
hari berganti hari, Farah disibukkan dengan beberapa pekerjaannya mengurus restoran dan resort, dia tak sempat memikirkan sakit hatinya dan kecewanya terhadap Kevin bahkan ia tak sempat memikirkan tentang urusan perceraiannya.
******
"apa kamu sudah menemukan keberadaan Farah?" tanya Kevin kepada Ronal.
"belum pak" jawabnya
"jangan terlalu lama mencari, aku harus segera menemuinya, aku tidak mau menyesal untuk kedua kalinya" gumam Kevin.
banyak yang harus Kevin lakukan di perusahaannya, saham yang cukup anjlok karena banyaknya pemberitaan tentang rumah tangganya yang berdampak kepada perusahaannya.
"bagaimana saham kita saat ini?" tanya Kevin.
"turun dua puluh persen di bulan ini" Ronal memberitahukan presentase penurunan saham.
"aku harus menyelesaikannya segera sebelum semakin anjlok" Kevin kembali berfikir untuk tetap mempertahankan perusahaan yang ia pimpin saat ini.
******
Kevin pergi ke hotel tempat dulu Farah bekerja, disana ia berencana bertemu dengan Devan.
"pak Kevin, maaf pak anda dilarang masuk" satpam menghalangi Kevin untuk masuk kedalam hotel.
"lepaskan aku, aku ada urusan didalam"berontaknya.
"tapi pak, pak Devan meminta kami untuk melarang anda masuk jika anda kehotel"
"apa kau tidak dengar! aku ingin bertemu dengan Devan!" teriak Kevin dan membuat beberapa pengunjung melihat kearahnya.
"pak, kami mohon jangan persulit kami, kami hanya menjalankan tugas"
"lepaskaaaan!" Kevin berusaha menerobos masuk.
"ada apa ini?!" teriak seorang pria
Kevin menoleh kebelakang dan dilihatnya sang mertua sedang berdiri dengan sangat gagah dihapannya.
"pah, Kevin ingin bicara" mohon Kevin sambil bersimpuh.
"apa yang perlu kita bicarakan, hubungan kita sudah berakhir, seharusnya sejak awal memang hubungan ini tidak harus terjalin!" ujar Kusumo tanpa menatap kevin sedikitpun.
"pah, Kevin mohon papa berikan kesempatan sekali lagi, hanya sekali ini saja" Kevin terus memohon.
"untuk apa aku memberikan kesempatan untuk pria yang sudah terang-terangan menyakiti putri ku!" bentak Kusumo sangking kesalnya karena telah menyakiti putri tersayangnya.
"kau tau Kevin?, satu penyesalan terbesarku?"
Kevin semakin menunduk mendengar pertanyaan yang diajukan oleh ayah mertuanya, karena ia sangat tahu jawaban apa yang akan diberikan mertuanya untuk dirinya.
"menikahi putriku dengan pria yang tak punya hati dan tak bermoral!" Kusumo mendekatkan wajahnya dan kembali berdiri tegap untuk bersiap meninggalkan Kevin sendirian.
"pah, papa, dengarkan permintaan Kevin dulu pah" teriak kevin sambil menangis meratapi nasibnya.
Kevin menangis menjadi-jadi karena kini mertuanya pun tak lagi Sudi melihat dirinya, dulu ia adalah pria yang selalu dibanggakan oleh Kusumo, disanjung bahkan terkadang diperlakukan seperti raja jika berkunjung kerumahnya, tapi kini bagi pria itu Kevin hanyalah sebuah penyesalan, hanya sam**h yang tak perlu ia beri kesempatan.
********
"selamat pagi kakak, nenek" sapa Farah
"waaow pagi sekali Bu boss kita sudah rapih" celetuk Michael.
"harus dong kak, aku kan seorang pemimpin, harus mencerminkan hal positif, jangan kayak kakak tuh mentang-mentang boss di perusahaan kakek terus datengnya siang terus" ledek Farah.
__ADS_1
"dek aku itu jalan siang karena punya pujaan hati dirumah, dan juga buah hati yang menggemaskan" balas Michael atas ledekan adiknya.
"Iyah deh Iyah tau yang udah punya baby, aku nanti sore pulang mau main sama baby gemaz yaa" pinta Farah sambil menoleh kearah baby.
"makanya cepat cari pacar, saling jatuh cinta, menikah dan punya anak, biar kita semua yang disini semakin senang sayang" ujar nenek sambil menikmati sandwich nya.
"hmm, Farah ingin menata hati dulu nek, mungkin satu sampai dua tahun" ujar Farah dengan sangat santai yang membuat Kaka dan neneknya tak percaya dengan apa yang diungkapkan Farah.
