Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Memelukmu


__ADS_3

Farah membersihkan tubuh Kevin, dia berharap malam ini Kevin akan membuka matanya, dia berharap Kevin bisa melewati masa kritisnya, hati Farah masih diselimuti oleh rasa takut meski dokter sudah meyakinkannya, bahwa Kevin akan segera siuman tapi baginya, melihat suaminya yang masih tergeletak lemah tak berdaya dan tak sadarkan diri, tetap dia merasa cemas sebelum Kevin benar-benar membuka matanya, dia tidak bisa tenang.


"Farah ... Farah ..." Kevin mulai menyebut-nyebut nama Farah, namun matanya masih tertutup rapat, kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri seakan sedang gelisah.


"aku di sini Kevin, aku di sampingmu, buka matamu," kata Farah dengan lirih.


"Farah ... Farah ..." untuk kedua kalinya Kevin memanggil-manggil namanya namun entah mengapa matanya masih terpejam.


"Kevin kamu kenapa?" Farah mulai mengguncang sedikit badan Kevin, namun Kevin tetap terpejam.


Farah segera memanggil bantuan medis dan tidak lama perawat serta dokter datang ke kamar perawatan Kevin.


"Ibu Farah, kami mohon, anda menunggu diluar sebentar, kami akan memeriksa kondisi pasien" kata perawat kepada Farah.

__ADS_1


Farah sebenarnya sangat ingin berada di samping Kevin, dia ingin memastikan kondisi suaminya, Farah tidak mau sedikitpun bergeser dari sisi Kevin, namun dia harus menuruti apa perkataan perawat dan dokter demi keselamatan Kevin.


Farah menunggu di luar dan tak lama Ibu mertuanya muncul dengan beberapa paper bag di tangannya


"sayang kenapa? ada apa dengan Kevin? kenapa kamu menunggu di luar? banyak pertanyaan yang di ajukan kepada Farah dari mamanya Kevin.


"Kevin tadi sempat memanggil-manggil namaku mam, tapi anehnya matanya masih terpejam, dia belum sadarkan diri sepenuhnya dan saat ini dokter dan perawat sedang memeriksa keadaan Kevin,"jelas Farah


Farah dan ibu mertuanya menunggu di depan pintu kamar perawatan Kevin, mereka menunggu sambil harap-harap cemas, mereka berharap dokter akan membawa kabar baik untuk mereka tentang kondisi Kevin.


dokter dan perawat keluar dari ruangan Kevin mereka menghampiri Farah dan Ratih


"dokter bagaimana keadaan anak saya?" tanya Ratih

__ADS_1


"kondisi Pak Kevin saat ini sudah baik-baik saja, bahkan pak Kevin sudah sadarkan diri sekarang, jadi Bu Farah dan bu Ratih bisa menemui pakai Kevin, tapi saya harap Ibu memberikan ruang untuk pak Kevin untuk istirahat lebih banyak lagi,"kata Haura memberikan penjelasan dengan detail tentang kondisi Kevin saat ini


"Syukurlah" ujar mereka berdua.


mereka berdua langsung berhamburan masuk ke dalam ruang perawatan Kevin, Farah begitu terharu bahkan, dia menitikkan air mata, dia tak sanggup lagi membendung kesedihannya tadi, tapi sekarang kesedihan itu berubah menjadi suatu kebahagiaan, karena dia melihat suaminya sudah sadarkan diri, Farah langsung memeluk Kevin dan Kevin pun memeluk Farah sungguh suatu suasana yang sangat mengharukan.


"duh pengantin baru, masa kita malam pertama di rumah sakit" kata Kevin dengan bercanda.


Farah langsung mencubit Kevin, karena baru siuman tapi langsung bercanda kepadanya, tapi dengan bercandanya Kevin, Farah menjadi lebih tenang itu artinya Kevin sudah normal kembali.


"aku kan sudah bilang, aku pasti baik-baik saja, kamu terlalu khawatir berlebihan" kata Kevin dengan menghapus air mata Farah.


dia kembali memeluk Kevin, Farah benar-benar bersyukur dan berterima kasih sekali karena Tuhan, sudah mengembalikan suaminya ke dalam pelukannya lagi dan bisa berkumpul bersama dia dan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2