
Singapura negara yang memiliki ibukota dengan nama yang sama dengan nama negaranya yaitu Singapura.
Zihan, Michael dan istrinya tiba di Singapore Changi Airport pukul 15.00.
Bandara ini memiliki 44 terminal dan Jewel Changi, yang memiliki sepuluh lantai yang menghubungkan tiga terminal, yaitu terminal 1.2,dan 3, didalam satu ruangan menggabungkan seni yang indah, arsitektur, dan alam, memuat setiap pengunjung yang datang bisa memanjakan mata mereka.
Farah yang sudah lima tahun tidak kembali ke Singapura karena harus kuliah dan juga menikah diindonesia.
"mobil kita sudah datang" kata Michael sambil menunjuk kearah mobil yang terparkir.
mereka berjalan menghampiri mobil keluarga Praga.
Farah naik kedalam mobil Mercedes Benz tipe S400 sedangkan Michael dan keluarganya menaiki mobil BMW X5 xDrive 35i, mobil pun mulai dinyalakan dan dijalankan oleh supir pribadi mereka.
"katakan kepada Sarif untuk menuju restoran biasa terlebih dahulu" perintah Michael kepada supirnya dan diangguki oleh sang supir.
Mole supir pribadi Michael menyalakan alat yang ada di telinganya, alat itu didesign khusus untuk saling terhubung dengan para penjaga serta supir.
"merapat ke resto bakoste" kata Mole.
mobilpun yang awalnya berjalan sedikit terpisah langsung saling berjalan beriringan.
"mau kemana kita Pak Sarif?" tanya Farah yang melihat tiba-tiba mobil berkumpul.
"perintah pak Michael untuk pergi ke restoran bakoste" jawab Sarif dengan sigap.
Farah mengangguk dan mengerti maksud kakaknya membawa dia kesana.
******
"hati-hatilah" Michael membantu istrinya menaiki tangga restoran.
"kak" panggil Farah.
"masuklah lah" perintah Michael.
"selamat datang pak bos, Bu boss dan boss kecil" sapa mereka semua dengan berbaris rapih menyambut kedatangan boss mereka.
restoran bakoste adalah salah satu usaha yang didirikan oleh William kakek dari Farah, seorang pria yang memiliki kesukaan terhadap makanan dan istrinya yang pandai sekali memasak membuatnya membuka restoran dengan berbagai menu yang pernah dihidangkan Eliz untuknya.
"apakabar boss kecil?" tanya seorang wanita yang sangat familiar diingatan Farah
"Nenek" Farah memeluk Neneknya dari pihak ibu.
tangisan Farah kembali pecah saat memeluk wanita yang sangat memanjakannya sejak kecil.
"apakabar sayang ku" kecup Eliz di pipi Farah.
"baik nek" jawab Farah dengan menatap neneknya.
"bagaimana perjalanannya? apa ada kendala?"
"tidak nek, sangat lancar" senyumnya.
__ADS_1
"nek, Farah sudah besar bolehkan jangan panggil boss kecil lagi" kata Farah.
neneknya dan yang lain tertawa kecil mendengar protes Farah tentang panggilannya.
"bukan kah kau dulu bilang ... PANGGIL AKU BOSS KECIl SAMPAI KAPANPUN" Eliz mempraktekan cara bicara Farah saat itu.
boss kecil adalah panggilan yang dibuat oleh Farah sendiri saat usianya lima tahun, saat itu para karyawan memanggil kakeknya dengan sebutan boss besar namun memanggilnya hanya dengan nona saja, Farah iri sehingga bicara seperti itu.
"tapi aku malu nek, dulu memang begitu karema aku masih kecil" mohon Farah kepada neneknya.
"baiklah sekarang kau akan dipanggil direktur utama disini" ujar neneknya yang membuat Farah membelalakkan matanya.
"aku jadi direktur?" tanyanya sambil menunjuk diri sendiri.
"benar, nenek sudah mendengar kehebatan mu dalam membatu kemajuan hotel papa mu" jelas Eliz.
"bantulah restoran ini berkembang lebih baik dari saat ini" peluk Eliz.
"Farah akan berusaha nek" jawabnya.
.
.
.
