Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Menghadapi bukan menghindari


__ADS_3

pagi begitu indah, matahari menyinari dunia ini memberikan kehangatan, memberikan semangat baru kepada setiap insan yang sedang berjuang.


pagi ini Farah sudah bersiap menghadapi Kevin atau Hans bahkan Anelis yang menyangka Farah menggoda Hans.


Farah menyiapkan metalnya semalaman sesuai nasihat yang diberikan oleh kakak iparnya, dia benar-benar siap, benar-benar tidak akan menghindar lagi atau lari dari kenyataan buruh kisah cintanya.


"selamat pagi semuanya" Farah menyapa setiap anggota keluarga yang sedang menunggunya untuk sarapan pagi bersama seperti biasanya.


Farah menuruni tangga dengan sangat bersemangat dan wajahnya sangat sumringah.


"kayaknya hari ini happy banget sih?" tanya kakak iparnya.


"Iyah dong kak, aku siap menghadapinya sesuai nasihat kakak" senyum Farah sambil mengerlingkan matanya kearah kakak iparnya.


"siap menghadapi apa?" tanya Michael yang tak mengerti maksud perkataan dua wanita yang disayanginya.


"ada deeeh" kata istri Michael


"ini tentang Kevin?" celetuk Michael yang kemudian di sikut oleh istrinya agar diam.


Farah tersenyum tak menggubris celetuk kan kakaknya.


selesai sarapan pagi Farah seperti biasa akan pergi ke restoran setelah kemarin seharian bermalas-malasan dirumah dan Michael mengurus perusahaan keluarga Williams yang di bangun bersama dengan keluarga Praga.


"kakak berharap kamu tidak kembali dengan Kevin!" kata Michael kepada Farah saat berada diteras depan sambil menunggu supir mereka membawa mobil.


"tenang kak, bukan kah papa sudah pernah bilang jodoh tidak akan pernah kemana? kalau memang dia jodohku atau bukan yang penting aku menghadapinya bukan menghindarinya" kata Farah yang kemudian melambaikan tangannya untuk sedikit meledek kakaknya.


Farah masuk kedalam mobilnya dan pergi menuju restoran bersama dengan sang supir.


"sepertinya Bu Farah sedang bahagia" kata supir Farah.


"Iyah pak, saya sedang bersemangat sekali" senyum Farah dan menikmati perjalanannya menuju restoran.


*****


"Ronal ayo cepat nanti kita bisa kehilangan jejak Farah" kata Kevin kepada Ronal yang sedang menyupir.


"baik pak, lagi pula hari ini kan bu Farah ke restoran jadi kemungkinan akan di restoran seharian ini" kata Ronal yang sedikit ngeyel.


"sudah sudah fokus saja menyetir" kesal Kevin.


Kevin dan Ronal tidak lama sampai di parkiran restoran, sesampainya mereka disana melihat Hans yang juga baru sampai ke restoran.

__ADS_1


"si Hans lagi, kenapa dia sering sekali kemari" kata Kevin.


"menurut informasi pak Hans membantu Bu Farah untuk mengelola restoran agar kembali maju" jelas Ronal.


"aku juga bisa jika hanya mengelola restoran saja, bahkan aku bisa mengelola perusahaan!" sombong Kevin.


"tapi menurut informasi yang saya dapatkan juga kakak Bu Farah menjodohkan mereka berdua agar bisa sampai ke pelaminan"


"apa?!" teriak Kevin terkejut sekaligus tidak terima Farah akan menikah dengan Hans.


"sabar pak, itu kan hanya rencana tapi belum tentu akan terjadi" ujar Ronal sambil gugup.


"tentu saja itu tidak akan pernah terjadi karena aku yang harus tetap berada disisi Farah" Kevin berkata sambil merapihkan dasinya.


"dulu saja disia-siakan, sekarang ajah dikejar mati-matian, dasar pria aneh tidak punya pendirian" maki Ronal didalam hatinya.


Ronal memang sangat tidak suka dengan Santi sejak awal bahkan dia sudah menaruh curiga kepada wanita itu namun dia tidak bisa berbuat apa-apa saat itu karena saat itu Kevin menyukai Santi melebihi apapun, dan saat Farah meminta bantuannya dia sangat senang karena ada orang yang sepemikiran dengannya, akhirnya mereka berhasil menyingkirkan Santi.


