Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Melepas ikatan


__ADS_3

Isi *hati memang tak memiliki dasar


Isi hati memang tak pernah bisa dilihat siapapun


Tapi bukan berarti hati tak bisa tersakiti.


seperti hati yang aku miliki


aku bukan malaikat yang tak bisa marah


bukan malaikat yang tak bisa menangis


bukan malaikat yang tak bisa kecewa


bukan malaikat yang selalu tunduk kepada Tuhan nya.


aku hanya manusia biasa yang memiliki amarah, kecewa dan punya air mata yang akan mengalir jika hatinya tersakiti*.


Farah memandang bintang-bintang yag bertaburan dilangit saat sedang berada di rooftop kamarnya, hatinya yang telah disakiti Kevin tak bisa lagi menampung semua nya.


"aku tak tahu Kevin apa dengan keputusan ku, kita semua akan hidup jauh lebih baik, terutama untuk mu, aku berharap kamu. Isa hidup dengan baik dan lebih menghargai orang lain"


Farah berbicara kepada dirinya sendiri, menatap bintang seolah sedang berbicara dengan Kevin.


*******


tok tok


seorang wanita membukakan pintu rumah yang sangat besar dan mewah.


saat pintu terbuka Farah yang berdiri didepan pintu langsung menyapa wanita itu.


"mam" sapa Farah sambil memeluk ibu mertuanya


"Farah" teriak Ratih yang bahagia melihat menantunya berada dirumahnya.


"kamu apa kabar sayang?"


"baik mam" Farah mengandeng ibu mertuanya dan mereka duduk diruang keluarga.


"Farah, mama sudah mendengar berita tentang mu dan Kevin, perempuan itu benar-benar sangat jahat!" kesal Ratih


"sudah lah mam, itu semua sudah terjadi, Farah kesini bukan untuk membahas hal itu"


"maafkan mama Farah, mama tidak bisa berbuat apa-apa untuk mu, disaat Kevin terang-terangan menyakiti hati mu, mama sama sekali tidak mengetahuinya, mama juga terlalu serakah, mama menikahkan mu dengan Kevin hanya karena mama ingin memiliki mu sebagai putri mama seutuhnya"


Ratih menangis menyesali perbuatannya, kasih sayang Ratih kepada Farah dan sudah menganggapnya sebagai anak perempuannya, membuat Ratih ingin menjadikan Farah menantunya, tanpa Ratih ketahui ternyata Kevin memiliki hubungan dengan wanita lain yang statusnya tidak selevel dengan keluarga mereka dan itu juga yang menjadikan Kevin tidak memperkenalkan Santi kepada orang tuanya.


"mam, mama tidak salah, hanya mungkin takdir baik tidak berpihak kepada kami berdua" Farah memeluk mertuanya.

__ADS_1


mereka berdua pun berbincang melepas rasa rindu, karena sejak Farah tinggal dirumah papanya, mereka tidak bertemu.


"Farah mumpung kamu disini, mama sudah membuatkan puding kesukaanmu, tunggu sebentar mama ambilkan" Ratih pergi kedapur.


"lepas kan...lepaskan aku"


suara yang tidak asing ditelinga Farah terdengar sedang berteriak didepan rumah mertuanya.


Farah keluar dan melihat untuk meyakinkan bahwa itu adalah suara Santi. 1st


"Santi"


"Farah aku harus bicara denganmu dan mama Kevin" kata Santi berusaha untuk masuk.


"nyonya muda kami sudah menghubungi tuan Kevin dan dia dilarang untuk masuk kedalam" kata satpam


Farah sudah kehabisan kata dengan ulah Santi.


"kali ini apa yang kau rencanakan Santi?" tanya Farah dengan suara yang tak seorang pun akan mendengarnya.


Farah menuruni tangga teras rumah mertuanya.


"Santi, untuk apa kamu kemari? jangan membuat kekacauan dirumah mertuaku, sudah cukup kemarin kamu membuat kekacauan dengan ku, apa semua itu tidak membuatmu puas?" bentak Farah.


"Farah, kamu tidak tahu soal apapun, aku kemari karena ada hal penting yang perlu disampaikan" Santi yang dipegangi oleh satpam terus memberontak.


"santii!!!" Kevin berteriak saat hendak turun dari mobilnya.


Kevin menutup pintu mobil dan langsung menghampiri Santi.


"Ikut aku" Kevin menarik kasar Santi.


"Keviiiiiin" teriak Ratih saat melihat anaknya menyeret Santi.


Kevin menghentikan aksinya dan melihat mamanya.


