Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
keterpurukan kevin


__ADS_3

Kevin seharian bekerja di kantor begitu juga dengan Farah, setelah jam pulang kerja Farah langsung pulang.


"bi, Kevin belum pulang?" tanya Farah.


"belom nyonya"


"kemana dia jam segini belum juga sampai dirumah?" tanya Farah


"coba ditelepon saja pak Ronal Bu" saran bi sari.


Farah mengikuti saran bi sari lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Ronal asisten pribadi Kevin.


"hallo Ronal"


"hallo Bu"


"pak Kevin masih dikantor?" tanya Farah.


"pak Kevin sudah pulang sejak sore Bu, sekitar jam lima, apa pak Kevin belum sampai?" tanya Ronal


"belum, ya sudah kamu cari Kevin dan hubungi saya jika sudah ketemu, saya akan mencari nya ke appartemen Santi" Farah menutup teleponnya.


"bi, saya pergi dulu"


"hati-hati nyonya" bi sari tampak khawatir, ia takut majikannya kembali kepada wanita mur*han itu.


Farah menginjak pedal gas mobilnya dan menuju ke appartemen yang dihuni Santi.


"haduuuh paak keviin kemana sih, bikin repot ajah deh" gerutu Ronal didalam mobilnya.


Ronal mencari bossnya ketempat yang biasa didatangi jika Kevin sedang ada masalah, Ronal mencari ke cafe tidak ada, ketaman tidak ada, lalu ia berencana ketempat sahabat Kevin sebuah club besar yang biasa didatangi para pengusaha muda maupun tua dan para artis kelas atas.

__ADS_1


Ronal menghentikan mobilnya lalu ia memarkir mobil di depan club ia lihat ada mobil Kevin disana.


"benar saja dugaan ku, bos ada disini" guman Ronal.


Ronal turun dari mobil dengan langkah yang bergaya ia menyapu rambutnya bak model yang akan berjalan di catwalk dan memberikan kunci mobil kepada penjaga untuk memarkirkan mobilnya, Ronal adalah salah satu member disana karena Kevin mendaftarkanya sebagai anggota member club' The Biggest.


Ronal mengeluarkan kartu akses dan memperlihatkan kepada penjaga, setelah kartu di scan Ronal langsung masuk untuk mencari boss nya, Ronal celingak celinguk keberbagai arah dan memperhatikan setiap orang yang ia lihat guna mencari wajah bosnya.


Ronal melihat kearah bar dan ia sepertinya tahu dimana bossnya berada.


"hallo Bu, pak Kevin ada di club the biggest dan sepertinya ia mabuk" Ronal menghubungi Farah sesuai dengan amanah Farah.


Farah yang tadinya hendak memarkirkan mobilnya dan mencari Kevin ke kamar Santi, ia urungkan dan Farah kembali menginjak pedal gas mobilnya menuju club' the biggest.


"pak Kevin... pak Kevin" panggil Ronal namun Kevin tak mendengarnya.


"aku yakin kau sudah mabuk keviiin" hardik Ronal saat bossnya sedang mabuk, Ronal selalu mengumpat ketika bossnya sedang mabuk karena hanya disaat itu lah ia bisa mengutarakan isi hatinya.


Ronal mengambil gelas minuman yang ada diatas meja bar dan benar saja Kevin langsung bereaksi.


"pak sadarlah, jangan membuat kekacauan lagi, sudah cukup masalah yang kau buat" kesal Ronal.


"apa maksud mu? siapa kamu?" Kevin menunjuk kearah Ronal dengan wajah yang sangat mabuk.


Kevin kadang tertawa, marah, menangis, Ronal menjadi iba ketika melihat bossnya menangis.


"😭kenapa aku jadi begini, dikhianati, dan orang tuaku marah pada ku" Isak tangis Kevin menusuk hati Ronal.


"boss, insaflah dan terimalah Bu Farah yang sangat baik itu, jangan sia-siakan bidadari yang ada dihadapanmu" kata Ronal memberi saran.


Farah tiba di depan club dan ia ingin masuk kedalam namun ditahan penjaga karena Farah tidak menunjukkan kartu akses masuk.

__ADS_1


"lepaskan saya" kata Farah


"maaf nona anda tidak bisa masuk sebelum menunjukkan kartu member club'" tahan seorang penjaga.


"aku akan membayarnya tapi izin kan aku untuk masuk dulu" kata Farah memaksa.


"maaf untuk masuk semua harus sesuai prosedur, masuk dengan scan kartu member, jika tidak ada silahkan mendaftar terlebih dahulu dan kembali besok untuk mengambil kartu member dan masuk kedalam club'" kata penjaga


"aku harus masuk kedalam untuk menemui suamiku, dia mabuk berat didalam" teriak Farah sehingga membuat beberapa orang menoleh kearahnya.


"begini saja Bu, saya akan panggilkan atau bawa suami ibu keluar, ibu tunggu saja disini" kata penjaga yang kemudian masuk kedalam.


tak lama penjaga itu keluar bersama Kevin dan Ronal.


"Ronal, biar aku yang membawanya, kamu kembalilah kerumah mu, terimakasih sudah menghubungi ku" Farah memapah Kevin yang masih setengah sadar.


cekrek cekrek sebuah kamera mengambil gambar.


"Santi kamu telah mengkhianatiku"


"Farah maafkan aku, kamu istri yang baik Farah, maafkan aku Farah" kevin terus meminta maaf kepada Farah saat ia mabuk berat.


"Kevin ayolah bangkit jangan seperti ini, aku butuh kerjasama kita untuk mempertahankan rumah tangga kita" kata Farah saat sampai didalam mobilnya.


Farah mengendarai mobilnya untuk pulang kerumah.


.


.


.

__ADS_1


.hai hai karena ada beberapa yang minta up jadi hari ini ku akan up 2 bab, tunggu 1bab selanjutnya yaaa...terus dukung, like, tap favorit dan kasih vote... terimakasih...


kamsahamnida...


__ADS_2