Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Komentar Netizen


__ADS_3

Promosi hotel selesai dan team produksi iklan akan segera menyiarkannya di berbagai media masa seperti majalah, koran, televisi, dan media lainnya melalui aplikasi yang ada di ponsel.


beberapa video yang diunggah melalui aplikasi sudah mendapatkan vote yang cukup mengejutkan pasalnya vote itu belum sehari sudah mencapai seratus ribu viewers membuat team iklan sangat bangga pasalnya baru kali ini unggahan mereka viral dimedia sosial.


"woooow keren banget, parah sih ini mah langsung pecah telor" kata salah satu staff team promosi yang sedang menonton melalui ponselnya.


"bukan pecah telor lagi itu sih namanya telor meledak"


beberapa yang mendengar nya menjadi tertawa sangking senang dengan hasil kerja mereka.


Kevin yang sedang membaca berita melalui tabletnya terkejut melihat foto Farah dan Hans dipajang bersama sebuah artikel promosi.


"hmm, apa bagusnya si Hans itu" kesal kevinyang melihat hanya foto Hans dan Farah yang berada di artikel promosi.


"pak Kevin...pak, lihat ini video promosi Bu Farah baru beberapa jam di unggah sudah banyak viewers nya" Ronal menerobos masuk keruangan Kevin tanpa mengetuk pintu dahulu.


Kevin yang terkejut dengan kedatangan Ronal yang tiba-tiba dan sambil membanggakan video Farah menjadi geram.


"apa bagusnya video itu, harusnya disana ada aku baru akan lebih viral lagi" ketus Kevin dengan wajah yang sangat tidak enak dilihat.


"oooh benar-benar kalau saja ada pak Kevin disini pasti akan lebih meledak pemberitaannya" Ronal langsung menguasai keadaan saat melihat wajah bosnya yang seperti akan menelan orang.


"sudah pergi sana, bekerja bukan menonton hak yang tak perlu" usir Kevin


Ronal pun pergi meninggalkan ruangan Kevin dengan hati yang resah pasalnya bosnya tidak menyukai berita yang ia infokan.


"hmm bilang saja kalah saing" nyinyir Ronal terhadap sikap bossnya saat ia sudah menutup rapat pintu ruangan Kevin.


Ronal sibuk mencari toko bunga, ia menoleh kiri dan kanan secara bergantian, dilihatnya ada toko Bungan diujung jalan, Ronal langsung menancap gas mobilnya agar bisa selesaikan perintah dari pak bosnya.


kriiiing kriiiing satu panggilan masuk ke ponsel Ronal, ia melihat layar ponselnya dan ternyata lagi-lagi dari Kevin.


"Ronal kamu dimana?" tanya Kevin setelah Ronal mengangkat teleponnya.


"lagi ditoko bunga pak" jawab Ronal.


"Ronal, pesankan mawar merah dan jangan lupa tuliskan namaku" Kevin menambah perintahnya untuk Ronal.


Ronal yang mendengarkan bosnya merasa sangat kesulitan, pasalnya Kevin memberikan pekerjaan bertubi-tubi padanya.


kriiing kriiing ponsel Ronal kembali berdering.


"Ronal jangan mawar merah, mawar putih saja lebih bagus" Kevin menutup teleponnya.


"mba maaf tolong bunganya diganti menjadi mawar putih" pinta Ronal.


mawar yang sebelumnya sudah hampir selesai di kebalikan lagi ketempatnya dan diganti dengan beberapa tangkai mawar putih.


kriiiing kriiing bunyi ponsel Ronal.


"Ronal tulip putih saja katanya lebih romantis"


lagi-lagi belum Ronal sempat bicara Kevin sudah langsung menutup teleponnya.


"mba tolong diganti lagi jadi tulip putih" pinta Ronal dengan penuh rasa malu.


"mas yang bener dong, jadinya mau bunga apa? jangan ganti-ganti terus" kesal penjaga toko bunga.

__ADS_1


"maaf mba, ini karena bos saya yang memintanya" Ronal benar-benar malu karena ditegur oleh penjaga toko bunga.


"gini ajah deh pak, bunga yang sebelumnya yang mawar merah dan yang mawar putih di mix dengan tulip jadi kan saya enggak rugi, karena yang pertama dan yang kedua sudah di potong tangkainya" penjaga toko bicara tanpa jeda sehingga membuat Ronal semakin tidak enak.


"ya sudah, rangkai saja semua bunga tadi jadi satu" Ronal pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti.


Ronal membayar biaya buket bunga yang dipesannya dan bergegas pergi ke hotel untuk memberikan buket bunga dari bossnya untuk Farah.


ciiiiit Ronal berhenti mendadak karena ponselnya kembali berdering.


"hallo pak" kali ini Ronal berkesempatan bicara.


"Ronal, sudah selesai pesanan bunga untuk Farah?" tanya Kevin.


"su...sudah pak" jawab Ronal penuh takut, ia takut jika nanti Kevin melihat bunga yang ia kirimkan tidak sesuai pesanannya.


