
"Rasaku hanya tertuju untukmu, begitu pula denganmu, rasamu hanya tertuju untukku," kata Kevin sambil mengecap kening istrinya di pagi hari
"Aku yakin, hatiku memang hanya tertuju untukmu suamiku," kata Farah sambil tersipu malu
bagi dua insan yang sedang dilanda asmara, seolah-olah hidup mereka hanya berdua di dunia ini, semua aktivitas dijalankan oleh mereka bersama kini Farah dan Kevin saling bertatapan dengan mesra, penuh kasih sayang ditunjukkan oleh Kevin untuk Farah, berbeda dengan tatapan yang dulu dia berikan kepada Santi, tatapan untuk Santi hanyalah sebuah nafsu belaka, bukan rasa cinta yang seperti dia rasakan kepada Farah saat ini.
Farah saat ini jantungnya berdebar kencang ketika bersama Kevin, hatinya sungguh berbunga-bunga bahagia dan mungkin sulit untuknya jika sehari saja tidak bertemu.
hari-hari yang mereka lewati bersama, seakan tak cukup untuk mengungkapkan seberapa besar rasa cinta yang sekarang mereka rasakan, saat mereka bersama menjalaninya seakan-akan Kehidupan terasa lebih manis dari biasanya, bahkan saat meneguk segelas air putih pun, rasanya manis seperti meneguk air sirup yang sangat menyegarkan dan dapat menghilangkan dahaga mereka.
"hari ini kamu persiapan dulu, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk acara resepsi kita nanti," kata Kevin sambil memakai dasinya.
Farah dan Kevin sangat tidak sabar menanti hari di mana mereka akan menggelar sebuah resepsi mewah, yang akan dihadiri oleh sanak saudara, tetangga mereka dan rekan-rekan bisnis mereka, saat ini Farah sedang berkhayal, betapa indahnya dan betapa meriahnya pesta yang akan mereka gelar ini, Bahkan dia membayangkan dia berdansa bersama Kevin di depan banyak orang rasanya begitu indah.
Farah dan Kevin terhanyut dalam kebahagiaan mereka berdua, sekarang mereka saling mencintai, rasa cinta yang kini mereka berdua rasakan, rasanya segala apa yang Kevin upayakan tidaklah sia-sia, kesempatan kedua dan situasi benar-benar mendukung perasaan cinta mereka.
__ADS_1
terkadang Kevin masih sering merenung, dengan apa yang telah Ia perbuat dahulu, dia yang dibutakan oleh nafsu, karena terpikat dengan keindahan tubuh Santi, sehingga membuat matanya buta, pikirannya buntu dan akal sehat yang berhenti seketika. kini semua itu berlalu, dia mengejar cinta yang benar-benar indah, ketika dia sabar menunggu kesempatan kedua dari Farah, dia belajar menjadi seseorang yang lebih dewasa dan lebih bijaksana.
"Kini apapun yang akan aku lakukan, semua yang telah aku perjuangkan, penuh kesabaran, benar-benar aku syukuri dan aku berjanji akan membahagiakanmu Farah" batinnya dalam hati
Kini setiap harinya, Kevin akan selalu mengungkapkan dan mengucapkan kata sayang dan cinta hanya untuk Farah seorang, masa depan akan semakin bersinar cerah di depan matanya dan masa depan akan terjamin tentang untuk keduanya.
******
"Sayang kira-kira ini bagus nggak? ini pas nggak? buat acara nanti kita, bagus nggak sih kalau dipakai di aku?" tanya Farah sambil melakukan panggilan video call.
Farah kini semakin yakin, bahwa Kevin semakin bijaksana, semakin hari dan dia juga semakin dewasa sehingga bisa memberikan nasehat kepada Farah, yang sedang bingung memilih gaun pengantin untuk acara resepsi pernikahan mereka.
Kevin yang sedang berada dikantornya, tersenyum melihat tingkah laku Farah yang merasa kurang percaya diri, padahal, tanpa gaunpun dimatabkevin, Farah adalah wanita tercantik.
Farah akhirnya, mencoba beberapa gaun untuk dipakainya dan dia merasa salah satu gaun ini cocok dengannya dan nyaman juga dipakai olehnya, Farah memilih gaun tersebut gaun berwarna peach, dengan hiasan yang cukup sederhana, cukup simple tetapi terlihat sangat bagus di tubuhnya.
__ADS_1
"Wah sangat bagus sekali di tubuh anda, terlihat sangat pas sekali, sehingga Anda semakin cantik," kata pelayan butik.
"Aku, pilih gaun yang ini dan setelan. jas yang itu!" unjuk Farah.
*****
saat ini Kevin yang sedang bekerja, mengalami gangguan fokus, jatuh cinta membuat dia setiap harinya memikirkan Farah, pikiran dan fokusnya hanya tertuju pada Farah, sehingga pekerjaan hari ini terasa berantakan, dia seringkali melihat jam yang ada di layar ponselnya, untuk memastikan tidak terlambat pulang ke rumah, dan bertemu istri tercinta.
"Pak Bos ,nggak usah ngeliatin jam terus percuma juga nggak bakalan kabur ke mana-mana, nanti jamnya kalau dilihatin terus, malahan dia minder dan berhenti berputar," ujar Ronal sambil sedikit bercanda.
mendengar perkataan asisten nya Kevin mengerutkan dahinya.
Ronal tau bossnya sedang memikirkan acara yang akan mereka selenggarakan, bosnya pasti ingin membantu Farah menyiapkan semuanya, sedangkan pekerjaannya masih banyak dan tidak bisa ditunda lagi.
Kevin dan Farah ingin menggelar resepsi pernikahan yang sempat ditunda, pada waktu itu Kevin dan Farah tidak ingin status mereka diketahui orang banyak, berbeda dengan sekarang, mereka ingin seluruh negeri tau bahwa mereka pasangan suami istri yang sangat bahagia.
__ADS_1