Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
rasa ketakutan itu mulai muncul


__ADS_3

"Kania tolong kamu kirim dokumen ini ke divisi iklan untuk diproses ya, jangan lupa minta tanda terima kalau kita sudah mengirim dokumennya" perintah Farah


"baik Bu Farah" Kania langsung mengantarkan dokumen tersebut ke divisi iklan.


tok tok tok


"permisi pak Hans ini dokumen yang sudah diselesaikan oleh Bu Farah" ujar Kania.


Hans adalah manager divisi iklan yang sudah sangat lama menjabat, tak ada yang mampu menggantikan posisinya karena kinerjanya yang sangat bagus.


"baik taro saja dokumennya nanti saya periksa, untuk tanda terima dokumen minta didepan ya" ujar Hans


Kania pun keluar dari ruangan Hans dan meminta tanda terima untuk divisinya.


Kania kembali keruangannya setelah semua pekerjaannya selesai


"Kania kita makan siang bareng ya nanti semua team promosi aku yang traktir" kata Farah.


semua bersorak mendengar kata Traktir.


mereka yang sudah selesai mengerjakan pekerjaannya satu persatu keluar ruangan dan menuju kantin kantor untuk mendapat traktiran dari Farah boss mereka.


"chicken Cordon blue satu"


"saya chicken Mozarella"


"kwetiau goreng seafood satu"

__ADS_1


satu persatu team promosi memesan makanan yang ada di kanti.


Farah sangat senang dapat memberikan sedikit kebahagiaan kepada mereka, makan sambil sedikit mengobrol dan tertawa bersama membuat Farah sedikit melupakan rumah tangganya yang kacau balau.


Farah mengamati semua teamnya satu persatu dan tertawa kecil sambil bercanda.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Santi yang hari ini dirumah seharian mulai waspada ketika ingin keluar rumah bertemu dengan kekasih yang selama ini ia sembunyikan.


"beib kamu lagi apa?" tanya Santi


"aku dikamar ajah baby kenapa?" jawab Rudi


"beib ternyata ada orang yang foto kita pas ketemu di club" ujar Santi dengan berbisik ditelepon.


"Iyah bener makanya aku dua hari ini enggak keluar rumah buat ketemu kamu" Santi bicara dengan nada putus asa.


"aku akan selidiki ini semua" Rudi menutup teleponnya.


Santi benar-benar bingung selama ini hubungannya dengan Rudi baik-baik saja tak ada yang mengetahui tapi kenapa sekarang ada mata-mata.


"kalau ini Farah tidak mungkin kenapa tidak dari dulu ia lakukan sudah mau dua tahun aku tinggal bersama mereka sepertinya Farah tidak terusik" Santi bicara pada dirinya sendiri.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"hahahaha Bu Farah ternyata bisa melawak juga" ujar Mia salah satu anak magang di teamnya

__ADS_1


"wah kamu belom tau Mia Bu Farah itu Mukti talenta, nyanyi bisa, masak bisa masakannya beuuuuh mantap banget kita pernah di bawain masakan buatan Bu Farah" cerita salah satu staff


Farah sangat senang kehadirannya membuat semangat baru di team promosi, berbeda dengan manager promosi sebelum Farah yang ditaktor dan selalu menekan mereka semua.


selasai makan siang kembali bekerja dan kembali pulang kerumah, aktivitas bekerja membuat mereka semua lelah namun tetap menyenangkan.


"baru pulang?" tanya Santi pada Farah.


"Iyah, kenapa?" tanya balik Farah pada Santi.


"pulang nya lewat waktu pulang kerja terus" ujar Santi yang mulai menyulut api


"yaa begitu lah orang bekerja tidak selalu pulang tepat waktu demi menghasilkan uang untuk menghidupi diri sendiri agar tidak menjadi benalu" sindir Farah pada Santi.


Santi mengangkat tangannya keudara hendak menampar Farah.


"jangan sentuh Farah" ujar Kevin


"tapi sayang dia menyindir ku" kata Santi seakan menjadi korban Farah.


Kevin menarik Santi masuk kedalam kamar mereka.


"kamu harusnya tau jika Farah kenapa-kenapa aku yang akan bertanggung jawab atas ulah mu" Kevin membentak Santi.


baru kali ini Santi dibentak oleh Kevin, baru kali ini Kevin membuat hati nya benar-benar sakit hati.


"begini saja dia sudah membentakku apalagi kalo dia tau aku menduakan ya?" ujar Santi dalam hati.

__ADS_1


Santi mulai merasa takut jika Kevin mengetahui perbuatannya dibelakang Kevin, bukan hanya takut kehilangan Kevin tapi juga takut kehilangan kesempatan menjadi nyonya besar Kevin.


__ADS_2