
dua hari sudah berlalu, Farah yang sudah sangat sehat bersiap untuk kembali bekerja, dia sudah satu Minggu lamanya berbaring dikamar dan hanya melakukan aktifitas disekitar kamarnya, rasanya bosan sehingga setelah semua saran dokter dia lakukan, dia siap untuk kembali mengelola restorannya.
"aku siap ... aku siap, aku akan bekerja" Farah bersenandung sendiri.
"tas sudah, sepatu sudah, makeup sudah, baiklah sekarang waktunya kita berangkat" semangat Farah.
Tap Tap Tap
Farah menuruni setiap anak tangga dengan hati-hati.
duarrr
suara party popper terdengar.
"selamat sudah sehat kembali" sambutan rasa syukur mereka atas kesembuhan Farah.
"waaaw terima kasih aku sangat senang" Farah melihat kertas warna warni melayang di udara.
"ayo sekarang kita sarapan, nenek sudah sangat lapar karena menunggumu yang terlalu lama berdandan" ujar Eliz sambil menuntun Farah.
"baik lah nenek ku sayang" Farah mengecup punggung tangan neneknya dan menyentuhnya.
mereka semua sangat bahagia karena Farah sudah sehat kembali.
"ayo baby buka mulut mu, hari ini aunty akan menyuapi mu lagi"
baby tersenyum saat di suapi oleh aunty nya yang sangat cantik dan baik hati.
*****
__ADS_1
Farah mengendarai mobilnya menuju ke restoran tempatnya bekerja, meski dia adalah seorang direktur sekaligus seorang cucu dari pemilik restoran dan resort, Farah tetap giat bekerja karena dia berfikir disana dia digaji sama seperti staff yang lainnya, jadi dia tidak ada hak istimewa disana, karena dia sama statusnya sebagai karyawan.
preeeeet preeeeet preeeeet
terompet dibunyikan saat Farah menginjakkan kakinya di depan pintu restoran. ternyata mereka semua telah mempersiapkan sebuah sambutan yang meriah untuk Farah.
"selamat datang kembali Bu Farah, direktur kami yang baik hati dan sangat cantik" semua berseru serempak.
disana dia tidak melihat Hans ikut menyambut kehadirannya kembali.
"kemana kak Hans?" tanya Farah dalam hati
raut wajah Farah yang melamun membuat para staff menyadari akan sesuatu.
"Bu Farah, maaf pak Hans hari ini sedang ada pekerjaan keluar jadi dia meminta kami menyambut Anda walau tanpa kehadirannya" jelas Maria.
"ah, Iyah tidak apa" Farah tersadar bahwa seluruh staff nya menyadari apa yang dia fikirkan.
"tidak ... tidak apa Bu Farah, bahkan kami yang seharusnya meminta maaf karena tifak menjenguk anda saat sedang sakit" ujar Jono.
"tidak apa pak Jono, saya tahu kalian kan harus bekerja dan pastinya restoran sangat ramai sekali" tutur Farah memaklumi.
"benar Bu, bahkan kami hari ini sudah mendapat lima puluh pack pesanan untuk mie yang harus diantar jam sebelas siang" Maria memberi tahukan kondisi pesanan.
"bagus dong, kalau begitu kita harus bekerja secepatnya agar pelanggan tidak merasa kecewa"
"kalian siap bekerja?" teriak Farah penuh semangat.
"SIAP" jawab mereka semua.
__ADS_1
Farah tersenyum bahagia karena seluruh staffnya selalu bersemangat dan bekerja dengan sebaik mungkin agar pelanggan selalu puas dan puas.
Farah yang mengetahui banyaknya pesanan yang datang memutuskan untuk membantu mereka mempersiapkan pesanan sebelum restoran buka.
"kuah siap?" teriak asisten koki
"siap" beberapa pembantu asisten koki mulai mengemas.
"mie sepuluh porsi siap" teriak kepala koki.
"siap" teriak mereka lagi.
sebagian ada yang membungkus kuah dan sebagian ada yang menata mie, sedangkan Farah membantu memeriksa suhu agar saat sampai di tempat para pelanggan mie tetap dalam keadaan hangat dan kuahnya tetap panas.
"lima puluh pack mie kuah siap diantar" teriak kepala koki dengan penuh semangat.
"Siap antar" teriak para kurir restoran yang sudah siap dengan segala perlengkapan nya.
mie dimasukkan kedalam box agar tetap terjaga suhunya dan mereka siap berangkat mengantar paket ke para pelanggan.
"terima kasih Bu Farah sudah membantu kami, sehingga tepat waktu menyelesaikannya" kepala koki melihat jam yang tergantung di dapurnya tepat jam sepuluh dan para kurir sudah berangkat agar tidak terlambat.
"sama-sama pak Jono, ini juga sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai direktur karena agar restoran ini menjadi besar kita harus membuat team yang kuat agar bisa bekerja sama dengan baik" tutur Farah.
"Bu Farah emang the best" pak Jono mengacungkan kedua jari jempolnya.
Farah tertawa melihat tingkah kepala koki yang memujinya.
*****
__ADS_1
"aku harus bergegas, aku mau mencari tahu kabar Farah saat ini" Kevin bersiap untuk pergi menemui Farah.
Kevin memakai kemeja, dasi dan jasnya seperti biasa agar bisa terlihat tampan di hadapan Farah.