
Bangun bangun banguuun
suara alarm jam weker terdengar nyaring ditelinga Farah, diraihnya jam weker dan dilihatnya, waktu menunjukkan jam enam pagi.
Farah duduk dan melakukan peregangan agar tubuhnya bangun dengan sempurna.
setelah lima menit melakukan peregangan, Farah turun dari tempat tidur dan bersiap untuk joging pagi.
Farah menuruni anak tangga dan terdengar suara dua pria sedang bersenda gurau ditaman belakang.
"seperti suara kak Michael, tapi siapa pria yang sepagi ini dia ajak bicara" Farah segera menyelesaikan langkahnya menuruni tangga dan menemui kakaknya di taman belakang.
"kak" Farah memanggil Michael
menolehkan kedua pria yang sedang asyik bersenda gurau itu.
Farah terkejut ternyata Hans yang sedang bersama dengan kakaknya.
"hai dek, kamu sudah bangun ternyata" ujar Michael.
"deeek, kok malahan bengong sih? kamu kaget ya ada Hans dirumah kita?" Michael melanjutkan perkataannya dan mengakhirinya dengan sebuah pertanyaan.
"ah, aku hanya sedikit terkejut, kapan kak Hans tiba?" tanya Farah sambil ikut duduk dikursi taman.
"kebetulan jam lima pagi tadi aku sampai disini" kata Hans.
"ada urusan pekerjaan?" tanya Farah
"hmmm bisa dibilang seperti itu" jawab Hans.
__ADS_1
"baiklah, aku mau pergi joging dulu, welcome to William's house" Farah meninggalkan dua pria itu dan pergi joging.
******
"ada pekerjaan apa kak Hans di Singapura?" tanya Farah pada dirinya sendiri sambil terus berlari santai.
"hallo Farah, how are you?" tanya seorang wanita yang kira-kira sebaya dengan neneknya.
"hallo, I'm fine" jawab Farah
"you're farah, right? William's grandson?"
"yes, I'm Farah, William's grandson" jawab Farah.
"youre so beautiful, okeh good bye Farah" wanita itu lanjut joging kembali.
Farah merasa dirinya cukup dikenal di komplek ini meski sudah cukup lama ia tidak pulang.
"lapar" Farah mengusap perutnya yang rata dan dia pun kembali pulang kerumahnya untuk sarapan pagi.
"waah non Farah rajin banget pagi-pagi udah koging" sapa uti wanita berusia lima puluh tahun yang sudah bekerja di kediaman William sejak ibunya masih gadis sehingga ia dipanggil Uti yang artinya nenek dalam bahasa Indonesia.
"joging uti bukan koging" Farah mengoreksi perkataan uti.
Uti tertawa geli karena ternyata ia salah mengucapkan kata.
"ayo sarapan dulu, uti sudah buatkan nasi goreng spesial" kata uti
"nasi goreng terasi" bisik Michael kepada Hans untuk menggoda adikknya.
__ADS_1
"apa ada yang salah dengan nasi goreng terasi? aku suka dan papa pun suka" kesal Farah karena terus saja kakaknya menggoda dirinya.
"aku pun suka" celetuk Hans dan Farah melihat kearahnya
"nah, lihat kak Hans juga suka, jadi aku rasa hanya lidah kakak yang tidak suka dengan TE-RA-SI"Farah menekankan perkataannya pada kata terasi.
"sudah kalian makan, jangan terus-terusan saling meledek" kata Eliz yang sejak tadi memperhatikan cucunya terus-menerus saling melempar ledekan.
.
.
.
.
hai semua,,, baca juga novel karya teman ku.
Keira Ophelia menyukai Ryujin Sakurai seorang programmer yang senang membuat game. Suatu hari Ryu mengajak Kei untuk mencoba permainan baru yang dibuatnya. Dalam game itu, Ryu membuat setting tempat dan tokoh karakter yang mirip dengan dunia nyata kecuali dua tokoh tambahan yaitu Iria dan Zen.
Iria diciptakan Ryu sesuai dengan kriteria wanita idamannya sedangkan Zen dibuat berdasarkan kriteria pria idaman Kei. Keira setuju untuk datang mencoba permainan Ryu yang baru.
Sesampainya di tempat Ryu, Kei mulai memainkan game tersebut, namun tiba-tiba listrik di tempat Ryu padam dsn tidak mau menyala. Kei yang putus asa akhirnya tertidur di depan komputer Ryu.
Keesokan harinya, Kei terbangun dan bingung karena ia sudah berada di dalam kamarnya bukan di tempat Ryu. Sebelum berangkat bekerja, Kei datang untuk menemui Ryu dan menjelaskan apa yang terjadi. Namun, betapa terkejutnya Kei saat dia menemukan Iria di dalam apartemen Ryu.
Iria tidak seharusnya ada di dunia nyata, dia ada di dalam game yang Ryu ciptakan.
"Aku yang menarikmu ke dalam dunia permainan ini. Jika kamu ingin keluar dari permainan ini, buatlah supaya Ryu jatuh cinta kepadamu." Kata Iria.
__ADS_1
Apakah Kei bisa membuat Ryu jatuh cinta kepadanya sedangkan di dunia game itu Ryu tergila-gila kepada Iria?