Ratih menuruni tangga dan bersama Farah ia menemui Santi.


"ternyata seperti ini wajah wanita yang menggoda anakku" kata Ratih dengan tatapan kebencian.


"nyonya, aku mohon izin aku bicara dengan mu" Santi berusaha melepaskan cengkraman Kevin.


"apa yang ingin kau bicarakan? ayo pergi dari sini" paksa kevin.


"stop Kevin, aku harus bicara dengan ibumu, ini tentang masa depannya" kata Santi dengan menunjukkan raut wajah kesedihan.


"apa maksudnya?" tanya Ratih.


"sebelumnya, nyonya pasti sudah tahu hubunganku dengan Kevin seperti apa..."

__ADS_1


"cukup! langsung keintinya saja apa yang kau mau? uang? jabatan?" Ratih memotong pembicaraan Santi.


"nyonya, aku hanya ingin Kevin bertanggung jawab atas janin yang ada di rahimku" Santi menyentuh perutnya.


"apa?" Farah, Ratih dan Kevin tersentak dengan apa yang diucapkan oleh Santi barusan.


Farah menggelengkan kepalanya, tak menyangka Kevin bisa-bisa membiarkan wanita ini mengandung anaknya, padahal jelas awal perjanjian Kevin tidak akan pernah menghamili Santi meski mereka berhubungan b*dan.


"jangan bercanda kau Santi!" Kevin melambungkan tangannya diudara bersiap melakukan pendaratan kasar di pipi Santi.


"cukup Kevin!" Ratih berteriak menghentikan tindakan yang akan anaknya lakukan.


meski Santi sangat dibencinya, tapi Ratih tidak mau jika sampai seorang wanita diperlakukan kasar, terlebih disini anaknya pun punya andil dalam kejadian ini.


"hentikan Kevin, meski dia bukan wanita baik-baik tapi jangan berlaku kasar kepada seorang wanita" ujar Ratih penuh kekesalan.


Santi mendengar hal itu pun tersenyum, merasa bahwa Ratih lambat lain akan menerimanya dan menjadikannya menantu keluarga Atma Jaya.


"Kevin, kamu telah melanggar perjanjian kita" Farah mulai berbicara.


Kevin langsung memandang kearah Farah dan bersimpuh dihadapan wanita yang sedang ia perjuangkan.


"Farah, percaya pada ku, aku tidak akan melanggar semua perjanjian kita, selama ini aku melakukannya dengan memakai pengaman, tidak akan menghasilkan janin dirahimnya, ini pasti akan bulusnya" Kevin menoleh ke Santi sambil melebarkan kelopak matanya.


Farah hanya terdiam mendengarkan alasan yang keluar dari mulut kevin, kini tidak ada lagi alasan yang akan ia dengar.


"tuhan, kali ini aku menyerah, ku putuskan tali pengikat diantara kami, aku pasrah dengan takdir yang kau berikan kepada ku" Farah menguatkan hatinya agar tak goyah dengan keputusannya kali ini.


"Farah, kali ini mama memohon kepada mu untuk meninggalkan Kevin, mama tidak mau kamu semakin tersakiti" Ratih menggenggam kedua tangan Farah erat.


"Farah, aku mohon percayalah pada ku Farah" Kevin terus merajuk.


"Kevin, aku tak bisa menerima alasan apapun lagi" Farah membuang mukanya dan berlari.


"Farah...Farah dengarkan aku Farah, wanita ini sedang bersandiwara agar kita berpisah" teriak Kevin saat Farah berlari kearah mobil.


Farah masuk kemobil dan segera menginjak pedal gas sekuat tenaga yang ia punya saat ini.


"Farah...Farah" Kevin mengetuk pintu mobil Farah sambil terus mengejar mobilnya.


Farah menghilang dengan cepat dari pandangan Kevin, dan kevin pun terduduk lemas diaspal rumah orang tuanya.


Kevin terhanyut didalam kesedihan untuk sementara dan ia segera bangkit lagi, berjalan dengan cepat menuju Santi.


"katakan yang jujur, anak siapa yang sedang kau kandung? pacar gelap mu, ooh salah akulah selingkuhan mu dan dialah kekasih mu yang sesungguhnya" Kevin melihat kasar kearah Santi, Santi sangat ketakutan saat melihat ekspresi wajah Kevin yang begitu menyeramkan.


Santi mencoba menenangkan dirinya agar tidak goyah dan tetap menjalankan rencananya.


"kamu salah Kevin, ini adalah anakmu" senyum Santi yang penuh dengan rencana liciknya.

__ADS_1


__ADS_2