"ayo kita makan, ini adalah menu spesial di restoran, bebek goreng sambal gula-gula, ayam panggang bumbu pedas manis saus mangga, seafood dan ada nasi hijau" jelas Michael yang sudah hafal nama-nama masakan direstoran milik keluarganya.
"pantas saja kakak semakin melebar, ini toh rahasianya" ledek Farah
semua tertawa bahagia, keadaan ini membuat Farah sejenak melupakan kesedihannya.
.
.
********
"istirahatlah" kata Michael dan menutup kamar Farah.
Farah merebahkan tubuhnya di ranjang dan melihat langit-langit kamarnya.
"banyak kenangan indah masa kecil disini" Farah mengenang masa lalunya.
"kek Farah pulang, apa kakek senang?" kata Farah sambil menatap bingkai foto yang tergantung dikamarnya, foto saat dirinya dipeluk dan digendong oleh kakeknya saat masih kecil.
******
Singapura dipagi hari.
"Selamat pagi keponakan Anty" Farah menyapa keponakannya yang sedang berada di gendongan baby sitternya.
"pagi Anty yang cantik" sapa kakak ipar nya
__ADS_1
"hai kak, dimana kak Michael?" tanya farah sambil mencari-cari keberadaan kakaknya.
"dia sedang di taman, mengurus tanamannya, kamu tau kan dia sangat hobby berkebun"
Farah langsung pergi ke kebun belakang untuk melihat kakaknya.
"tukang kebun disini sangat tampan-tampan ya ternyata" goda Farah
Michael menoleh kebelakang dan ia lihat adiknya sedang berjalan menuju kearahnya.
"hmmm, sudah bisa meledek kau sekarang?" ujar Michael sembari meletakkan gunting rumput yang dipegangnya.
"kak, ajak aku jalan-jalan, sudah lama kan, aku tidak pulang"paksa Farah .
"tunggulah, besok akan ada seseorang yang menemanimu jalan-jalan, jadi bersabarlah"kata Michael dengan menepuk pundak adiknya.
Farah pun penasaran siapa yang akan menemaninya jalan-jalan.
"apa kakak menyewa jasa tour guide untuk menemaniku jalan-jalan" Farah bertanya-tanya dalam hatinya.
Farah menyusul kakaknya masuk kembali kedalam rumah.
"kak, aku maunya jalan-jalan sama kakak sekarang"rengek Farah sambil menggoyang-goyang tangan Michael.
"kakak yakin kau akan lebih suka pergi bersamanya" Michael tetap tak menuruti keinginan Farah.
"benar kata kakak mu, besok pergi bersamanya akan jauh lebih menyenangkan" sambung neneknya ketika sampai dilantai dasar rumah William.
"jadi nenek sekarang lebih memihak kak Michael dari pada aku?" farah memeluk neneknya penuh manja.
"nenek bukan memihak kepada kakak mu tapi hanya membenarkan perkataan kakak mu" ujar Eliz sambil mengelus pipi Farah.
"baiklah, kali ini aku akan mendengarkan kata-kata kakak" senyum Farah.
Farah bukanlah anak yang manja, bahkan saat kuliah pun, Farah belajar dengan giat agar mendapatkan bea siswa meski ia adalah anak dari keluarga kaya.
******
Memandangi awan gelap yang bertaburan bintang adalah hal yang paling disukai oleh Farah.
Malam ini Farah kembali menatap awan yang bertaburan bintang, indah dan damai dihati.
"bintang selalu berada disisi awan dan menjadi cahaya penerang bagi awan, aku berharap hati ku yang gelap ini bisa menemukan bintang yang bisa membuat hatiku memiliki terangnya" farah bergumam kepada dirinya sendiri sambil menarik nafas panjang menikmati sejuknya udara malam.
Farah kembali memikirkan apa yang dikatakan oleh kakknya tadi siang.
"siapa seseorang yang dimaksud kakak Michael dan nenek?" Farah berfikir sambil tetap menatap bintang.
.
.
.
__ADS_1
.hai semua nya aku harap alur cerita hari ini tetap disukai, othor tetap berusaha menyajikan alur cerita yang menarik dengan sedikit konflik didalamnya, tunggu bab berikutnya.