
Kevin dan Hans sama-sama mengirimkan hadiah permohonan maaf kepada Farah, mereka berdua sama saja di mata Farah. dua pria yang sering kali membuatnya jengkel tapi di sisi lain mereka yang selama ini selalu membantunya saat dalam kesulitan.
Farah membuka ponselnya dan dia merebahkan tubuhnya di kasur, Farah mencari aplikasi yang biasa dia baca untuk menghilangkan rasa penat dan lelahnya setelah bekerja.
"mendingan baca novel dulu, refreshing otak biar enggak mikirin dia orang itu!" Farah membuka aplikasi novel dan dia membaca novel kesukaannya.
Farah terkadang tertawa sendiri ketika asyik membaca dan dia juga terkadang memberikan ekspresi sedih diwajanya ketika alur cerita sedang sedih.
membaca novel salah satu kegemaran Farah sejak duduk dibangku Sekolah menengah pertama, dia mengoleksi banyak sekali novel, karena sekarang sudah zaman canggih dia sudah bisa membaca novel lewat aplikasi yang telah di download di ponsel pintarnya.
"far... Farah, kamu tidak makan malam?" teriak Eliz dari bawah.
Farah langsung keluar dari kamarnya.
"tidak nek, aku sudah kenyang, aku ingin beristirahat saja" kata Farah dan menutup kembali pintu kamarnya.
****
setiap pagi sekarang Farah selalu bangun pagi agar bisa. berangkat ke restoran lebih pagi, banyak sekali hal yang ingin dia lakukan, dia sudah mendapat ide untuk menu baru di restoran milik keluarganya.
"kamu tumben banget, pagi-pagi sudah siap" tanya Eliz saat menata sarapan pagi untuk Farah.
Eliz sangat menyayangi cucu perempuannya yang sangat mirip dengan putrinya yaitu ibu Farah. setiap hari Eliz selalu memperhatikan asupan makanan Farah, karena dia tidak mau cucunya jatuh sakit karena tidak makan dengan teratur.
"aku ada rencana untuk membuat menu baru di restoran kita, nek" kata Farah kepada Eliz.
"waaaw, nenek bangga sekali kepadamu Farah, kamu selalu bisa berinovasi" puji Eliz yang bangga kepada cucunya.
"kamu nanti diantar sopir kan ke restorannya? nenek minta kamu dimana pun selalu waspada, nenek tidak mau kamu mengalami hal mengerikan lagi seperti kemarin" ujar Eliz
"tenang saja nek, aku akan selalu waspada, lagi pula aku sekarang selalu bepergian dengan sopir" kata Farah.
Farah saat ini selalu di temani sopirnya kemana dia pergi dan dia harus selalu share lokasi ke Michael ketika bepergian, agar dia bisa selalu mengontrol Farah dan tidak kehilangan jejak adiknya.
"kak Michael dan kak Sofia belum bangun?" tanya Farah.
"mereka menginap di rumah orang tua Sofia, mungkin besok baru pulang" jelas Eliz
__ADS_1
"ya sudah, aku pergi kerja dulu,nek" pamit Farah kepada Eliz
Farah pergi bekerja menggunakan mobil pribadinya dan di temani oleh sang sopir. mereka berjalan dengan kecepatan standar.
"pak, kita mampir dulu di toko kue yang biasa ya, saya ada yang mau di beli" kata Farah.
****
"Ron, nanti saya mau ada urusan, kamu tolong kerjakan beberapa dokumen ini, jika ada yang penting, informasikan kepada saya" kata Kevin.
"urusan ketemu Bu Farah?" ledek Ronal yang tau tujuan bosnya hari ini.
"benar sekali! jadi saya harap kamu bisa bekerjasama dengan saya" ujar Kevin.
"oh ya, kalau mau makan kamu seperti biasa pesan online atau kamu bisa membuatnya sendiri"
Kevin selesai sarapan pagi, dia langsung berjalan keluar rumah dan masuk ke dalam mobil.