"baiklah kirimkan kepada Farah segera" Kevin menutup teleponnya.


"huft kenapa jadi ribet begini sih si boss" kesal Ronal dengan sikap Kevin yang mulai aneh.


"apa pak Kevin sudah mulai menyukai Bu Farah?" Ronal berprasangka.


Ronal kembali mengendarai mobilnya menuju hotel.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Kania, kamu bagikan makanan ini kepada staff kita" Farah memberikan dua kantong makanan yang tadi dibawa oleh Kevin Han Hans.


"baik Bu" jawab Kania dan langsung membagikan beberapa makanan kepada rekan-rekan kerjanya.


"Bu nasinya boleh buat saya kan?" tanya Kania.


"ambil saja" kata Farah.


mereka semua senang mendapat makanan dari Farah sehingga tidak perlu keluar uang untuk makan siang.


tok tok tok


pintu ruang promosi diketuk oleh Ronal.


"silahkan masuk pak Ronal" sapa Kania.


"saya mau bertemu dengan Bu Farah" Ronal bicara dengan sangat berwibawa.


"ooh silahkan Bu Farah ada di ruangannya" kata Kania yang mempersilahkan Ronal masuk.


"selamat siang Bu Farah" sapa Ronal saat sampai didepan meja Farah.


"siang, Ronal" sapa Farah kepada Ronal.


"Bu Farah, ini buket bunga dari pak Kevin" Ronal memberikan buket bunga yang cukup besar kepada Farah.


"bunga?" Farah melihat bunga yang dibawa oleh Ronal.


"dalam rangka apa?" tanya Farah dengan heran.


"ini dalam rangka..." Ronal mencoba berfikir namun tidak mendapatkan alasan yang tepat.

__ADS_1


"sudah, sudah letakkan saja bunganya dan sampaikan terimakasih ku" Farah mengerti pasti Ronal hanya disuruh dan Kevin pasti membuat asisten pribadinya kesulitan sampai-sampai Ronal tak bisa berfikir lagi.


"lain kali kalau Kevin meminta hal yang membuat mu kesulitan tidak perlu dikerjakan" kata Farah saat Ronal sudah membaliknya badannya.


Ronal menoleh sedikit kearah Farah dan ia hanya bisa tersenyum kepada istri bosnya.


"pak Ronal, bunga dari pak Kevin?" tanya Kania saat Ronal sudah keluar dari ruangan Farah.


"Iyah benar, karna bunga itu aku sampai kena marah penjaga tokonya" curhat Ronal pada Kania.


Kania tertawa mendengar keluhan Ronal, sudah terlihat jelas Ronal sangat kesulitan.


Farah mencari ponselnya dan mengirim chat pribadi kepada seseorang dengan sedikit senyuman diwajahnya.


cekrek satu foto dikirimkan melalu chat pribadi.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Ronal masuk kedalam ruangan kevindan dilihatnya wajah Kevin seperti orang yang akan meledak.


"apa dia tahu aku mengirimkan bunga tidak sesuai pesanannya?" batin Ronal.


"Ronaaaaaaal" teriak Kevin


"maa...maafkan aku pak, tadi penjaga tokonya marah pada ku karena terus mengganti rangkaian bunganya sehingga dia menyarankan untuk menyatukan semua bunga yang sudah di buat, saya benar-benar minta maaf pak" Ronal berbicara tanpa jeda sedikitpun sambil berwajah takut.


Kevin menepuk pundak Ronal dengan sepenuh tenaga, ia tatap dalam asistennya itu sehingga membuat Ronal semakin ketakutan.


"hahahaha Ronal kerjamu kali ini benar-benar bagus, Farah bilang terimakasih, lihat chatnya" Kevin menunjukkan chat Farah kepada Ronal.


"terimakasih bunganya sangat cantik, aku suka" kata Farah melalui chat pribadi yang disertai foto buket bunga.


Ronal bernafas lega ternyata ia berhasil menjalankan tugasnya walau kakinya masih lemas karena prank dari Kevin.


.


.


.hai semua aku hari ini update 2 bab semoga kalian suka dan tetap setia membaca novel ku.


saranghae dan gumawo...


love sekebon buat kalian semua...


baca juga karya teman ku.


Bercerita tentang seorang anak yang bernama Hana yang mengalami trauma karena telah gagal nikah, tetapi tiba-tiba ia masuk kedalam novel yang ia benci yang berjudul "Being the Youngest Brother"


Hana pun menjadi adik dari 2 kakak laki-laki tampan dan terkenal di sekolahnya, yang membuat nya sangat tidak menyukai mereka.


Tetapi ia mengingat dan belum pasti alur cerita tersebut yang menurut nya, akan ada yang membunuh dirinya, yaitu tokoh antagonis yang sedang berpacaran dengan kakaknya di dalam novel.


Ia pun memutuskan untuk bisa membuat sang kakak putus dari pacar nya, agar ia terhindar dari maut kematian itu.


Bagaimana kisah Liuzzi untuk memisahkan sang kakak dan pacar nya?


__ADS_1


__ADS_2