
Farah dibawa oleh dua orang pria masuk kedalam sebuah pabrik yang sudah tidak terpakai lama, di sana Farah di hempaskan sampai terjatuh di lantai.
"kamu! tetap di sini, membusuk!" kata pria bertopeng itu.
"hubungi boss, bilang mangsa sudah di tangan!"
seorang anak buah melihat kearah Farah sambil mengarahkan ponselnya ketelinga, dia tersenyum kearah Farah dan membuat Farah sangat ketakutan.
"hhhmmm hmmmmm hmmmm" Farah hanya bisa mengeluarkan suara tanpa bisa berbicara.
*****
"aku kehilangan jejak Farah! aaaargh!" kesal Kevin.
"aku harus menyelidiki nomor plat polisinya, aku harus menemukan Farah segera! aku tidak mau Farah terluka!" Kevin memutar stir mobilnya dan mencari tahu di ponsel pintarnya kantor polisi terdekat.
Kevin tertuju fikirannya kearah Anelis yang sedang ada di kantor polisi.
" apa jangan-jangan Anelis yang melakukan hal ini? tapi apa bisa dari balik jeruji besi itu dia mengendalikan anak buahnya?" Kevin terus mencecar dirinya sendiri dengan pertanyaan.
Kevin menghubungi Ronal yang sedang berada di rumahnya.
"Ronal, cari tau plat mobil yang tadi aku kirimkan lewat chat, segera beritahukan kepada Ku! ini sangat urgen!" perintah Kevin kepada Ronal.
*****
"ada apa lagi sih bos ini?! tadi disuruh kerjain kerjaan kantor, sekarang disuruh cari plat nomor mobil" Ronal menggaruk-garuk kepalanya yang terasa gatal karena pusing.
Ronal membuka pesan singkat yang dikirimkan oleh Kevin, dan dia terkejut melihat isi pesan singkat itu.
"apa?! Bu Farah di culik?! tidak... ada apa lagi ini kenapa di sini banyak sekali yang ingin mencelakai wanita sebaik dan jago masak seperti Bu Farah" Ronal terduduk lesu dan langsung menyadarkan dirinya kembali demi mencari jejak plat nomor yang di minta oleh Kevin.
"aku akan melacaknya dan mendapatkannya untukmu pak, aku berharap kalian kembali bersama" kata Ronal sambil menggerakkan jarinya di atas keyboard laptop.
****
"halo mic, ada apa?" tanya Hans saat menerima panggilan telepon dari Michael
"apa? farah di culik? baik, aku akan mencarinya ke rumah Anelis segera!" Hans menutup teleponnya dan bergegas kerumah Anelis.
"kau mau kemana Hans?" tanya kakek Hans yang tiba-tiba muncul di depan rumahnya.
"Farah di culik! aku harus mencarinya ke rumah Anelis!" kata Hans sambil membuka pintu mobilnya.
"kenapa harus kerumah Anelis?" tanyanya.
__ADS_1
"kemungkinan besar ini semua perbuatannya" Hans masuk kedalam mobil dan meninggalkan kakeknya.
"Anelis? tengah Hans, kakek kali ini akan membantumu agar kau bisa bersama dengan wanita yang kau suka" gumam kakek Hans.
"kalian segera cari tahu keberadaan wanita ini! dan kalian harus memastikan sesuatu terlebih dahulu!" kakek Hans mengerahkan beberapa anak buahnya untuk membantu Hans menemukan Farah.
****
"Anelis! apa kau melakukan hal kotor ini lagi kepada Farah?" tanya Kevin saat izin berkunjung ya sudah disetujui.
"apa maksudnya?" tanya Anelis dengan sangat santai.
"kau pasti tau di mana Farah sekarang berada! aku harap kau memberitahukannya kepadaku!" Kevin mengepal tangannya. rasanya ingin dia menjebol kaca penghalang dihadapannya dan mencekik wanita yang berada di balik kaca pembatas.
"Kevin... Kevin! kenapa kau terlalu lambat untuk mendapatkan istrimu kembali? sampai kapan mereka berdua harus terus bertemu?" ujar Anelis yang saat ini sangat terlihat baik-baik saja seakan-akan bukan seorang tahanan.
"jadi kau mengakui perbuatanmu, Anelis?" tanya Kevin.
