
Farah menjalankan semua rencananya dibantu oleh orang-orang kepercayaannya.
"semua sudah sesuai rencana" kata anak buah Farah.
"kalau begitu biarkan dia sendiri yang akan mencari tahu semua tentang Santi, tugas kita hanya memberikan clue untuk Kevin" ujar Farah.
Kevin yang sedang berada dijalan menuju kerumah karyawan yang menjaga ruang cctv kantor, sesampainya ia disana, Kevin langsung mengintrogasi karyawannya ditemani Ronal.
"hakim coba kamu ingat-ingat apa ada seseorang yang masuk keruangan ku beberapa hari lalu?" tanya Kevin penuh selidik
"orang asing?" tanya karyawan tersebut.
"apa ada barang bapak yang hilang?" tanya karyawan Kevin.
"tidak, tidak ada yang hilang saya hanya ingin bertanya saja apa kamu lihat hal yang mencurigakan atau orang asing yang masuk keruangan saya?" tanya Kevin lagi
"tidak pak selama saya berjaga tidak ada hal mencurigakan apalagi orang asing masuk keruang kerja bapak" jelas karyawan Kevin.
"apa kamu sudah serat dan besok apa kamu sudah bisa masuk bekerja?" tanya Kevin tentang kondisi kesehatan karyawannya.
"sudah pak, saya sudah sehat namun sepertinya kawan saya masih sedikit flu berat jadi dia masih mendapatkan izin tidak bekerja dari HRD" jawab hakim karyawan yang bekerja sebagai penjaga ruang cctv.
"baiklah, besok kita lanjutkan pembicaraan ini di kantor" Kevin bangkit dari duduknya dan keluar dari kediaman karyawannya.
Ronal memberikan senyuman penuh makna kepada hakim dan memberikan acungan jempol diam-diam.
Kevin dan Ronal kembali kedalam mobil dan Ronal mengendarai mobil menuju rumah Kevin.
"bagaimana pak, apa masih penasaran?" tanya Ronal.
"besok kita lihat jawabannya" kata Kevin.
"memang ada masalah apa pak?" tanya Ronal yang berpura-pura tidak tahu apa yang sedang dialami oleh bossnya itu.
"sudah kamu fokus saja menyetir dan fokus pada pekerjaan mu dikantor tidak perlu ikut campur masalah pribadi ku" kata Kevin dengan tegas.
Kevin menyandarkan tubuhnya ke headrest sambil memijat-mijat kepalanya yang terasa pening dengan permasalahan yang ia hadapi.
wanita yang selama ini sangat ia percaya, yang sangat ia sanjung dan ia yakini takkan pernah bermain api dibelakangnya ternyata memiliki sebuah rahasia besar yang sama sekali tak tercium olehnya.
"Ronal jalan ke appartemen diseberang kantor, aku ingin pergi kesana dan kamu boleh pulang dengan membawa mobil ku" kata Kevin memberi perintah.
"baik pak" jawab Ronal cepat dan langsung melajukan mobil dan menaikkan kecepatannya.
"pasti dia mau bertemu dengan Santi" kata Ronal sambil melirik bossnya dari kaca mobil.
__ADS_1
tak berapa lama Ronal menghentikan laju mobilnya disebuah appartemen yang tak jauh dari kantor bossnya itu.
"sudah sampai pak" Ronal memberitahukan lebih bahwa mereka sudah sampai ditempat tujuan.
"kamu istirahat lah, besok kita bertemu lagi dikantor" Kevin merapihkan pakaiannya dan turun dari mobil.
Ronal memperhatikan langkah bosnya yang masuk kedalam appartemen.
"pak Kevin sekarang berada di appartemen Bu Santi" info Ronal pada seseorang ditelepon.
Ronal kembali melajukan mobil menuju kerumahnya.
Kevin berjalan menyusuri lorong menuju kamar Santi.
tok tok tok
Kevin mengetuk pintu
ceklek
"sayang" Santi langsung memeluk Kevin dan menarik tubuh Kevin untuk masuk kekamar.
Kevin bingung harus marah atau merindukan Santi mengingat gambar yang ada di foto.
"aku?"
"aku kemarin pergi ketempat teman ku dan kembali pada malam hari, kenapa?" Santi memberi alasan dan melontarkan pertanyaan kepada Kevin.
