
Farah kini sementara tinggal bersama ayah dan kakaknya Devan, rumah yang sangat megah itu begitu banyak kenangan indah saat ia masih belia.
"Non" mbok Ti yang membantu mengurus Farah sejak bayi itu memanggil Farah dengan mata yang berkaca-kaca.
Mbok Ti memeluk Farah yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri, usia mbok Ti sudah menginjak empat puluh lima tahun, wanita paruh baya itu bekerja dirumahnya bersama suami dan anaknya, sehingga sudah dianggap seperti keluarga, mbok Ti dan keluarganya tinggal disebelah rumah Farah, rumah yang dibangun khusus oleh ayahnya.
"Mbok, jangan menangis, Farah baik-baik saja kok" Farah mengusap air mata yang jatuh di pipi pengasuhnya itu.
"andai dulu simbok maksa buat tinggal dirumah den Kevin pasti simbok akan menjaga non Farah, simbok enggak akan tinggal diam" mbok Ti menggenggam kedua tangan Farah.
"sudah mbok, jangan dibahas lagi, lebih baik sekarang kita bikin sarapan bareng, udah lama kan Farah enggak pulang kerumah" kata Farah.
Farah dan Mbok Ti berjalan beriringan menuju dapur yang didesign khusus untuk Farah yang gemar memasak jika ada di dirumah.
design dapur keluarga Praga yang bernuansa abu-abu putih dengan design yang cukup sederhana membuat Farah sangat nyaman memasak didapurnya.
Farah dan Mbok Ti membuat menu sarapan yang disukai oleh Devan yaitu wafle dengan selai strawberry, Farah membuat selai strawberry sendiri karena memang Devan tidak suka selai strawberry instan yang dijual di supermarket.
"Mbok, ambilkan gula" pinta Farah sambil terus mengaduk strawberry yang sudah dia panaskan di dalam panci khusus.
Farah dengan lihai menyiapkan menu sarapan untuk ayah dan kakaknya, Farah ingin menu buatannya bisa membuat hati kakaknya sedikit mendingin.
"hallo sayang" sapa Kusumo kepada Farah yang sedang sibuk menata sarapan di atas meja.
"hai pah, sarapan yuk, aku udah buat sarapan khusus untuk papa dan ka Devan" Farah tersenyum.
"kakak mu belum turun dari kamarnya?"
"belum oah, nanti Farah panggil kak Devan" Farah berjalan menuju tangga dan menaiki anak tangga satu persatu untuk menuju kamar kakaknya.
diketuknya pintu kamar Devan oleh Farah namun belum ada sahutan, diketuknya lagi pintu dengan kuat agar lebih terdengar.
__ADS_1
"siapa?" tanya Devan
"kak, ini aku, sarapan dulu yuk, aku udah buatin wafle kesukaan kakak" Farah melongok sedikit di pintu kamar yang memang agak terbuka sejak tadi.
"nanti aku turun" kata Devan sambil memakai jasnya.
Farah dan papanya menunggu Devan di ruang makan untuk sarapan bersama dan tak lama Devan pun menunjukkan dirinya lalu bergabung bersama mereka berdua.
"wafle strawberry buat kak Devan dan yang coklat untuk papa" Farah memberikan wafle yang sudah ia hias kepada kedua orang yang sangat ia sayangi.
"kamu rasa apa?" tanya Kusumo.
"karena aku sayang kalian jadi wafle ku strawberry mix coklat" Farah tersenyum berharap kakaknya akan kembali tertawa dengan tingkahnya yang sedikit konyol.
benar saja Devan sedikit tersenyum kearahnya.
"dasar konyol" Devan tertawa kecil.
"kak, maafkan Farah" kata Farah
"kakak mau apa kan Kevin?" tanya Farah.
"kita lihat saja dia tak akan mudah mendapatkan dirimu, dia fikir dia siapa yang bisa seenaknya membuang lalu mengambilnya lagi" ketus Devan.
Devan bicara sambil menikmati wafle buatan Farah, wafle yang sudah lama tidak ia rasakan selama Farah menikah dengan Kevin, Devan luluh dengan Farah namun tak semudah itu untuknya memaafkan Kevin dan ia tak akan membiarkan Kevin mendapatkan adiknya kembali.
..."aku tidak akan membiarkan mu memiliki adikku Kevin, kau akan rasakan betapa sakitnya tidak dianggap oleh orang lain" batin Devan....
setelah selesai sarapan Devan dan Farah bergegas untuk pergi bekerja, hari ini mereka akan memilih beberapa foto yang akan dijadikan cover majalah untuk iklan hotel.
"kamu berangkat bareng kakak dan pulang juga barenga kakak" kata Devan.
"huft" Farah menarik nafas panjang.
__ADS_1
dia memang sudah dimaafkan oleh kakaknya namun tetap tidak bisa lepas dari pengawasan kakak sulungnya itu.
Farah tahu betul watak Devan yang tak mudah memberikan kesempatan kepada orang lain.
"Kevin, jika kamu ingin menyelamatkan rumah tangga kita, maka berusahalah dengan gigih, karena aku yakin takkan mudah memperbaiki semuanya" Farah berbicara dalam hatinya sambil melirik kearah Devan.
.
.
.
.hai hai hai baca terus kelanjutan Kisah Farah dan Kevin ya bestie dan juga aku punya beberapa referensi novel untuk kalian.
jgn lupa like, tap favorit dan kasih othor bunga atau kopi yaaa biar semakin semangat bikin cerita yang alurnya lebih menarik untuk kalian semua, semoga beberapa referensi ini bisa jadi novel favorit kalian juga... happy reading and always happy life... cup cup cup untuk para pembaca setia ku semuanya....kalian semangat ku ketika pembaca semakin banyak aku semakin semangat membuat ceritanya...
.
.
.rekomendasi novel untuk kalian
Judul : My Possessive Billionaire
Nama Pena : Desy Puspita
Menjadi pengantin tanpa mempelai, Syakil Agha Mahendra menelan pil pahit di hari pernikahannya. Sakit, malu dan bingung berpadu kala calon istrinya pergi tanpa kata beberapa saat sebelum akad.
Sejak hari itu, Syakil memandang dunia begitu berbeda. Tidak ada kehangatan dalam dirinya, yang ada hanya kerja, kerja dan kerja. Sibuk meniti karir dan mengepakkan sayap di dunia bisnis hingga namanya dikenal menjadi miliarder ternama di usia muda.
Hingga, tanpa terduga takdir mempertemukannya dengan wanita yang begitu mirip dengan kekasihnya. Pertemuan yang merupakan awal munculnya obsesi Syakil untuk mendapatkan kembali wanita itu.
"Lepaskan, aku bukan wanita yang kamu maksud!!" - Amara Nairy
__ADS_1
"Sampai mati kamu hanya milikku, Ra. Jangan coba-coba pergi lagi jika ingin hidupmu baik-baik saja." - Syakil Agha Mahendra