
Kevin dan Farah sampai disebuah pantai, mereka berdua membuka alas kaki yang mereka pakai untuk berjalan di pasir pantai.
"indah kan?" kata Kevin.
"sangat indah, setiap hal yang menunjukkan pemandangan terbuka, menurutku adalah hal yang sangat indah dan membuatku bersyukur, masih bisa diberi kesempatan untuk melihat dan menikmati keindahan alam" kata Farah penuh rasa syukur.
Kevin memegang kedua tangan Farah dan kemudian dia bersimpuh sambil menengadahkan kepalanya.
"Farah Quinn Praga, dengarlah pengakuanku" kata kevin yang kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sakunya.
"Farah, aku sadar selama ini sangat menyia-nyiakan dirimu, Farah kali ini aku akan berkata jujur kepadamu, aku sangat mencintai mu, maukah kita kembali menikah, pernikahan kali ini akan kita jalani penuh dengan cinta" Kevin membuka kotak perhiasan, di dalamnya terdapat sebuah cincin berlian yang sangat cantik.
"aku mau menikah lagi denganmu dan aku menerima pernyataan cintamu"
Kevin memasangkan cincin berlian di jari tengah Farah, ternyata ukurannya sangat pas dengan ukuran jari Farah.
"cantik" kata Farah memuji cincin yang telah tersemat di jari tengahnya.
"cincin ini kecantikannya tak sebanding dengan kecantikan mu" Kevin mulai menyerang Farah dengan gombalannya.
"hmmm mulai gombal lagi" kata Farah sambil mencubit kecil lengan Kevin.
"Aww... berani cubit-cubit ya sekarang mainnya" kata Kevin setelah meringis kesakitan.
mereka kini bermain kejar-kejaran di pantai, Kevin terus mengejar Farah yang menghindar dari dirinya.
mereka berfoto bersama, makan bersama, dan bahagia bersama sebelum akhirnya mereka akan kembali ke Indonesia.
"kamu siap untuk kembali ke Indonesia?" tanya kevin.
"aku siap, lagi pula aku sangat rindu sama mama dan papa," kata Zihan.
kini mereka berdua saling bergandengan tangan, Kevin menggenggam erat tangan Farah seakan tak ingin melepasnya.
*****
"kalian sudah pulang?" tanya Michael.
"kalau kami sudah di rumah, berarti sudah pulang, kakak terlalu kentara basa nasinya" kata Farah.
"ow... ow... ow... sekarang jadi lebih berani ya mengkritik kakaknya, apa karena sekarang merasa punya seseorang yang melindungi, jadi merasa lebih percaya diri" kata Michael yang kembali menggoda adiknya.
"hmmm... Iyah dong" sahut Farah.
"hmmm ... hmmm kayaknya ada yang dapet cincin berlian tuh" ujar Devan yang ternyata sudah kembali ke Singapura.
"kok, kak Devan ada di sini?" tanya Farah.
__ADS_1
"yaaa,,, aku akan menggantikan seorang bocah yang akhir-akhir ini mengurus resort dan restoran" kata Devan.
"serius? terus hotel?" tanya Farah.
"ya kemungkinan bocah itu yang akan mengurusnya" kata Devan.
"ow... ow... ow..., tentu tidak bisa, istriku tidak perlu bekerja, aku ingin dia menjadi ibu rumah tangga saja" kata Kevin yang menyatakan perang dengan Farah.
"oh tentu tidak tuan Kevin, aku akan mengelola hotel keluargaku, aku tidak suka hanya menjadi ibu rumah tangga saja!"
kini mereka saling beradu pendapat tentang posisi dan pekerjaan Farah. mereka memang sangat senang menggoda Farah, kini orang yang akan menggodanya bertambah satu yaitu Kevin.
*****
Kevin sampai di rumahnya, dia melihat ke ruang kerja dan didapatinya Ronal sedang tertidur, dia meletakkan kepalanya di atas meja, mulut menganga dan nafas yang ngorok.
melihat pemandangan itu membuat Kevin memiliki ide jahil untuk mengerjai personal asistennya.
"aaah aku ingin sekali menjahilinya, tapi melihat wajahnya rasanya aku tidak tega" kata Kevin.
