Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Jadwal kencan


__ADS_3

Kevin dan Hans datang ke rumah keluarga Williams, mereka berdua diundang oleh Michael.


"buatlah sarapan pagi hari ini lebih banyak, karena kita akan kedatangan tamu!" kata Michael yang tiba-tiba sudah berada di samping Farah.


"astaga, kakak! kenapa sih suka banget bikin aku jantungan!" Farah mendengus dengan kasar sangking kesalnya.


"itu karena kamu saja yang terlalu fokus, jadi enggak sadar kalau ada orang lain yang memperhatikan!" elaknya.


Michael selesai mengolok-olok adiknya dan membiarkan Farah menyelesaikan masakannya.


"tunggu! aku kan belum tau berapa tamu yang akan datang!" gumamnya.


"kak, berapa porsi tambahan yang harus aku siapkan?" teriak Farah sebelum Michael menghilang dari pandangannya.


"buat dua porsi tambahan saja, ah tidak, tiga porsi saja" teriak Michael.


"pasti berandal itu datang bersama asistennya!" umpat Michael.


hubungan Michael dengan Kevin memang sejak dulu kurang baik, maka dari itu dia menentang pernikahan Farah, namun sayangnya orang tua Kevin dan Kusumo ayah mereka hanya ingin Farah menikah dengan Kevin hanya karena sebuah ramalan.


"kalau ramalan itu benar, mereka pasti akan bersatu kembali, tapi jika salah, akan ku hancurkan tempat itu!" ujar Michael ketika mengingat kembali kejadian saat dia masih di bangku Sekolah dasar.


******


"mana tamu yang akan...,"


"hai"


"hai"


belum Farah melanjutkan kata-katanya, dua orang tamu yang dibicarakan Michael tadi sudah datang, kali ini dia benar-benar dikerjai lagi oleh kakaknya.


Farah menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan cepat sampai terdengar oleh Michael.


"kamu kesal, melihat mereka? aku bisa mengusir mereka jika kamu mau!" ujar Michael sambil menoleh ke arah adiknya yang masih menggunakan celemek.


"tidak perlu, kita sarapan saja, tapi kain kali aku tidak akan membiarkan kakak mengerjaiku lagi!" ujar Farah sambil membalik piringnya.


"kelihatannya enak sekali" ujar Kevin yang mencium aroma lezat dari masakan Farah.


"kamu tidak mengajak, Ronal?" tanya Michael.


"hmm... tidak, dia ada urusan pekerjaan yang penting!" kata Kevin.


cling


"aku baca pesan dulu" satu pesan masuk keponsel Farah.


******


"aaah, bos yang sangat kejam! dapat jamuan sarapan pagi lezat tapi tidak mengajakku!" keluh Ronal sambil merebus mie di dapur rumah Kevin.


flashback on


"pak, mau dibuatkan sarapan roti panggang?" tanya Ronal saat Kevin sedang memasang dasi.


"tidak perlu, aku diundang sarapan dirumah Farah!" ujar Kevin dengan bangga.


"kalau begitu, aku siap-siap dulu" Ronal segera membalikkan badannya.

__ADS_1


"tunggu!" teriak Kevin.


Ronal kembali membalikkan badan kearah Kevin yang masih berdiri ditempatnya semula.


"kau dirumah saja, tidak perlu ikut, biar aku saja yang kesana!" ucap Kevin.


"ta-tapi kenapa?" tanya Ronal karena kecewa ternyata sang bos tidak mengajaknya.


"kau!" Kevin berteriak dan menunjuk Ronal.


"kau! terlalu banyak makan dan membuatku merasa malu" Kevin tertunduk mengingat kejadian makan malam disana.


"a-aku janji, kali ini akan makan dengan tenang dan elegan" Ronal bicara dengan terbata.


"no ... no ... no!" Kevin memainkan jarinya.


"berikan kunci mobilnya kepada ku!" perintah Kevin.


"a-aku lupa menyimpan kuncinya" Ronal mencari-cari kunci mobil.


"Ronal!" panggilan Kevin membuat Ronal tersentak.


"kunci mobilnya di saku celanaku! kau selalu menyimpannya disana dan tidak pernah lupa!"


setelah mendengar perkataan bosnya, Kevin merogoh saku celananya dan mengeluarkan kuncinya. Ronal memberikan kunci mobil dengan tangan gemetar.


