Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
ide licik kembali


__ADS_3

Santi berhasil bebas dari gugatan yang memberatkannya, Santi kembali ke apartemennya, dia beristirahat karena beberapa hari di dalam penjara, ia tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena dia harus tidur sambil duduk di lantai penjara yang dingin.


"ini semua akibat dirimu Rudi! aku harus mendekam di penjara beberapa hari, tersiksa di sana!" Santi berdecak kesal.


"Kevin! kenapa kamu begitu kepadaku? seharusnya kamu memberikan sedikit kelembutan untukku, agar aku tidak berusaha untuk mendapatkan hatimu lagi!" gumamnya.


"melihat sikapmu yang dingin kepadaku seperti itu, membuatku kembali tertantang untuk memiliki dirimu!" lanjut Santi sebelum memejamkan matanya.


*******


Kevin masuk ke dalam hotel, dia berjalan menuju ruangan Devan bersama dengan Rey, Kevin merasa kesal karena Devan memberikan kesempatan untuk Santi bebas dari dalam penjara.


"Van boleh aku masuk?" tanya Kevin kepada Devan yang tengah sibuk bekerja.


"Masuklah Vin," kata Devan mempersilahkan Kevin dan Rey masuk.


"ada apa kalian kemari?" tanya Devan bertanya kepada Kevin sambil berdiri.


"Aku ingin bertanya kepadamu Devan," kata Kevin sambil duduk di sofa yang ada di ruangan Devan.


"ada apa? apa yang ingin kamu tanyakan? Rey ada apa ini? tanya Devan kebingungan karena Kevin terlihat marah.


"ini tentang Santi!" kata Kevin sambil memberi penekanan.


"Santi? ada apa dengan wanita itu?" tanya Devan tak mengerti, kenapa Kevin bertanya tentang Santi.


"kenapa kamu membebaskan wanita itu dari penjara?" tanya Kevin kepada Devan mengenai kebebasan Santi.

__ADS_1


"Kevin, apa kau tidak melihat wanita itu sedang mengandung? Aku hanya tidak tega, sebentar lagi kudengar, dia akan melahirkan, jadi biarkan dia melahirkan di luar penjara, tapi jika dia memang melakukan kejahatan! aku sendiri yang akan menyeretnya ke dalam sel penjara!" kata Devan dengan tegas.


"tapi Van! aku rasa itu bukan hal yang tepat, dia memang sedang mengandung, tapi dia adalah wanita yang licik," kata Kevin


"sudahlah brother, tidak perlu khawatir, aku akan menjaminnya!" kata Devan


"menjamin? maksudmu?" tanya Kevin bingung


"kau sedang tidak menyukainya, kan?" tanya Kevin tiba-tiba.


"Kevin! kau pikir aku gila menyukai wanita dan dia bekasmu, itu tidak layak untukku," kata Devan mengelak.


Devan memang membebaskan Santi, tapi dia tidak sama sekali menaruh rasa, dia hanya iba kepada wanita itu, karena sedang mengandung seorang anak dan anak itu adalah anak pertama wanita itu.


"sudahlah, jangan bicara omong kosong Kevin, sekarang aku ingin tahu, bagaimana hubunganmu dengan Farah," Devan langsung menembak pertanyaan menjurus kepada hubungan Kevin dan Farah.


"kalau aku ceritakan tentang hubunganku dengan Farah, kepada seorang jomblo sepertimu, pasti pembicaraan kita tidak akan nyambung," kata Kevin seakan menyindir Devan yang sudah menjomblo bertahun-tahun.


mendengar pengakuan Devan, membuat Rey dan Kevin tertawa terbahak-bahak seketika, Devan langsung melemparkan tatapan tajam yang menusuk kepada Rey, karena telah berani menertawakannya, Rey langsung terdiam sedangkan Kevin masih terus terkekeh.


"aku akan membuktikan kepadamu Kevin, lihat saja!" kata Devan penuh dengan teka-teki membuat Kevin menjadi penasaran.


"Aku penasaran! wanita seperti apa yang akan menerima dirimu dan wanita seperti apa yang kau pilih untuk menjadi pendamping hidupmu," kata Kevin sambil menyilangkan kakinya.


Devan membuka layar ponselnya, lalu menekan tombol untuk menghubungi seseorang, tak lama terdengar suara seorang wanita menyebut nama iparnya.


"hai Dev ... how are you?" seorang wanita menanyakan kabar Devan

__ADS_1


"i'm fine baby," jawab Devan yang membuat Kevin terbelalak.


"Baby! kapan kamu siap untuk diperkenalkan kepada keluargaku? ada beberapa orang yang tidak percaya kalau aku menjalin hubungan dengan seorang wanita cantik," tak lama setelah Devan berbicara terdengar suara tertawa seorang wanita yang begitu elegan, dari suaranya saja sudah terdengar wanita itu bukan wanita biasa.


"wait honey, Aku akan segera ke sana dan sampaikan salamku untuk mereka yang tidak percaya kepadamu." Devan langsung menutup ponselnya.


Kevin tidak percaya bahwa kini, kakak iparnya sedang berkencan dengan seorang wanita.


Devan mengerlingkan satu matanya, menandakan bahwa dia menang.


"oke baby! aku akan menunggu wanitamu dan satu yang perlu kau tahu wanitaku yang terbaik!" kata Kevin dengan mengerlingkan matanya.


Devan tersenyum penuh arti.


"tentu saja wanitamu terbaik! karena dia terlahir dari keluargaku! keluarga yang terbaik!" Devan kembali mematahkan perkataan Kevin membuatnya menang telak untuk kedua kalinya.


Kevin dan Rey berpamitan kepada Devan, karena hari ini dia harus menyelesaikan pekerjaannya di kantor.


.


.


.


.


.Hai teman-teman ada rekomendasi novel untuk mu...

__ADS_1


ini karya temanku.



__ADS_2