"aku bawakan Farah kue deh, untuk cemilan saat bekerja" kata Kevin yang kemudian mengarahkan stir mobilnya menuju toko kue.
sesampainya di sebuah toko kue, Kevin melihat mobil yang terparkir dan sama dengan mobil Farah, Kevin langsung memastikan plat mobil Farah dan melihat kedalam ternyata benar itu adalah supir Farah.
"eh, pak Kevin, Iyah pak saya lagi tunggu Bu Farah" kata supir itu menjawab pertanyaan Kevin.
"Farah ada di dalam?" tanya Kevin lagi.
"Iyah pak, lagi beli kue tiramisu katanya, nah itu Bu Farah keluar" supir menunjuk kearah pintu toko kue yang berjarak cukup jauh dari parkiran mobil.
saat Kevin ingin menoleh ke arah yang di tunjuk oleh supir pribadi farah, terjadi sesuatu hal yang spontan kevin langsung terkejut dan berteriak
"Farah" Kevin melihat Farah di tarik seseorang yang mobilnya terparkir di depan toko kue dan kue yang di pegang ya terjatuh di aspal.
"pak itu siapa?" tanya supir Farah
"pak sepetinya Bu Farah di culik!" kata supir.
"pak, hubungi Michael segera! saya akan mengejar mobil itu!" Kevin langsung berlari menuju mobilnya dan menginjak pedal gasnya dengan kuat sehingga mobilnya melaju dengan cepat.
__ADS_1
"baik pak, hati-hatilah" teriak supir Farah.
Kevin terus mengejar mobil yang ada di depannya, dan dia mengirim chat suara kepada Michael.
"plat nomor mobil B 2001 OPL" kata kevin dan langsung mengirimnya.
*****
"apa? Farah di culik? bagaimana bisa? bukannya kalian sedang dalam perjalanan ke restoran?!" kata Michael ketika mendapat panggilan telepon dari supir Farah.
"benar pak dan tadi kebetulan ada pak Kevin, dia sedang mengejar mobil yang membawa Bu Farah" kata supir.
"baik lah! kau segera pulang dan jangan memberitahukan hal ini kepada nenekku!" perintah Michael dan mengakhiri panggilan telepon.
Michael yang panik langsung menghubungi Kevin setelah menerima chat.
"halo Vin, bagaimana? kamu masih mengejar mobilnya?" tanya Michael.
"aku sedang mengejarnya dan masih terkendali, tapi sepertinya dia memang tidak tau siapa aku jadi mereka berjalan cukup terkendali" kata Kevin.
"mich, aku telepon lagi, sepertinya mereka sadar aku ikuti!" Kevin langsung menutup telepon dari Michael dan terus mengendarai mobilnya namun naas, dia kehilangan jejak karena terhalang sebuah truk besar.
****
"sepertinya benar, mobil putih itu mengikuti kita"
mendengar perkataan pria bertopeng itu, Farah langsung melihat kebelakang namun sayang mobil Kevin tertinggal jauh dibelakang.
"itu pasti Kevin, apa dia mengikutiku? tapi darimana dia tau aku berada di toko kue dan di culik?" batin Farah yang kemudian tertunduk lesu karena dia harus berurusan dengan orang jahat lagi.
"hai, kamu jangan banyak tingkah, jika kamu banyak tingkah! pisau ini akan menancap ditubuhmu!" ancam pria itu.
Farah semakin ketakutan, keringat dingin mulai bermunculan dari tubuhnya, dia benar-benar merasa kali ini mungkin tidak akan ada yang menemukan dirinya.
Farah menangis dengan keadaan tangan terikat, kaki terikat dan mulut di tutup plester hitam, Farah terus meronta-ronta tapi sepertinya itu hanya sia-sia saja, dia tidak bisa melepaskan ikatan di tangan dan kakinya.
Farah hanya bisa berharap bahwa mobil yang mengikutinya adalah Kevin, dia yakin Kevin bisa menyelamatkannya lagi meski kemungkinannya sangat kecil.
__ADS_1
"Tuhan berikanlah petunjuk untuk Kevin atau keluargaku agar bisa menemukanku lagi" doa Farah sambil menangis.