Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
selalu berbeda pendapat


__ADS_3

Kevin menerima berkas yang sudah Farah kerjakan dan ia memeriksa draft nya.


"si Farah ini bisa kerja nggak sih" gerutu Kevin saat melihat draftnya


"Ronal" panggil Kevin


"Iyah pak"


"Ronal kamu kasih ke team promosi untuk mengganti draft nya"


"baik pak" Ronal mengambil dokumen dari meja Kevin dan menuju ruang team promosi.


tok tok tok


"Bu farah ini dokumen dari pak Kevin katanya harus ada yg direvisi" Ronal memberikan dokumen kepada Farah.


"revisi?" tanya Farah


"Iyah Bu ada beberapa yang harus direvisi ini ada beberapa catatan yang sudah ditulis pak Kevin" jelas Ronal.


Farah membaca coretan yang ditulis oleh Kevin.


"saya pamit Bu"


"baik terimakasih ya Ronal"


Ronal pergi keluar ruangan.


Farah kesal karena draft yang sudah ia buat susah payah dengan bergadang dicoret-coret oleh Kevin.


"Kania" panggil Farah


"Iyah Bu"


"Kania kamu print lagi print lagi draft nya dan kirim lagi ke team majalah.


"baik Bu akan saya print dan kirim kembali kesana" ujar Kania.


Kania pun mengerjakan semua perintah Farah dan mengantarkan dokumen keruang kerja team majalah.


"permisi pak ini dokumen dari Bu Farah" Kania memberikan dokumen kepada Kevin.


"taro saja dimeja" ujar Kevin

__ADS_1


Kevin pun memeriksa dokumen nya


"Ronal" panggil Kevin


tak lama kemudian


"Kania"


"antar lagi dokumennya"


terus seperti itu Kevin dan Farah tak mau saling mengalah dan tetap ingin draft sesuai kemauan mereka.


"pak Ronal gimana nih saya pusing bolak balik terus" kata Kania bingung


"saya juga bingung mba Kania, pak Kevin maunya begini Bu Farah maunya begitu duuuh kenapa sih pasutri ini" ujar Ronal tanpa sadar menyebut Farah dan keven pasangan suami istri.


"apa pasutri?" ujar Kania heran


"ini maksudnya kayak pasutri yang lagi ribut tau kan kalo pasutri ribut kaya perang dunia ketiga nah mereka nih sekarang kaya begini" Ronal mencoba berfikir cepat.


"oh iya yah bener pak kaya pasutri lagi berantem ya" Kania setuju dengan perkataan Ronal


"untung dia percaya" ujar Ronal dalam hati.


"kita lapor pak Devan ajah deh saya pusing" Ronal langsung pergi keruangan Devan


diruang kerja team promosi


"Kania saya keruanga pak Devan dulu" kata Farah


diruang kerja team majalah


"Ronal saya ke ruang pak Devan dulu"


Farah dan Kevin sama-sama menuju ruang kerja Devan


sesampainya di depan ruang kerja devan


"ngapain kamu disini?" tanya Kevin ke Farah


"kamu sendiri ngapain kesini?" tanya balik Farah ke Kevin


"ya aku dipanggil Devan lah kesini" kata Kevin

__ADS_1


"ya udah aku juga dipanggil kan Devan kesini" jawab Farah dengan nada menantang


"ya udah jangan sewot dong" Kevin menjadi kesal


"ya kamu duluan yang bikin orang sewot" Farah berkata sambil melipat tangannya di dada.


Devan yang melihat semua keributan itu dari dalam ruangannya hanya bisa geleng-geleng kepala.


"kenapa sikap mereka ditempat kerja dengan dirumah sangat bertolak belakang?" Devan mulai bertanya-tanya


Devan yang dulu pernah kerumah Kevin dan Farah bersama papanya melihat suasana yang sangat harmonis berbeda dengan yang sekarang ia lihat dan apa yang disampaikan oleh Ronal tadi benar bahwa adiknya dan Kevin sedang bertengkar.


"Kevin, Farah kalian ini apa-apaan sih kok ribut dikantor, kalo staff lain lihat gimana, kalian itu harus memberi contoh yang baik" tegur Devan


"maaf kak dia duluan tuh" tunjuk Farah pada Kevin.


"yeeey yang sewot siapa?" balas Kevin


"udah masuk kalian berdua" Devan masuk kembali ke ruangannya diikuti oleh adik iparnyaa dan adik perempuannya


Devan menyidang Adin ipar serta adiknya ini karena menurut laporan dari Ronal mereka berdua berselisih faham dan saling tidak mau mengalah.


flashback pertemuan Ronal dan Devan


tok tok tok


Ronal mengetuk pintu ruang kerja Devan


"masuk"


"maaf pak saya mengganggu pekerjaan bapak" kata Ronal saat sampai di depan meja kerja Devan.


"apa apa Ronal" tanya Devan.


"pak begini tadi awalnya pak Devan menyuruh saya untuk mengembalikan dokumen kepada Bu Farah karena ada beberapa draft yang tidak disetujui pak kevin dan ada beberapa catatan disana untuk Bu Farah, setelah saya memberikan kepada Bu Farah ternyata Bu Farah tidak terima dan meminta Kania memberikan dokumen awal yang sudah diprint ulang ke pak Kevin begitu terus berulang sehingga saya dan Kania bingung makanya saya menghadap bapak"


flashback off.


"Kevin, Farah kalian tau kalau seperti ini terus kalian akan menghambat seluruh pekerjaan dan itu bisa merugikan perusahaan, kalian harus dewasa, masalah dirumah jangan dibawa ke pekerjaan kantor" tegur Devan.


Kevin dan Farah hanya bisa mendengarkan kakaknya menegur mereka.


"kalian diskusi disini sampai draftnya selesai kalau belum selesai kalian tidak boleh pulang kerumah" ancam Devan.

__ADS_1


__ADS_2