar" kata Farah


"aku pergi dulu" sambungnya.


"hati-hati" kata Sofia dan mengintip dari jendela, melihat Farah yang masuk kedalam mobil Kevin.


*****


"terlalu cepat satu jam!" kata Farah.


"maafkan aku, aku terlalu bersemangat!" kata Kevin yang mengajari Farah sedang kesal kepadanya.


"kita mau kemana?" tanya Farah kemudian.


"aku sudah menyiapkan tempat untuk kita berkencan" kata Kevin tanpa memberitahukan dimana lokasinya.


mobil Kevin melesat dengan cepat, dia mengarahkan mobilnya menuju suatu tempat yang sudah dia rencanakan.


Kevin dan Farah berhenti di sebuh tempat, Singapure flayer menjadi salah satu ikon Singapore yang terkenal, disana menjadi tempat yang tepat untuk mendapatkan momen romantis bersama kekasih.


"waaaow indah sekali" Farah mengagumi tempat ini.


"ini baru tampak depan yang kau lihat!" kata Kevin


"aku tidak menyangka kamu tau tempat ini!" kata Farah.


Farah memandang kearah Kevin dan menaikan satu alisnya.


"hah, terlalu sombong" celetuk Farah dengan sedikit menertawakan kesombongan Kevin.


"ya, begitulah caraku memikat hati para wanita!"


"pantas saja kau mendapatkan wanita itu, ternyata karena caramu yang norak itu!" Farah mengolok-olok Kevin.


"kau fikir hanya dia pacarku?!"


"ya... ya ... ya, aku percaya pacarmu banyak, sangking banyaknya sampai kau hanya terjerat dengan cintanya!" lagi-lagi Farah mengatakan hal yang hampir membuat kesabaran Kevin menipis.


"sudah, kenapa jadi ngomongin dia sih!" kesal Kevin seketika.


kini Kevin merajuk, tak mau diejek sedikitpun oleh Farah dan membuat Farah menjadi tertawa terbahak-bahak.


"hahahahhahaah... aku baru tau, seorang Kevin akan merajuk seperti ini!" umpatnya.


"sudahlah, lebih baik aku tinggal kau disini saja" Kevin berjalan lurus hampir meninggalkan Farah yang masih menertawainya.


"tunggu!" teriak Farah sambil mengejar Kevin dengan perut yang masih sakit akibat tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


mereka masuk kedalam sebuah kapsul besar yang terbuat dari kaca, disana terdapat 28 kapsul dan bisa menikmati pemandangan yang menakjubkan.


"kita makan siang dulu, setelah itu lanjutkan keliling, disini saat sore hari akan lebih indah pemandangannya" papar Kevin.


"benarkah? aku akan menantikannya" kata Farah sambil terus mengamati sekeliling.


mata Farah kini dimanjakan dengan hidangan yang lezat yang telah tersedia diatas meja mereka.


"hmm... enak" respon Farah saat ******* daging steak miliknya.


"ini hidangan terfavorit disini!"


Farah dan Kevin menikmati makan siang mereka dengan ditemani pemandangan yang sangat indah.


"senang melihatmu bisa terus tersenyum seperti ini, semoga momen ini akan terus terulang bersamamu!" batin Kevin sambil melihat Farah yang bahagia.


******


"Bu farah tidak datang?" tanya Hans kepada Maria.


"hmmm,,, katanya hari ini dia ada acara mendadak jadi tidak bisa datang!" jelas Maria.


"mendadak sekali" kata Hans sambil memegang dagunya.


"Iyah, sangat mendadak" kata Maria yang mengikuti perkataan Hans.


"kalau begitu, saya pergi dulu, masih ada satu urusan yang belum selesai"


Hans meninggalkan restoran, dia berencana akan mengajak Farah pergi makan siang karena ada sedikit waktu luang hari ini, tapi ternyata Farah sedang tidak ada ditempat.


*******


"lihat indah bukan pemandangannya, disana..." Kevin menunjuk kearah yang dia maksud.


"indah sekali" Farah semakin mengagumi keindahan yang dia lihat dari ketinggian seratus enam puluh lima meter.


sebuah kapsul ini sebenarnya adalah bianglala yang berukuran besar.


makan siang mereka menjadi sangat romantis disana sesuai dengan keinginan Kevin.


"Farah, jika kamu sudah menentukan pilihan jangan pernah takut untuk mengatakannya kepadaku, entah nanti aku akan diterima atau tidak, aku berjanji akan menerima semua keputusanmu" kata Kevin tiba-tiba membuat suasana menjadi sedikit menyentuk kalbu.


"saat ini aku belum menentukannya, jika nanti sudah ku putuskan, aku pasti akan memberitahukan dirimu" janji Farah.


"jika aku tidak bisa lagi menjadi suamimu, izinkan aku menjadi temanmu" kata Kevin sambil menggenggam tangan kanan Farah.


Farah melihat genggaman erat tangan Kevin, terasa nyata baginya saat ini.


"kenapa tidak sejak dulu semua ini terjadi, mungkin kita tida akan mengalami takdir buruk ini!" batinnya.

__ADS_1


semua penyesalan dalam hidup selalu datang diakhir waktu, semua penyesalan yang datang itu tidak akan pernah bisa membuat kita memutar waktu, tapi kedatangannya itu mampu membuat kita mendapat pembelajaran dalam kehidupan, kedatangannya bertujuan agar kita bisa menata hati, pikiran dan jalan hidup yang lebih baik.


"saat aku memutuskan semuanya, aku tidak mau lagi ada kata penyesalan, aku tidak mau lagi penyesalan itu hadir, akan ku kubur dalam-dalam rasa penyesalan itu!" batin Farah.


__ADS_2