
kehidupan bukan hanya tentang mu, tapi juga tentang semua yang ada di sekelilingmu.
kita tidak pernah bisa menentukan seperti apa kita akan hidup, tapi kita bisa menentukan bagaimana caranya agar kita bisa hidup.
Farah seorang putri dari keluarga kaya dan menikah dengan pria kaya dari keluarga kaya. tapi hidupnya tak seperti yang dia bayangkan, dia harus menjalani kehidupan yang pahit, bahkan sangat pahit dalam perjalanan pernikahannya.
"aku mengambil keputusan ini hanya untuk memastikan sendiri perasaanku" kata Farah sambil terus berjalan mondar-mandir didalam kamarnya.
"kamu belum tidur?" tanya kakak iparnya yang merupakan istri dari Michael.
"kakak" Farah sedikit terkejut dengan kehadiran kakak iparnya di dalam kamar.
"aku tadi sudah mengetuk pintunya tapi kamu tidak mendengarnya, jadi aku masuk langsung untuk memastikan keadaan" kata Sofia yang merupakan kakak ipar yang cukup dekat dengannya.
"maaf, aku sedang tidak fokus" kata Farah.
"aku mengerti, pasti ini karena keberadaan Kevin yang ada di Singapura, benarkan?" tebak Sofia.
__ADS_1
"benar kak" jawabnya dengan wajah ditekuk.
"aku harap kamu bisa memilih dengan tepat, aku merasa Hans pria yang bijaksana dan bertanggung jawab... Kevin menurutku pria ambisius, baik dan cukup bisa diandalkan" kata Sofia sedikit memberikan pencerahan untuk adik iparnya.
Sofia merasa dia perlu bicara dengan Farah, dia sudah menganggap Farah seperti adik kandungnya sendiri.
Farah dan dia usianya hanya terpaut dua tahun lebih tua Sofia, baginya semenjak Farah ada dirumah ini seperti dia memiliki seorang teman.
"aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk hidupku kali ini kak, aku akan berperan banyak dalam kehidupan ku, kali ini aku yang akan menentukan hidupku dan bertanggung jawab penuh atas pilihan itu" Farah meyakinkan kakak iparnya agar bisa merasa tenang.
"aku percaya Farah, kamu adalah seorang wanita yang kuat, wanita pemberani dan kamu wanita yang cerdas" puji Sofia sambil menyentuh pipi Farah dan mengelusnya lembut.
"aku kembali ke kamarku dulu" kata Sofia.
Farah tersenyum dan Sofia keluar dari kamarnya.
Farah menarik nafas panjang dan dia merasa lega setelah berbicara dengan Sofia.
__ADS_1
*****
"saat tadi aku memeluk Farah, dia bahkan tak menghindar dari ku, aku bisa merasakan detak jantungnya, apa dia mulai menyukaiku?" Hans bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"apa tandanya aku harus lebih keras untuk memperjuangkan cintaku?" Hans kembali berfikir.
"aku yakin sekali, debaran jantungnya sangat cepat, itu pertanda dia menyukaiku" Hans mulai berprasangka tentang perasaan Farah.
*****
disaat Hans mulai meyakini bahwa Farah menyukainya, berbeda dengan Kevin yang kini tengah uring-uringan karena merasa Farah seakan-akan ingin meninggalkannya.
"bagaimana kalau aku gagak mendapatkan hati Farah? bagaimana kalau aku tidak bisa membuatnya jatuh cinta? bagaimana jika aku tidak bisa mempertahankan pernikahan ini? bagaimana kalau aku... haaaaaah, kepalaku rasanya ingin meledak, hatiku rasanya ingin keluar" Kevin menghujani dirinya sendiri dengan berbagai pertanyaan.
Kevin mulai kehilangan kepercayaan dirinya setelah makan siang itu terjadi. Kevin mulai berprasangka bahwa dirinya tidak mungkin membuat Fatah jatuh cinta kepadanya.
"apa yang harus aku lakukan selanjutnya? mengajaknya makan malam? memberikan kejutan romantis? memberikan buket bunga? atau aku langsung melamarnya agar bisa mengetahui pasti isi hatinya?" Kevin mulai lagi.
__ADS_1
semua pertanyaan ada dibenaknya, dia terus menerus memberikan pertanyaan kepada dirinya sendiri tanpa adanya jawaban satu pun.