
Kevin yang sudah tertidur pulas dan tak mendengar kepulangan Santi membuat Santi merasa lega.
Santi tertidur disamping Kevin setelah selesai membersihkan diri.
malam berganti pagi, Siara kokoksn ayam terdengar merdu ditelinga.
"pagi bi sari" sapa Farah pada bi sari
"pagi nyonya" bi sari memberikan senyumannya untuk Farah nyonya rumah yang sebenarnya
"masak apa bi?" tanya Farah
"rencananya mau bikin tumis tauge campur tahu, ayam goreng, sambal dan lauk pendampingnya tahu tempe nyonya" jelas bibi sambil menunjuk satu persatu bahan masakan
"aku yang masak ya bi hari ini kebetulan kan libur kerja aku kangen masak" pinta farah
"tapi nyonya nanti tuan marah" kata bi sari
"tenang ajah bi mereka masih tidur kayaknya" kata Farah sambil menunjuk kamar Kevin.
Farah asik memasak untuk menu makan siang mereka, kebetulan waktu sudah menunjukkan jam sepuluh pagi jadi bi sari sudah memulai menyiapkan makan siang.
"garem bi" kata Farah.
setelah selesai memasak menu makan siang Farah menyerahkan sisanya kepada bi sari untuk diurus.
Farah pergi ke taman untuk membaca novel yang belum sempat ia selesaikan.
__ADS_1
"Santi" Kevin membangunkan Santi yang masih tidur pulas.
Santi perlahan membuka matanya.
"sayang" Santi menarik Kevin dan mengecupnya
"abu alkohol" ujar Kevin dalam hati.
"Santi apa kamu kemarin minum-minum?" tanya Kevin
"maaf sayang" jawab Santi
"Santi kamu sudah berjanji tidak akan menyentuh minuman keras lagi kenapa kamu ulangi dan kenapa kamu keluar rumah sampai larut malam baru pulang" marah Kevin
ternyata saat Santi pulang dan masuk ke dalam kamar Kevin terbangun dan melihat jam yang menunjukkan jam dua belas malam.
"sayang maafin aku, aku kaya begini kan karena kamu" Santi mulai bersuara manja
"kamu tau saat kamu pulang dari acara hotel aku menemukan anting-anting yang hanya sebelah dan pagi nya Farah mencari antingnya yang hilang yang ternyata sama persis dengan yang ada di koper mu" Santi mulai merajuk.
"anting?" Kevin tak ingat sama sekali ia memasukkan anting Farah bahkan ia tak melihat seperti apa bentuknya.
"Kevin kenapa kamu diam? kamu tidur sekamar kan dengan Farah?" selidik Santi.
"Iyah aku tidur sekamar dengannya, tapi aku pun tidak tau karena itu semua ulah Devan kakak Farah" jelas Kevin.
"ternyata benar mereka berdua tidur satu kamar" ujar Santi dalam hati.
__ADS_1
"bagaimana kamu tau kalau aku satu kamar dengannya"
"Farah yang memberi tahuku saat aku mengembalikan anting miliknya" ujar Santi sambil membuang wajahnya.
Kevin yang melihat kekesalan diwajah kekasih tercintanya mulai merasa iba dan hilang rasa marahnya karena Santi mengonsumsi alkohol.
seketika Kevin langsung membujuk Santi dan memberikannya kecupan hangat sampai merekapun melakukan adegan ranjang.
"huft padahal aku sangat lelah tapi apa boleh buat dia menginginkannya" ujar Santi yang tak berselera untuk melakukan adegan ranjang bersama Kevin.
setelah satu jam lebih Santi dan Kevin bermesraan mereka berdua bersiap keluar kamar untuk makan siang.
"bi masakannya sudah siap?" tanya Santi sambil berteriak
"sudah bu" ujar bi sari
"tuan dan ibu mau makan siang sekarang?" tanya bi sari.
"siapkan saja bi" perintah Kevin
bi sari pun kembali ke dapur untuk mengambil menu makan siang.
"kenapa sih dia enggak pernah panggil aku nyonya seperti ia memanggil Farah?" tanya Santi
"karena mereka menganggap hanya ada satu nyonya dirumah ini" jelas Kevin sambil menarik kursi dan duduk.
"makanya kamu cepetan donk ceraikan Farah dan nikahi aku" Santi mulai lagi.
__ADS_1
"sudah diam, kita makan siang dulu dan berhenti membahas pernikahan" ujar Kevin.
Santi yang merasa diabaikan mulai merasa kesal lagi, karena ia sangat berharap menjadi nyonya dirumah ini.