"Kevin, aku tidak tahu menahu tentang Farah! tapi yang aku tahu kamu pria yang lamban!" Anelis mengolok-olok Kevin dari balik kaca. terlihat wajah Anelis sangat puas bisa mengejek pria yang saat ini sedang mengunjunginya.
"cepat katakan! di mana Farah? kau menculiknya, benarkan?!" teriak Kevin sangking kesalnya.
"pak! tolong jangan berteriak dan jangan mencari keributan di sini!" kata petugas kepolisian kepada Kevin ketika mendengar suara keributan yang ditimbulkan oleh Kevin.
Anelis pergi meninggalkan Kevin karena dia tidak mau lagi menjawab pertanyaan apapun dari pria yang menjadi suami dari wanita yang dibencinya.
Kevin merasa sangat sia-sia mengunjungi Anelis di penjara, dia berharap bisa mendapatkan informasi dari Anelis tapi nihil dia tidak mendapatkan apapun di sini.
Kevin keluar dari kantor polisi dan kembali ke dalam mobilnya. Kevin memukul-mukul keningnya karena berharap otaknya bisa berfungsi agar bisa mendapat petunjuk.
kriiing kriiing kriiing
ponsel Kevin berdering dan Ronal yang menghubunginya.
"sudah kau temukan?" tanya Kevin segera.
"sudah pak"
Ronal menjelaskan secara detail kepemilikan mobil yang plat nomornya sedang dicari-cari oleh Kevin. Ronal memberitahukan siapa nama dan dimana orang itu tinggal.
setelah mendengar penjelasan dari Ronal dia langsung bergegas mencari alamat tersebut.
****
"kok, Bu Farah belum sampai ya, katanya dia mau buat menu baru untuk desert restoran" kata Maria sambil terus menanti kedatangan Farah.
__ADS_1
"Iyah katanya kemarin mau berangkat lebih pagi!" kata Basuki yang juga menunggu kedatangan bos kecilnya.
"apa mungkin macet di jalan kaki ya" kata Maria menduga-duga.
"mungkin" jawab Basuki yang kemudian meninggalkan Maria dan dia langsung berkutat dengan peralatan perangnya di dapur.
****
Kevin menemukan alamat pemilik mobil, dia memencet bel pintu agar penghuni rumah keluar.
"cari siapa?" tanya seorang wanita yang keluar dari rumah setelah mendengar suara bel berbunyi.
"ada pak Sham?" tanya Kevin kepada wanita itu.
"oh ada pak, kebetulan beliau belum berangkat" kata wanita itu dan mengizinkan Kevin masuk.
Kevin berbicara kepada Sham pemilik mobil, Kevin menceritakan panjang lebar semuanya.
"maaf, saya sudah menjual mobil itu jadi saya tidak ada urusan dengan mobil yang anda cari" kata Sham agak kurang bersahabat.
"kira-kira siapa pembelinya? apa anda menyimpan salinan kartu identitas?" tanya Kevin.
"tidak, mohon anda keluar dari rumah saya, saya mau pergi bekerja" kata Sham.
"oh, baik pak, terima kasih dan mohon maaf menyita waktunya" kata Kevin
Kevin keluar dari rumah pria itu namun dengan perasaan curiga, karena dia merasa ada yang di tutupi oleh pria yang bernama Sham itu.
Kevin kembali kemobilnya, dan dia berencana mengikuti pria itu.
"aku akan mengikutinya!" kata Kevin.
Kevin melihat pria itu keluar dari rumah dan mengendarai mobilnya, Kevin mengikutinya dari belakang dengan hati-hati agar tidak diketahui oleh Sham.
mobil Sham terus melaju cepat dan Kevin mengimbangi kecepatan mobil Sham, tidak lama Sham berhenti di sebuah kantor polisi, dan kantor polisi itu adalan tempat dimana Anelis di penjara.
"apa dia menemui Anelis?" tanya Kevin.
Kevin menunggu Sham keluar dari kantor polisi, dia ingin memastikan siapa yang Sham temui di dalam sana.
setelah Sham keluar Kevin masuk ke dalam kantor polisi dan mulai menanyai polisi.
"oh pria tadi memberikan laporan terkait mobil yang sudah dia jual dan dipakai oleh seseorang untuk melakukan tindak kejahatan" jelas pria itu.
"terima kasih pak penjelasannya".
__ADS_1
Kevin keluar dari kantor polisi dan dia kembali mencurigai, saat dia melihat sekitar ternyata mobil pria itu sudah pergi.