"pak, lihat itu sepertinya Bu Farah akan pergi dengan pak Hans" kata Ronal menunjuk mobil Hans yang sudah terparkir di depan restoran.


"benar, bersiap Ronal ikuti mereka" seru Kevin.


Ronal mulai menginjak pedal gas mobil dan mengikuti mobil Hans dari belakang.


mobil Hans berhenti disebuah tempat yang sepertinya adalah resort dan disana tertulis Resort Bakoste yang berarti milik keluarga William juga.


"ini resort milik keluarga William yang juga dikelola oleh Bu Farah dan dibantu oleh pak Hans, infonya resort sedang dalam tahap renovasi" jelas Ronal.


"lagi-lagi si Hans!" kesal Kevin.


******


Hans dan Farah masuk kedalam resort, mereka mengecek keadaan resort yang dalam tahap renovasi.


"renovasinya sudah berjalan sekitar dua puluh lima persen" seorang pemuda yang bekerja di bidang jasa kontraktor dan interior yang di tunjuk oleh Farah untuk merenovasi resort milik keluarganya.


"baru dua puluh lima persen namun sudah terlihat gambarannya, saya yakin pasti akan menjadi lebih bagus dari resort yang lama" kata Farah mengagumi cara kerja anak muda yang kira-kira usianya lima tahun dibawahnya.


"kita lihat kebelakang" kata Hans


mereka berdua berjalan kearah belakang untuk melihat tempat yang nantinya kan dijadikan sebuah taman yang indah.


Farah berjalan didepan Hans dan Hans mengikutinya dari belakang, Hans melihat sepertinya akan ada kayu yang jatuh dan Farah tepat berjalan di bawahnya.

__ADS_1


Hans langsung berlarian.


"awaas" teriak Hans yang saat itu tepat menolong Farah.


Hans kini tangannya tertimpa balok kayu dan Farah terkejut melihat hal itu, Farah langsung menyingkirkan balok kayu yang jatuh diatas tangan Hans.


Farah menangis melihat tangan Hans yang terluka karena menolongnya.


"kak, ayo kita kedepan saja, aku akan mengobatinya"


Hans berjalan sambil memegangi tangannya yang terasa perih namun dia lega Farah tidak terluka sedikitpun.


Farah dan Hans duduk disebuah bangku yang berada di dalam resort.


"pak Hans, ada apa ini?" tanya pemuda tadi.


dia melihat tangan Hans yang terluka dan sedikit mengeluarkan darah.


"say akan mengambilkan kotak obat dulu"


Farah mengipas-ngipas tangan Hans terlebih dahulu untuk sedikit mengurangi rasa sakit.


"ini kotak obatnya"


Farah langsung membersihkan luka Hans dengan alkohol dan kain kasa, kemudian memberinya obat merah agar tidak infeksi dia juga membalut luka Hans dengan perban.


Hans sedikit meringis saat Farah mengobati lukanya tapi dia juga senang diperhatikan oleh wanita yang sangat dia cintai.


"selesai, apa masih sangat sakit?" tanya Farah khawatir.


"tidak, sudah sembuh berkat seorang dokter yang begitu terampil mengobati luka ini" puji Hans sambil mengusap-usap rambut Farah.


"kak Hans sudah terluka masih saja bisa bercanda" kata Farah.


"kita mau teruskan melihat-lihat lagi?" tanya Hans.


"tidak" Farah menggeleng.


"kita pulang saja ke rumah kak hans, mana kunci mobilnya biar aku yang menyetir" kata Farah sambil meminta kunci mobil Hans.


"ke rumah ku?"tanya Hans.


"Iyah, aku tidak mungkin membiarkan mu bekerja dan aku juga tidak mungkin membiarkan mu menyetir mobil sendiri" kata Farah tanpa jeda.

__ADS_1


Hans memberikan kunci mobilnya dan Farah membantu Hans berjalan meski tangannya yang sakit tapi Farah tetap membantunya berjalan.


__ADS_2