Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
pertengkaran yang tak terhindarkan


__ADS_3

"biii, biii" panggil Farah pada bi sari


"Iyah nyonya" sahut Bu sari sambil menghampiri Farah yang berada di ruang makan.


"bi sarapan pagi apa sudah siap?" tanya Farah sambil melihat kearah bi sari


"suu sudah nyonya, ini bibi mau bawa ke meja makan" bi sari langsung kembali ke dapur.


Farah duduk di bangku dan menunggu sarapan disajikan.


tak lama Santi dan Kevin keluar kamar dan menuju ruang makan, terdengar Santi sedang membujuk Kevin untuk pergi bersamanya.


"sayang kamu kapan mau ajak aku jalan-jalan, selama ini aku jalan-jalan sendiri terus" bujuk Santi dengan gaya manjanya.


..."hmm mana ada jalan-jalan sendiri" guman Farah dalam hati yang mendengar percakapan suami dan simpanannya....


"Farah" panggil Kevin saat tida diruang makan.


"hmm" jawab Farah


"omma meminta kita makan siang bareng di luar dan sepertinya omma akan mengajak kamu shopping" jelas Kevin tanpa melihat ke arah Farah.


"Iyah aku sudah tau" Farah bicara seadanya.


begitulah kehidupan rumah tangga mereka bicara jika perlu dan seadanya, bicara jika hanya ada urusan tentang keluarga besar.


karena orang tua Kevin sedang ke Amerika jadi omma akan lebih sering mengajak Farah keluar rumah untuk menemaninya saat ia bosan.


Farah yang selalu menjadi nomor satu di keluarga Kevin membuat Kevin terasa tersingkirkan sejak menikahi Farah, walau ia tau Farah sejak lama sudah seperti anak dari mama nya tapi tetap Kevin tidak terlalu menyukai Farah.


"sayang aku boleh ikut yaa" bujuk Santi lagi.


"masa cuma dia yang di ajak aku kan juga mau sayang jalan-jalan sama kamu dan keluarga kamu" lanjut Santi sambil bersikap manja dihadapan Farah.


"hmmm" Kevin memberi tanda kepada Santi untuk berhenti merengek.


dalam rumah tangga Kevin dan Farah sudah sepakat jika ada urusan keluarga Santi tidak boleh ikut campur dan Kevin mengerti itu sehingga saat ada urusan keluarga Kevin selalu mengabaikan Santi dan Kevin juga di larang bersama dengan Santi saat diluar rumah untuk menghindari gosip.


"sayang kamu kenapa sih enggak ceraikan dia ajah dan kita menikah biar aku bisa bebas kemana-mana sama kamu" celetuk Santi tiba-tiba.

__ADS_1


braak


Farah memukul meja makan yang terbuat dari kayu jati tersebut sehingga membuat Santi dan Kevin terkejut.


"hei ingat kamu hanya teman kamar Kevin, kamu tidak berhak berbicara dirumah ini" amarah Farah sudah memuncak sejak tadi melihat tingkah manja Santi.


"Farah" Kevin mulai membentak Farah.


"Kevin aku disini bukan hanya menjadi istri mu tapi aku disini menjadi seseorang yang menjaga harkat dan martabat keluarga kita, kamu menerima pernikahan ini dan membawa benalu ini kedalam rumah kita dan aku menyetujuinya tapi dia dilarang semena-mena dirumah ini karena dia bukan nyonya dirumah ini dia hanya teman sekamar mu yang tak punya hak apapun dirumah ini dan dirimu" Farah mulai menitikkan air matanya.


"aku mengerti Farah dan coba lah mengerti juga perasaan Santi" Kevin tak kalah marah.


"Kevin perasaan Santi yang mana yang tak aku mengerti? dia tinggal disini, dia hidup disini bersama kita, aku pun tak pernah semena-mena bersikap kepadanya ada dan tidak adanya anggota keluarga kita saat dirumah, harusnya kalian yang mengerti perasaan ku dengan tidak mempertontonkan kemesraan dihadapan ku" Farah mengungkapkan apa yang ia rasakan.


pertengkaran ini tidak dapat dihindarkan karena memang semua sudah disetujui dua belah pihak yaitu Farah dan Kevin, selama ini pun semua berjalan dengan sangat baik mereka rukun tak pernah bertengkar namun hari ini tingkah manja Santi semakin menjadi dan mulai berani membujuk Kevin untuk membawanya dalam urusan keluarga.


