Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Persaingan antar Pria


__ADS_3

Farah sibuk dengan pekerjaannya dihotel, dia harus menyelesaikan beberapa projek yang sempat sedikit terbengkalai karena urusan pribadinya dan membuatnya tidak konsentrasi saat mengerjakan pekerjaannya.


"Bu Farah ada pak Hans"


"suruh Hans masuk keruangan ku"


Hans masuk keruangan Farah dengan paperbag yang dijinjingnya.


"camilan dan kopi untuk mu" Hans meletakkan beberapa sandwich dan kopi susu untuk Farah.


Hans dan Farah sedikit berbincang, namun hal mengejutkan terjadi.


"maaf Bu Farah, pak Kevin memaksa masuk keruangan ibu"


Farah melihat ke arah Kevin yang sudah menyerobot masuk kedalam ruangannya.


"biarkan dia masuk" Farah geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kevin.


"Farah aku membawakan makan siang untuk mu dan juga ice cream agar kamu lebih semangat bekerja" Kevin memperlihatkan kantung berisi makanan untuk Farah.


Farah sedikit tercengang karena dua pria ini membawakan makanan untuknya terlebih Kevin yang sama sekali tak pernah perduli dengannya selama ini.


"ice cream?" kata Hans sambil menoleh kearah Kevin


"Iyah ice cream strawberry untuk Farah" Kevin menunjukkan cup yang berisi ice cream strawberry yang ia beli untuk Farah.


"Kevin...Kevin, hampir dua tahun kalian tinggal dalam satu rumah dan terikat tali pernikahan ternyata tidak faham apapun tentang Farah" ledek Hans


"apa maksud mu?" tanya Kevin.


"apa kamu tidak tahu kalau Farah tidak terlalu suka ice cream?" kata Hans penuh kesombongan.


"kan hanya tidak terlalu suka bukan tidak suka" Kevin berusaha membela dirinya.


"sudah lah Kevin kamu jangan sok perhatian dengan Farah" kata Hans dan membuat Kevin kesal.


"Farah makan lah makanan yang aku bawa jangan yang dibawa pria ini" kata Kevin memaksa.


"jangan Farah, kalau nanti kamu makan ice cream nya, kamu bisa terserang flu" kata Hans sedikit berlebihan.


Farah memijat-mijat kepalanya karena pusing melihat kelakuan dua pria yang ada dihadapannya, mereka kembali bertengkar seperti beberapa hari yang lalu di saat pemotretan.


Farah melipat tangannya di dada dan memandang kearah dua pria yang ada dihadapannya secara bergantian, Kevin dan Hans yang melihat tatapan kesal Farah mulai diam dan tak melanjutkan perdebatan mereka.


"kalian berdua boleh keluar dari ruangan ku" usir Farah masih dengan bahasa yang halus dan nada yang ringan.

__ADS_1


meski Farah mengusir mereka dengan baik tetap mereka melihat kemarahan di mata Farah yang membuat mereka menuruti perkataan Farah untuk keluar dari ruangannya.


Kevin dan Hans menuju pintu ruangan Farah namun lagi-lagi mereka berbuat gaduh, ke in ingin keluar duluan dan begitu juga Hans keduanya tidak mau mengalah dan saling dorong mendorong, melihat hal itu membuat Farah semakin kesal.


"keviiiiiin... kak hansss" teriakan Farah membuat kedua pria itu lari kocar-kacir tak lagi menghiraukan siapa yang keluar dari pintu itu duluan.


semua staff promosi yang melihat hal lucu itu pun tertawa sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui Farah.


Farah menenangkan hati serta fikirannya lalu lanjut kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.


"lepaskan Farah, biarkan dia bahagia" Hans menatap Kevin.


"hmm kau fikir semudah itu memiliki Farah?" Kevin bicara seolah Farah mencintainya.


"aku sudah lama menyimpan rasa untuk Farah, kali ini aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan hatinya" Hans bertekad untuk merebut hati Farah.


"kau tahu Hans jika Farah semudah itu memutuskan untuk pergi dari ku, sudah pasti dari awal kami menikah dia akan meminta cerai dari ku" kata Kevin penuh keyakinan.


"tapi Farah tidak mencintai mu begitu pula kamu Kevin, kamu tidak pernah mencintainya bahkan menghargainya sebagai seorang istri" Hans menarik kerah baju Kevin.