"yang benar saja kau dek, keburu jompo kakak kamu" celetuk Michael.
"mana ada kamu yang jompo, ada juga nenek yang jompo, hah bilang saja kamu mau mengatakan hal itu untuk nenek" ujar Eliz
"maa..maaf nek, Michael tidak bermaksud, sumpah deh" jawab Michael dengan tangan yang mengisyaratkan kata damai "peace"
"sudah, sudah, lanjutan sarapannya, kamu Farah nenek beri waktu paling lama satu tahun, dan kamu Michael nenek minta satu cucu lagi tahun depan" kata Eliz kali ini dengan santai membalas semua perkataan kedua cucunya itu.
"apaaaa?" jerit Farah dan Michael bersamaan.
"nek tapi kan...." kata Farah
"nek, istriku kan...." kata Michael.
Farah dan Michael bicara saling sahut-sahutan, sedangkan Eliz hanya mendengarkan semua alasan yang dikatakan kedua cucunya sambil terus menikmati sarapannya.
"nenek sudah selesai" Eliz bangun dari duduknya dan meninggalkan kedua cucunya yang masih sibuk beralasan.
"nekk...nenek" panggil Farah dan Michael namun tak dihiraukan.
Eliz terus berjalan sambil sedikit tertawa bahagia karena sangat senang saat dimeja makan suasana ramai tak seperti biasanya sepi.
*********
"aku pergi du, oh ya kak, untuk mengurus resort aku sepertinya butuh orang yang bisa dipercaya untuk membantuku mengelolanya, Kakak ada rekomendasi karyawan atau siapa yang bisa aku mintai tolong?" kata Farah sebelum benar-benar melangkah keluar rumah.
"baiklah, aku percaya dengan kakak"
"aku pergi dulu ya, dadah baby gemaz, dadah kakak ipar ku yang cantik" Farah masuk kedalam mobil yang sudah terparkir didepan teras rumah.
"aku berangkat dulu, baby, papi mau berangkat dulu, baik-baik dirumah sama mami" Michael berpamitan dengan anak serta istri tercintanya yang selalu mengantar sampai depan teras saat ia akan pergi bekerja.
Farah dan Michael pun pergi menggunakan mobil mereka masing-masing.
*******
"pak kita sepertinya ke arah kanan dulu, ada sesuatu yang mau saya beli terlebih dahulu" kata Farah kepada sang supir pribadinya.
"baik nona"
"pak, sudah berapa lama bekerja dengan keluarga William?" tanya Farah agar suasana dimobil tidak hening.
"sudah lima tahun nona, sejak saya menikah saja" katanya.
"ooh begitu, apa bapak sudah punya anak?" tanya Farah lagi
"sudah nona usia empat tahun, laki-laki" jelas sang supir.
"pasti sangat bahagia ya pak, menikah, punya anak dan saling mencintai" ujar Farah
"Iyah nona, saya bersyukur" ujar sang supir.
begitulah kehidupan yang tak berkuasa dan tak punya harta tapi Tuhan beri kebahagiaan dalam hidupnya dan yang punya harta serta berkuasa tak jarang lika-liku kehidupan menerpa mereka, perselingkuhan, perceraian, saling menyakiti selalu ada didalamnya karena kurangnya rasa syukur.
********
__ADS_1
"selamat pagi Bu boss" sapa para staff pagi ini.
"pagi" sapa Farah kembali.
"Bu, didalam sudah ada yang menunggu"
"siapa?"
"hmmm...ibu lihat saja kedalam"
Farah melangkah keruang kerjanya untuk melihat siapa yang sepagi ini sudah menemuinya.
tap tap tap
suara hentakan heels yang Farah pakai terdengar merdu ditelinga.
senyuman terukir diwajah pria yang sedang menanti kedatangan Farah.
.
.
nantikan kisah selanjutnya....
terimakasih sudah membaca karyaku.
jangan lupa mampir di novel rumah tangga ku yang ke dua.
**Perawat Istriku menjadi Istriku
Ilham menikahi Zihan atas permintaan
ibunya disaat ia sudah menikah
dengan Joanna.
Dua tahun sudah Joanna terbaring
ditempat tidur akibat
kecelakaan yang menimpanya.
Joanna pulih disaat
Ilham dan Zihan mulai bahagia
dengan pernikahan mereka.
Joanna yang tak terima suaminya
direbut mulai membuat kekacauan.
Pernikahan Zihan dan Ilham
yang baru seumur jagung
diterpa badai yang begitu besar.
akan kah Zihan mampu bertahan
diantara badai yang dibuat Joanna**?
__ADS_1