"Ronal ... Ronal... bangun, aku sudah kembali" panggil Kevin sambil membuka beberapa kancing bajunya dan masuk ke dalam kamarnya.
Ronal bangun dan dia melihat sekitar karena dia mendengar suara, tapi setelah dia membuka matanya tidak ada orang.
"haaah.... mungkin hanya mimpi" kata Ronal sambil menggaruk wajahnya dan kembali tidur.
*****
"setelah sekian hari, sepertinya aku hari ini akan bermimpi yang sangat indah" Kevin senyum-senyum sendiri.
*****
Farah kini sudah merebahkan tubuhnya di kasur, dia memandangi jarinya yang tersemat cincin dari Kevin, bukan karena cincin itu terdapat berlian, tapi karena Farah senang kini dia bisa bersama dengan orang yang dia cintai dan mencintainya.
"aku berharap hubungan kita akan seindah cincin berlian ini," kata Farah tanpa mengalihkan pandangannya.
Farah sangat bahagia, hatinya berbunga-bunga dan senyumnya tak dapat luntur dari wajahnya.
*****
"Farah, kamu sudah packing baju?" tanya Sofia.
"belum kak, karena berangkatnya besok, jadi nanti malam saja, tidak banyak yang aku bawa juga" kata Farah sambil terus mengajak main baby.
"baby, nanti kalau aunty kangen, kita ketemuan yaa" kata Farah.
"siap aunty, aku juga kalau nanti kangen, kita semua akan datang ke Indonesia." Sofia mencubit gemas pipi anaknya.
__ADS_1
"apa nenek boleh ikut tinggal denganmu?" tanya Eliz kepada Farah.
"tentu boleh nek, aku dan Kevin akan sangat senang nenek mau tinggal di Indonesia" kata Farah.
"nanti kami akan menyusul tinggal di Indonesia, aku sedang mengurus semuanya, agar perusahaan tetap aman dan bisnis lainnya juga tetap aman selama kita di Indonesia" kata Michael yang datang menghampiri mereka.
"benarkah? waaah aku sangat menantikan kalian semua, aku senang kalian mau kembali tinggal di sana" kata Farah terharu.
selama ini Michael lebih banyak tinggal di Singapura mengelola usaha milik keluarga William.
Farah sudah membayangkan saat-saat mereka semua berkumpul di Indonesia, pasti sangat menyenangkan, banyak tempat yang ingin dia kunjungi bersama keluarga besarnya.
banyak momen yang hilang selama ini, tak banyak kenangan indah yang mereka punya karena hidup terpisah dan berbeda negara.
"nanti kalau kita semua sudah tinggal bersama di Indonesia, kita pergi liburan bersama" kata Sofia.
"baby, kamu harus sehat, banyak makannya, aunty sudah titipkan resep untuk bubur kamu, biar makannya tetap lahap meski bukan aunty yang buat" Farah sangat menyayangi keponakannya.
"Farah, ada Hans datang" Michael memberitahukan Farah.
"temui, dia akan menetap di sini, setidaknya beri salam perpisahan yang berkenan dihatinya" kata Eliz sambil menepuk pundak cucunya.
"baik, nek" Farah menuruti perkataan neneknya.
Farah menemui Hans yang sedang menunggunya di taman belakang rumah.
"hai, kak Hans" sapa Farah dengan senyum simpul di bibirnya.
"hai" Hans juga menyapanya.
"aku kemari, hanya untuk memberikan kenangan kecil" kata Hans sambil memberikan sebuah kotak hadiah untuk Farah.
Farah meraih kotak hadiah pemberian Hans.
"buka lah" kata Hans.
"hmm"
Farah membuka kotak hadiah sesuai keinginan Hans, dilihatnya sebuah kalung berinisialkan namanya, sangat cantik dan berkilau.
"ini kenang-kenangan dari ku, semoga kamu berkenan menerimanya"kata Hans.
"sangat cantik, aku pasti akan menerimanya" Farah kembali memberikan senyuman untuk Hans.
"boleh aku pakaikan?" tanya Hans.
"dengan senang hati" kata Farah dan menyingkap rambutnya.
__ADS_1
sebuah salam perpisahan yang sangat manis dan mengharukan bagi seorang pria yang tak terbalas cintanya.