"okey, aku pergi dulu, kamu sarapan saja dirumah atau bisa delivery, mengerti!" Kevin melangkah keluar dari kamarnya dan menuju halaman rumahnya, disana sudah terparkir mobil berwarna putih.


flashback off


"pekerjaan atau kamu yang tidak mengajaknya kemari?" Farah berbicara kecil hingga samar-samar didengar.


"ada apa?" tanya Kevin.


"sungguh dia adalah boss yang kejam!" umpat Farah dalam hati sambil melirik Kevin.


semua menikmati hidangan sarapan pagi seperti makan malam waktu itu, masakan Farah yang selalu spesial dan memiliki cita rasa yang unik membuat masakannya selalu dirindukan.


"bawakan ini untuk Ronal!" Farah memberi Kevin kantung berisi box yang didalamnya ada masakan Farah.


"Ronal?" tanya Kevin.


"Iyah! kasihan dia harus sarapan mie instan karena keegoisan mu!" kata Farah.


"maksudnya?"


"aku tau, kamu tidak mengajaknya karena malu dia akan makan banyak di rumahku, benarkan?"


perkataan Farah membuat Kevin tersedak saat sedang meneguk minuman ditangannya.


"bagaimana kamu..."


"aku tau" Segah Farah sebelum Kevin mengajukan pertanyaan.


"dia mengirim pesan kepadaku!"


flashback on


"selamat pagi Bu Farah, saya tidak bisa ikut keacara sarapan pagi di rumah keluarga William, pak Kevin tidak mengizinkan saya untuk ikut bersamanya, karena terakhir kali saya kesana, saya membuatnya malu karena makan terlalu banyak!" satu pesan masuk ke ponsel Farah.

__ADS_1


flashback off


"benarkan kamu tidak mengajaknya?" kata Farah mendesak Kevin untuk bicara jujur.


"be-benar!" jawabnya.


"kamu tidak pernah berubah! selalu mementingkan diri sendiri dan selalu menjaga image yang tak penting itu!" pekik Farah yang kesal dengan sikap egois suaminya itu.


"Farah" panggil Hans dengan nada suara yang sedikit pelan.


"oh, kak Hans, ada apa?" tanya Farah.


"bisa aku bicara sebentar?" tanya Hans.


"boleh" sahutnya.


"kamu tunggu disini!" tegas Farah.


Farah dan Hans menyingkir dari Kevin, mereka bicara dengan jarak yang agak jauh darinya.


"apa yang mereka sedang bicarakan?!" Kevin berusaha menguping pembicaraan mereka.


******


kriiing Kriiiing kriiing


ponsel Farah berdering.


"halo"


"halo, Farah besok aku ingin mengajakmu kencan!?" kata Kevin tanpa basa-basi lagi.


"kencan? ke-kenapa tiba-tiba?" tanya Farah yang menjadi bingung.


"ya aku besok ada waktu luang, jadi aku mau berkencan denganmu!" tegas Kevin.


Farah berpikir sejenak dan mengingat pembicaraannya dengan Hans tadi sebelum dia pergi ke restoran.


flashback on


"Farah, aku ingin mengajakmu kesuatu tempat" kata Hans.


"kemana? kapan?" tanya Farah.


"terserah jadwal mu yang kosong di restoran?!" kata Hans.


"aku besok bisa, tapi kak Hans kan besok ada pertemuan" kata Farah.


"Kamis waktu ku luang, bagaimana?" tanya Hans.


"hmmm ... Kamis juga sepertinya aku tidak sibuk, baiklah dua hari lagi kita pergi ketempat yang direncanakan oleh kak Hans" Farah menyetujui ajakan Hans.


flashback off


"baiklah, besok waktuku luang, kita bisa pergi" setuju Farah


"yes" bisik Kevin kegirangan.


"baiklah, sampai jumpa besok" Kevin menutup panggilannya.

__ADS_1


"huft, ternyata memberikan kesempatan kepada dua pria sangat merepotkan, mereka seakan bersaing dan membuatku menjadi bingung menentukan siapa yang lebih dulu!" Farah terduduk lemas dikasurnya.


dia tidak pernah membayangkan akan menjadi serepot ini, ketika dua orang pria mengejarnya. Farah membaringkan tubuhnya diatas kasur, menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong.


__ADS_2