"hmm meski ia tak mencintaiku, ia takkan pernah mengakhiri pernikahannya denganku, karna ia sangat mementingkan kehormatannya dan keluarganya" Kevin bicara dengan sesak karena cengkraman kuat tangan Hans di kerah bajunya sehingga ia sedikit tercekik.


Hans menghempaskan Kevin pelan, sedangkan Kevin merapihkan kembali bajunya.


"kau harus ingat Kevin manusia ada batas kesabarannya dan disaat itulah aku akan merebutnya dari ku" Hans pergi meninggalkan Kevin.


"kembali kekantor" kata Kevin kepada Ronal yang sedari tadi menunggunya di ujung lorong dan menyaksikan pertengkaran bossnya dengan Hans.


"pak Kevin tidak apa-apa?" tanya Ronal penuh kekhawatiran.


"aku tidak apa-apa" Kevin sedikit melonggarkan dasinya karena masih terasa sesak akibat cengkraman Hans.


brugh


Kevin menutup pintu mobilnya dengan kasar, ia masih merasa kesal dengan kejadian tadi.


"Ronal, mulai sekrang cari tahu apa yang disuka dan yang tidak disukai oleh Farah" seru Kevin


"untuk apa pak?" tanya Ronal sambil terus menyetir.


"lakukan saja tidak perlu banyak bertanya" Kevin menolehkan wajahnya kearah jendela mobil dan menerawang jauh fikirannya.


"aku harus membuatmu mencintaiku Farah, meski aku tidak akan pernah tau kapan hati ini bisa mencintaimu" batin Kevin


Farah yang merasa tak ada lagi gangguan dari Santi dalam rumah tangganya merasa sekarang ia tak perlu mengejar Kevin, ia serahkan semua kepada takdir, berbeda dengan Kevin yang kini berusaha membuat Farah mencintainya.

__ADS_1


"Bu Farah, beberapa dokumen sudah siap untuk dikirim ke bagian produksi iklan, apa harus saya kirimkan sekarang?"


"kirimkan saja dan coba kamu lihat juga apa sudah bisa dipublikasikan hasil pemotretan kita kemarin ke media?" perintah Farah.


"baik bu saya akan memeriksanya dan menginfokannya kembali kepada Bu Farah"


Farah khawatir hasil pemotretan yang kemarin ia jalani tidak memberikan hasil yang maksimal karena kehadiran Kevin yang mengganggu proses pemotretan dan pembuatan video iklan.


"huft... sampai kapan kamu akan bersikap kekanak-kanakan Kevin" Farah menarik nafas panjang dan menghembuskan ya dengan perasaan jengkel.


Kevin terkenal jika sudah menginginkan sesuatu akan berusaha mendapatkannya dan tak akan mudah menyerah sekalipun ia gagal dan gagal lagi sehingga membuat keinginannya terwujud.


"Ronal ingat perintahku dan jangan kamu berbuat kesalahan, cari tahu juga makanan yang dihindari Farah karena takut akan memicu alergi" Kevin melayangkan jari telunjuknya ke arah Ronal demi memastikan asistennya itu mengingat semua perintahnya.


"siap pak" Ronal memberikan hormat kepada Kevin dan membalikkan tubuhnya keluar dari ruangan Kevin.


Ronal berjalan keluar ruangan Kevin sambil berfikir keras apa yang pertama akan ia lakukan dalam menjalani perintah bossnya itu.


"kalau sudah maunya pasti harus dilakukan, jika tidak bisa-bisa tamat riwayat ku" oceh Ronal sambil terus berjalan.


kriiing kriiing


ponsel Ronal berbunyi, dilihatnya layar ponsel dan munculah nama Boss Kevin.


Ronal langsung mengangkat telepon dari Kevin.


"hallo pak"


"Ronal belikan bunga dan kirimkan kepada Farah" pinta Kevin tiba-tiba.


"sekarang pak?" tanya Ronal.


"iya sekarang masa bulan depan" teriak Kevin di telepon.


"ba...baik pak, saya segera ke toko bunga" kata Ronal sambil menutup teleponnya dan berlarian agar sampai ketempat parkir mobil.


"haaah, ada-ada saja" kesal Ronal sambil terus berlari.


.


.


.terimakasih telah setia membaca novel pesona istri yang terabaikan.


semoga karyaku bisa terus membuat kalian merasa tertarik untuk membacanya.

__ADS_1


rekomendasi karya teman ku juga untuk kalian.



__ADS_2