"Santi kamu tak menyembunyikan apapun dari ku?" tanya kevin lagi
"apa yang harus aku sembunyikan kepada mu sayang? aku tak perlu menyembunyikan apapun ketika aku sudah menyerahkan segalanya untuk mu" Santi mulai merayu Kevin untuk mengalihkan pertanyaan Kevin.
Kevin tak pernah tak hanyut oleh rayuan dan sikap agresif Santi sehingga malam ini mereka kembali melampiaskan rasa rindu yang mereka pendam beberapa hari.
Kevin mulai menc*mbu Santi dari bib*r hingga inti Santi, mereka melakukan dengan perlahan dan saling meni*mati rasa.
Farah yang cemas memikirkan Kevin karena ia takut Kevin kembali kepelukan Santi dan rencananya menjadi gagal, Farah terus melihat ponselnya untuk mengetahui jam berapa saat ini karena Kevin belum juga kunjung pulang kerumah.
Farah yang kehabisan akal akhirnya memutuskan untuk menghubungi Kevin namun tak juga mendapat jawaban.
"Kevin semoga kamu tidak terlalu hanyut dalam rayuan wanita itu" gumam Farah penuh kecemasan.
Kevin yang sedang sibuk bermain bersama Santi tiba-tiba terlintas difikirannya kembali foto yang ia terima dan amarahnya kembali muncul sehingga ia menyudahi permainannya.
"sayang kenapa? ayo lanjutkan permainan kita belum selesai" kata Santi sambil memeluk Kevin dari belakang.
__ADS_1
"aku harus segera pergi, Farah pasti menunggu ku" kata Kevin sambi mengenakan kemejanya.
"Farah?" teriak Santi
"sejak kapan kamu memperdulikan wanita itu? apa kamu sudah mulai jatuh hati pada nya?" tanya Santi
"Farah masih dalam kondisi sakit dan orang tua ku sedang pergi jadi kemungkinan ia sendirian" kata Kevin
"ada penjaga dan pembantu mu dirumah sayang jadi dia tidak akan merasa kesepian atau sendiri" Santi terus mencoba menahan Kevin.
"sudah lah Santi aku sedang tidak ingin berdebat" Kevin selesai dengan pakaiannya dan bersiap meninggalkan Santi
"Kevin jika kamu pergi aku beranggapan kamu tidak lagi mencintai ku" ancam Santi pada Kevin
namun Kevin yang tidak memperdulikan kata-kata Santi tetap melangkah keluar kamar dan meninggalkan Santi sendirian.
Kevin melangkah dengan gontai karena ia tidak tau harus berbuat apa jika benar Santi mengkhianatinya, sekian lama ia menjalin hubungan dengan Santi yang tidak pernah tau kapan akan dinikahinya haruskan berakhir dengan perpisahan ketika semuanya terbongkar.
"aku berharap bangun dari mimpi buruk ini dan tetap meyakini cinta nya" Kevin bergumam dalam hatinya yang berusaha menampik semua permasalahan ini.
.
.
.
.
.
.
.
hai baca juga novel teman ku...
Sudah tiga tahun Bara dan anaknya ditinggalkan oleh sang istri, Silvia yang lebih memilih mengejar karir daripada mempertahankan rumah tangganya. Kondisi perekonomian Bara jauh meningkat, namun tidak memiliki wanita di sampingnya. Zack menyarankan agar Bara mau menikah lagi dan mengakhiri kesendiriannya. Namun, Bara masih trauma menjalin hubungan lagi dengan wanita.
Retha, seorang guru TK dengan segala permasalahannya, terpaksa harus mengambil pekerjaan sampingan sebagai pemberi layanan pijat plus plus demi membayar hutang sang ayah dan biaya sekolah adiknya.
Kedua insan yang saling membutuhkan itu akhirnya dipertemukan saat Retha ternyata mendapat panggilan untuk melayani Bara yang ternyata ayah dari muridnya. Meskipun memalukan, Retha tetap melakukan pekerjaannya demi uang. Sementara, Bara juga membutuhkan seorang wanita untuk mengisi kekosongan hidupnya.
Bagaimana kelanjutan kisah Bara dan Retha? Akankah cinta mereka berlabuh?
__ADS_1