
"haus...haus" Farah mengigau
Kevin mendengar suara Farah samar-samar, Kevin membuka matanya dan melihat Farah sedang mengigau dan berkeringat
Kevin langsung memanggil perawat dan membangunkan Farah.
"Farah Farah" panggil Kevin
Farah membuka matanya perlahan.
"Farah kamu haus?" tanya Kevin dan dijawab anggukan oleh Farah.
Kevin mengambil gelas berisi air putih dan memberikannya kepada Farah.
Kevin semakin merasa iba kepada Farah kondisinya belum juga membaik.
"Bu Farah apa sudah buang air kecil?" tanya dokter
Farah menggeleng
"sus infusnya dipercepat agar tidak semakin dehidrasi dan chek Bu Farah setiap dua jam sekali" perintah dokter.
"pak Kevin bisa saya bicara sebentar" kata dokter.
Kevin mengikuti langkah dokter keluar ruang perawatan.
"pak Kevin mungkin Bu Farah tidak banyak mengkonsumsi saus wijen kemarin tapi saat dia mengkonsumsinya tubuhnya sedang tidak fit dan kemarin harusnya ada chekup ulang tapi infonya Bu Farah sedang di luar kota sehingga alergi nya tidak tuntas di sembuhkan" jelas dokter
__ADS_1
"kemungkinan seperti saat ini kondisinya berapa lama?" tanya Kevin
"semoga besok membaik ya pak karena tadi saya sudah memberikan obat dengan dosis satu tingkat dari yang kemarin" ujar dokter.
"terimakasih dok penjelasannya"
Kevin dan dokter kembali keruangan masing-masing, kevin masuk kembali keruang perawatan Farah.
"apa kata dokter?" tanya Farah ketika melihat Kevin masuk
"kata dokter besok kondisi kamu akan membaik" jawab Kevin
"maaf ya bikin kamu harus repot dan ngurusin aku" Farah merasa bersalah
"enggak apa, ini juga tanggung jawab ku" Kevin menunduk.
"sebenarnya..." Kevin ragu memberitahukan kepada Farah.
"kenapa?" tanya Farah.
"kamu janji enggak marah?" tanya Kevin dengan memohon.
"ada apa?" Farah semakin penasaran
Farah mengangkat badannya sedikit dan melihat wajah Kevin yang masih menunduk.
"Vin kenapa?" tanya Farah lagi
__ADS_1
"kejadian salad itu sebenarnya ulah Santi karena dia memang suka saus wijen dan dia tidak tahu kalau kamu alergi saus wijen" cerita Kevin.
"jadi maksudnya Santi makan salad itu juga dan dia kasih saus wijen?" tanya Farah
"bukan jadi begini .." Kevin menjelaskan dengan terperinci semua nya.
"hmm kamu tetap membelanya" kata Farah.
"bukan membela Santi aku sudah memarahi Santi karena ulahnya kamu jadi sakit" kata Kevin.
"okeh sebagai gantinya kamu harus merawat ku sampai aku sehat kembali" kata Farah.
"dokter bilang kamu akan pulih dalam waktu dua sampai tiga hari" kata Kevin
"walau aku sudah pulang dari rumah sakit tetap harus ada perawatan dan seseorang yang merawat ku jadi hukumannya kamu harus merawat ku"
"maksudnya aku jadi pembantu kamu gitu?" kesal Kevin.
"tuh kan bener rasa menyesal kamu hanya pura-pura" sindir Farah
"aku serius Farah aku menyesal dan minta maaf atas nama Santi" Kevin kembali menunduk
"mana ada orang menyesal tapi tidak mau memperbaiki keadaan" Farah kembali menyindir.
"baiklah baiklah aku turuti" Kevin menyerah dan mengikuti kemauan Farah sebagai tanda pertanggung jawabannya.
"maafkan aku Kevin, aku sebenarnya tidak ingin melakukan itu kepada mu, tapi ini untuk kebaikan rumah tangga kita aku tidak mau kamu lebih lama terhanyut dalam hubungan semu dengan Santi dan aku juga tidak mau kamu terlalu lama dimanfaatkan olehnya" Farah berkata dalam hatinya
__ADS_1
Farah terus memandangi Kevin yang sedang merapihkan kamar perawatan terutama sofa tempat ia tidur, Farah dirawat diruang vvip dengan tempat tidur size king yang muat untuk tiga orang tapi sayang Kevin dan Farah tidak memiliki kedekatan seperti suami istri lainnya jadi Kevin tidur di sofa.