"dia sepertinya cemburu sayang sama aku yang selalu menjadi ratu mu" bisik Santi manja.


"hah cemburu jangan harap aku bukan cemburu tapi jijik dengan kelakuan kalian yang tidak ada ikatan pernikahan tapi tinggal dalam satu rumah dan satu kamar tanpa punya rasa malu terutama kamu Santi" Farah menunjukkan ketidak sukaannya dengan jelas kepada Santi


Santi tiba-tiba melayangkan tangannya dan hampir mau melabuhkan tangannya ke pipi indah Farah namun dicegah oleh Kevin.


"jangan kamu sentuh Farah apapun yang terjadi" Kevin bicara dengan sangat hati-hati agar Santi tidak sakit hati.


"bukan, tapi kalau kamu bersikap kasar pada Farah aku yang akan terkena masalah" jelas Kevin yang lalu meninggalkan ruang makan.


"ingat Farah Kevin tidak akan pernah menjadi milik mu" Santi pun pergi meninggalkan Farah.


Farah yang sendiri diruang makan saat ini hanya bisa terdiam dan semakin geram dengan sikap Santi yang mulai ingin ikut campur.


"Santi kamu lihat sampai kapan kamu bisa berada di sisi Kevin, aku pastikan dia akan membuang mu" Farah pun kembali ke kamarnya untuk bersiap pergi bersama ommanya.


saat di mall


"omma" sapa Farah dengan sangat ceria untuk menyembunyikan kekesalannya kepada Kevin.


"Farah cucu omma" ujar omma sambil mengecup pipi Farah.


"cucu omma aku" ketus Kevin cemburu

__ADS_1


"ooh Iyah dong kamu cucu omma pasti tapi kan Farah juga cucu omma yang cantik" omma menenangkan Kevin namun tetap memuji Farah.


"Farah kok kayaknya kamu kelihatan murung? apa Kevin membuat kamu kesal?" tanya omma yang tak bisa dibohongi oleh raut wajah ceria yang dibuat-buat Farah.


"mungkin karena Farah lelah omma, Farah kan sekarang bantu papa di hotel" Farah memberikan alasan yang masuk akal.


"kamu jangan capek-capek biar bisa kasih buyut buat omma" kata omma yang membuat Kevin menelan ludah saat mendengar omma nya bicara kepada Farah.


Kevin dan Farah hari ini menemani omma nya seharian berbelanja.


"dah omma sudah lelah sekarang omma mau pulang, ayo Farah, Kevin kita pulang"


"baik omma" Kevin mengiyakan dengan cepat karena ia ingin bersama Santi secepatnya.


"Kevin hari ini omma akan menginap dirumah mu dan sopir akan menjemput omma besok sore" perkataan omma membuat Farah dan Kevin mendadak seperti terserang petir di sore hari


"omma mau nginep?" tanya Farah untuk meyakinkan.


"Iyah sayang malam ini omma akan menginap, selama ini orang tua kalian tidak pernah menginap dirumah kalian dan omma juga jadi sekarang omma sangat ingin menginap" omma tersenyum lebar.


Farah dan Kevin saling berpandangan karena bingung harus berkata apa, tak mungkin mereka melarang omma untuk menginap dirumah mereka.


setibanya dirumah Kevin.


"sa..." Santi berhenti bicara saat melihat yang berada dibalik pintu bukan hanya Kevin dan Farah tapi juga ada omma Kevin.


"saya bawakan belanjaannya" Santi mengubah arah bicaranya.


"hmm pasti dia mau bilang sayang tapi terkejut melihat omma" gumam Farah dalam hati saat melihat sikap kikuk Santi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa kasih love dan bunga sekebon yaa buat dukung novel kuu...


__ADS_2