
Farah menabrak seseorang saat tak memperhatikan langkahnya.
"maaf...maafkan aku" Farah meminta maaf dan memberanikan diri melihat sosok yang ia tabrak.
"Farah?" kata pria itu ketika melihat wajah Farah dengan jelas namun penuh air mata.
"Farah, kamu kenapa?" tanya Hans sambil memegang kedua pundak Farah.
"kak Hans" Farah menatap Hans dan air matanya terus mengalir.
dilihatnya oleh Hans pria berjas putih yang berdiri tidak jauh dari tempat nya dan Farah berdiri.
"kevin" kata Hans penuh amarah.
"diamkan disini" kata Hans pada Farah.
Hans berjalan kearah pria yang ia lihat dengan mata yang sudah dipenuhi oleh amarah.
Bugh satu pukulan mendarat diwajah Kevin.
"apa-apaan kau Hans" teriak Kevin sambil menyeka ujung bibirnya yang berdarah karena pukulan dari Hans.
"dengar kan aku Kevin, jangan pernah mendekati Farah lagi!" kata Hans sambil mencengkram kerah kemeja yang dipakai Kevin dan menghempaskan Kevin.
Hans kembali menemui Farah yang masih berdiri sambil menangis.
"ayo kita pulang" kata Hans sambil merangkul Farah.
sebelum dia dan Farah benar-benar keluar dari cafe, Hans memutar sedikit kepalanya dan melihat kearah Kevin dengan tatapan yang tajam.
__ADS_1
Farah masuk kedalam mobil Hans, karena Hans tidak melihat mobil Farah disekitar parkiran jadi ia berinisiatif mengajak Farah pulang dengan mobilnya.
Farah masih tertunduk, ia merasakan sakit ketika tau ternyata Kevin mengajaknya makan malam di cafe dimana memiliki kenangan indah bersama Santi, hatinya sakit dan ia menangis bukan karena ia menyukai Kevin tapi ia kecewa ternyata Kevin masih belum bisa move on dari Santi.
Hans menginjak pedal gas mobilnya, ia mengarahkan mobilnya kearah jalan menuju rumah Kusumo Adi Praga, papa dari Farah.
"kak berhenti disini dulu, aku haus" Farah mulai membuka suara.
Hans memberhentikan mobilnya disebuah supermarket.
"aku akan membelikanmu minuman, tunggulah disini" seatbelt dibuka oleh Hans dan ia turun dari mobilnya.
Farah yang berada didalam mobil menghapus semua jejak air mata yang ada diwajahnya, karena ia tak mau kakaknya atau papanya melihat dirinya menangis.
"apa aku akan tetap melangkah dalam pernikahan ini atau aku akan keluar dari pernikahan ini? sungguh aku hanya ingin keluarga ini tetap utuh, jika kita berpisah mungkin papa tidak akan memaafkan keluarga Kevin, aku tidak mau kehilangan sosok ibu yang selama ini selalu menyayangiku, mam apa Farah harus menyerah?" Farah membayangkan sedang berbicara dengan ibunya Kevin wanita yang selama ini ia anggap sebagai ibu kandungnya begitupun sebaliknya.
Hans masuk kedalam mobil dengan membawa kantong plastik belanjaan.
"terimakasih" kata Farah dengan suara yang masih sedikit terisak.
"jadi karna ini kamu membatalkan makan malam kita?" tanya Hans
"maafkan aku kak Hans, aku fikir ini langkah awal untuk memperbaiki pernikahan kami, tapi tak kusangka disana ada Santi dan disana tempat mereka saling mengikat janji cinta" kata Farah dengan wajah sedihnya.
"sudah diminum dulu airnya biar lebih tenang" Hans membuka botol minumannya dan meneguknya.
"tapi...kenapa kak Hans ada disana juga?" tanya Farah penasaran dengan keberadaan Hans disana.
Hans menghentikan tegukannya karena mendengar pertanyaan dari Farah.
__ADS_1
"Devan menelepon aku"
flashback on
"hallo Hans, Farah akan makan dicafe tarian, boleh aku minta tolong kau kesana aku takut Kevin membuat kesalahan" kata Devan ditelepon.
"baik Devan, aku akan berangkat sekarang" jawab Hans lalu menutup teleponnya.
flashback off.
"hmm Devan selalu mengkhawatirkan mu sejak kejadian tempo hari di club" kata Hans.
.
.
.hai hai hai baca karya temen aku yaaa...
"ampun, apa salahku Ibu,?" teriakan dan tangisan getir dari seorang gadis kecil berusia lima taun. Saat tubuh mungilnya di cubit oleh sang ibu.
"janga panggil aku ibu! Karena aku bukan Ibumu!!" bentak seorang wanita Dewasa yang tengah memukul si gadis malang itu.
"nyonya, sudah nyonya, saya mohon kasihan Nirmala ," seorang wanita pa, mrruh baya datang menghampiri sang Majikan yang tampak tengah murka itu.
Ny. Kania yang mendengarnya, menatap tajam kearah Maid yang berani menghentikan tindakanya itu.
"kau, kau berani menghalangi aku,?!" tanya Ny.Kania berapi api. Tangannya dengan cepat menyambar rambut gadis kecil itu dan menariknya dengan kuat.
"akh sakit Ibu, hiks hiks," Nirmala mebangis sejadi jadinya dan meronta sekua tenaga.
__ADS_1