
Kevin dan Ronal masuk kedalam sebuah cafe, mereka berdua berencana untuk makan siang disana.
"silahkan duduk pak dan ini buku menu nya" ujar sang pelayan restoran ketika Ronal dan Kevin sudah duduk.
"pak Kevin mau pesan menu apa?" tanya Ronal kepada bosnya.
kevin membuka buku menu dan melihat-lihat menu yang sesuai dengan seleranya.
"saya pesan ini dan minumannya yang ini saja" Kevin menunjuk satu menu makanan dan satu minuman.
"saya catat dulu ya pak" pelayan itu mencatat menu pesanan kevin.
"kalau saya mau yang ini dan minumnya ini saja tapi hangat ya" kata Ronal setelah Kevin selesai memesan makanan.
Kevin menutup buku menunya dan saat dia meluruskan pandangannya, Kevin melihat seseorang yang dicarinya sedang tertawa lepas bersama pria yang juga dia kenal.
"Farah?" gumam kevin.
"mba makanannya dibungkus ajah saya ada urusan lain" kata Kevin yang membuat Ronal terkejut.
"baik pak" ujar sang pelayang dan pergi.
"pak, kenapa dibungkus?" tanya Ronal saat pelayang sudah pergi.
"kamu coba lihat kebelakang, persis arah jarum jam dua belas" kata Kevin.
Ronal menoleh kebelakang dan dia terkejut istri bossnya ada di restoran yang sama.
"itu Bu Farah dan pak Hans, wuaaah pak Hans memang sangat gesit dalam mengejar cinta" kata Ronal memuji Hans.
Kevin kesal melihat Ronal memuji saingannya didepannya.
"kita ke mobil dan kita lihat kemana mereka pergi, itu bisa menjadi petunjuk untuk kita" kata Kevin.
__ADS_1
Ronal pun menyetujui rencana bosnya itu.
"Ronal, saya ke mobil duluan, kamu setelah makanan siap segera kemobil, kita makan didalam mobil saja sambil menunggu mereka keluar dari restoran!" perintah Kevin
Kevin berdiri dan melihat kearah Hans dan Farah duduk.
"tawa mu begitu lepas bersamanya dan kamu semakin cantik, apa kamu sudah membuka hati untuk pria itu? apa aku masih punya kesempatan itu?"
Kevin mengalihkan pandangannya dan fokus berjalan keluar restoran. hatinya cukup hancur melihat istrinya tertawa bahagia bersama pria lain. Kevin baru menyadari bahwa Farah memiliki kecantikan yang tak sebanding dengan wanita lain apalagi dengan Santi mantannya.
Kevin menunggu Ronal didalam mobilnya dan juga memfokuskan pandangannya agar tidak kehilangan jejak Farah dan hans.
******
"pak ini pesanannya" pelayan memberikan dua box makanan dan dua cup minuman sesuai pesanan.
"terimakasih" Ronal langsung mengambil kantong makanannya dan langsung menuju mobil Kevin.
"pak ini makanannya" Ronal memberikan box makanan dan cup minuman untuk Kevin.
"siap pak" Ronal menuruti perintah Kevin.
Kevin dan Ronal makan bersama didalam mobil, Kevin sama sekali tidak melepaskan pandangannya kearah depan karena dia tidak mau kehilangan jejak Farah.
"kita kembali ke restoran lagi?" kata Hans saat berada tepat di depan pintu restoran.
"kita ke restoran lagi kak, ada beberapa pekerjaan yang tertunda dan harus aku selesaikan" ujar Farah.
Hans dan Farah menuruni tangga teras restoran dan saat mereka melangkah menuju parkiran Kevin langsung melihat mereka berdua.
"Ronal, bersiaplah, mereka sudah masuk kedalam mobil" Kevin menyimpan box makanannya dan tetap fokus tanpa berkedip.
Ronal merasa kesal, karena belum selesai dia makan tapi harus segera melaksanakan tugas dari Kevin.
__ADS_1
"Ronal" teriak Kevin
"siap pak!" jawabnya sambil terung mengunyah makanan yang sudah terlanjur masuk kedalam mulutnya.
Ronal meletakkan box makanannya dan segera meminum minumannya agar tidak tersedak.
"Ronal!" Kevin sudah tidak sabar.
mereka akhirnya jalan dibelakang mobil yang dikendarai oleh Hans.
"seperti ada yang mengikuti kita" kata Farah.
"hanya perasaanmu saja, semua mobil mungkin akan searah dengan kita saat ini tapi pasti mereka punya tujuan masing-masing" ujar Hans.
"kak Hans benar juga" ujar Farah.
*******
"jangan terlalu dekat khawatir mereka mencurigai kita" pesan Kevin.
"baik pak" jawab Ronal.
tak berapa lama mereka berdua mengikuti mobil Hans akhirnya mobil Kevin berhenti di sebuah restoran dan ternyata restoran itu adalah tempat yang dia datangi kemarin malam.
"ini restoran dimana kemarin aku makan malam, ternyata tidak jauh dari hotel yang aku tempati" ujar Kevin.
"apa kita pulang pak?"
"jangan kita masih harus menunggunya, sepertinya ini restoran yang sekarang dia kelola" tebak Kevin.
Kevin menunggu Farah dan Hans keluar dari restoran namun sudah dua jam saat dia tiba, Hans dan Farah tak kunjung keluar juga.
"berarti dugaan ku benar" gumam Kevin.
__ADS_1
Ronal sama sekali tidak menghiraukan perkataan bosnya, dia sibuk melanjutkan makan siangnya yang tertunda akibat mengejar Farah dan Hans.
"makan yang benar, jangan sampai perutmu sakit!" tutur Kevin menyindir Ronal yang sedang makan seperti sudah tidak makan selama tiga hari.