
setelah beberapa hari mereka menjalani kencan bersama Farah, ternyata tak hanya sampai di situ. Hans dan Kevin kembali bertingkah bagaikan anak kecil yang mencari perhatian ibunya.
"kamu sudah makan?" tanya Kevin saat sampai di ruang kerja Farah.
"Farah, makan siang lah dulu, aku bawakan makanan untukmu" kata Hans sambil meletakkan box makanan untuk Farah.
"aku sudah makan tadi" kata Farah.
"baguslah, jadi kamu tidak perlu makan makanan yang dibawa olehnya" kata Kevin dengan bada menyindirnya.
"simpanlah, jika kamu lapar bisa dimakan saat itu" kata Hans.
"baik, kak, terima kasih" kata Farah sambil tersenyum.
melihat Farah melempar senyuman kearah Hans membuat hati Kevin terasa terbakar. Kevin tak terima, dirinya merasa Hans selangkah didepannya meski ternyata kenyataannya Farah sudah makan siang.
__ADS_1
*******
hari berikutnya Kevin kembali menemui Farah di restoran dan menuju ruang kerja Farah, selama perjalanan Kevin merasa senang karena dia bisa makan siang bersama dengan Farah, dia membawa dua box makanan dan dia juga membawa minuman untuk dia dan Farah.
"Farah, kita makan ...," Kevin tidak meneruskan kata-katanya.
"hei Vin, ayo makan siang bersama" ajak Hans yang ternyata sudah terlebih dahulu datang dan duduk bersama Farah untuk makan siang.
"ayo Vin, duduklah" ujar Farah yang melihat Kevin juga membawa dua kotak makan.
Kevin berjalan kearah Farah dan dia duduk disofa sambil meletakkan bawaannya. Kevin kembali kesal karena Hans selalu lebih awal dari dirinya.
Kevin benar-benar geram dengan Hans, dia tidak menyangka pria yang setaunya jarang sekali dekat dengan wanita, namun cara dia mengambil langkah seperti pria yang mengencani banyak wanita, cepat, cekatan dan juga berlangkah panjang.
"kau sepertinya sedang berselera makan besar?" tanya Hans sambil menunjuk dua box makanan yang ada dihadapan Kevin saat ini.
__ADS_1
"yah, benar! aku sedang berselera makan, nafsu makanku pun sangat besar, sampai-sampai aku merasa ingin memakan orang!" Kevin menjadi semakin jengkel dengan kalimat yang keluar dari mulut Hans.
"sudah! makan saja tidak perlu berdebat saat sedang makan, itu akan membuat kita terasa menyedihkan, saat makan seharusnya diiringi dengan canda tawa!" Farah menekuk wajahnya dan meneruskan makan siangnya.
Hans dan Kevin menjadi salah tingkah karena perkataan Farah tadi, mereka terdiam dan melanjutkan makan siang dengan lebih tenang.
"kak Hans, besok tidak perlu lagi membawakan ku makanan" ujar Farah.
Hans mendengarnya dan dia hanya terdiam.
"kau dengar? jangan lagi bawa makanan!" ledek Kevin.
"kau juga Kevin, tidak perlu bertanya apa aku sudah makan atau belum dan jangan pernah juga membawakan ku makan siang lagi!"Farah menatap Kevin.
"kalian tau? kelakuan kalian semakin membuatku merasa tak bisa berfikir dengan jernih! aku tidak bisa merenung, aku tidak suka terlalu diperhatikan berlebihan, bersikaplah biasa" sambung Farah dengan sedikit nada marah-marah.
__ADS_1
"ya, aku akan menurutinya" kata Kevin menurut apa yang Farah katakan.
"aku akan berusaha, lagi pula saat ini aku selalu di restoran jadi mungkin aku bisa melakukannya asal tetap bisa melihat wajahmu disepanjang hariku!" sahut Hans tanpa mengalihkan pandangannya terhadap Farah.