Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Bersaing secara Sportif


__ADS_3

makan malam kemarin membekas di hati kedua pria tampan yaitu Kevin dan Hans.


pagi ini mereka berdua sudah bersiap untuk membuat Farah jatuh cinta.


******


Hans dan Kevin sama-sama membuka ponselnya dan membuka pesan singkat.


"kita bersaing secara jantan dan sportif"


bunyi pesan yang sama di kirimkan dari mereka untuk mereka.


******


"kau lihat saja Hans, aku yang pastinya mendapatkan hati Farah" gumam Kevin yang semakin percaya diri setelah mendapat pesan singkat dari Farah semalam.


*****


"aku akan terus berusaha untuk mendapatkan Farah, aku tidak akan kalah dari mu!" Hans membulatkan tekadnya untuk bisa merebut hati Farah.


*****


Farah bersiap untuk kembali bekerja di restoran, Farah memakan setelan yang membuatnya terlihat begitu mempesona, tubuh yang ramping membuatnya semakin sempurna memakai pakaian model apapun.


"okeh, selesai, siap untuk berangkat bekerja" Farah keluar dari kamarnya dan menuruni tangga.


Farah bersenandung selama menuruni anak tangga.


Naui du nuneul gameumyeon


tteooreuneun geu nundongja


jakku gaseumi siryeoseo


ijhyeojigil baraesseo


kkumiramyeon ije kkaeeonasseumyeon jebal


jeongmal nega naui unmyeongin geolkka


neon Falling You...


Farah terus bernyanyi sampai dia tidak mendengar kedua kakaknya memanggilnya.


"Farah"


""Farah!" Devan mencabut ear phone yang ada di telinga Farah.


"kakak, kenapa sih? ganggu deh" sungutnya.


Farah kesal Devan mencabut ear phone nya, dia sedang menjiwai lagu Korea yang berjudul "stay with me" lagu Korea yang merupakan Ost dari drama Korea kesukaannya.


"kakak sejak tadi memanggil namamu, Farah" ujar Devan.


"benarkah? maaf aku tidak mendengarnya" Farah menyesal tidak mendengar kakaknya memanggil.


"bagaimana kamu bisa dengar?! orang volume ear phone mu saja sampai terdengar keluar, sudah pasti kupingmu jadi tuli" celetuk Devan


"kakak, seenaknya saja bilang aku tuli, kalau tuli mana bisa aku mendengar lagu" cibir Farah.


"nah itu maksudnya tuli, sangking kecangnya volume jadi tidak mendengar orang lain memanggil" kesal Devan.


"sudah Devan, pagi-pagi kalian sudah ribut" Eliz menengahi kedua cucunya yang sedang saling sahut-sahutan.

__ADS_1


"kak Devan tuh nek, masa aku dibilang tuli" Farah cemberut tanda meminta dibela oleh neneknya.


"kamu memang salah Farah, kamu terlalu besar volume lagunya, jadi tidak mendengar suara yang lain" Eliz sedikit menceramahi Farah.


"emang enak, udah salah ngadu lagi" ledek Devan.


"kamu juga salah Devan, bukannya ditepuk saja adiknya malah teriak-teriak juga!" Eliz bergantian memarahi.


"jadi intinya kalian berdua saling salah! sudah kalian cepat berangkat bekerja, ingat kalian juga di gaji oleh perusahaan" sambung Eliz dengan berkata tegas kepada kedua cucunya.


"de, aku akan mengantarmu" kata Michael


"kan sudah ada sopir kak"


"jangan bantah, ikuti saja kataku!" Michael berjalan keluar rumah diikuti oleh Farah dibelakangnya.


Farah dan Michael tiba di restoran keluarganya.


"nanti aku akan menjemputmu lagi" kata Michael melalui jendela mobilnya.


Michael mengendarai kembali mobilnya menuju perusahaan yang sedang dia kelola.


"iiish! nyebelin banget sih, orang si Anelis juga udah dipenjara, kenapa kok masih pada over protective juga sih?!" kesal Farah.


kedua kakaknya kini menjaga Farah, dia akan terus di awasi sampai bisa memutuskan siapa yang akan dia cintai.


******


Farah memasuki ruang kerjanya dan dia terkejut seseorang duduk di kursinya dengan posisi menghadap tembok.


"si ... siapa kau?" tanya Farah dengan hati yang masih takut" Farah mencoba mendekatinya.


kursi itu berputar dan sebuah foto terpasang untuk menutupi wajah pria yang duduk di kursinya.


"kau masih takut dengan wajah ini?" pria itu bersuara.


"siapa kamu?" Farah terus mengulang pertanyaannya.


"ini aku, Kevin, kamu tidak mengenali suaraku?" tanya Kevin.


"huft... kau mengagetkan ku, Kevin" Farah menghampiri Kevin dan memukulinya kecil.


Kevin dengan tanggap mengangkat tangan Farah sebelum memukulnya lagi.


mereka berdua saling berpandangan dan Farah menjadi kikuk karena mata mereka saling bertemu.


"menyingkirkan, aku banyak pekerjaan" Farah bicara sambil salah tingkah.


"nanti siang jadi kan?" tanya Kevin


"hmm" jawab Farah


"aku akan menunggumu" Kevin bicara dan meninggalkan ruangan Farah.


Farah melihat Kevin yang meninggalkan ruangannya. entah mengapa Farah merasa seperti sedih melihat suaminya keluar dari ruangannya.


"aku harus bicara dengannya, tapi aku bingung harus bicara dari mana, aku merasa seperti orang yang jahat" batin Farah sambil mengetuk-ngetuk pulpen diatas meja kerjanya.


*****


"selamat pagi pak Hans" Maria menyapa Hans yang baru tiba di restoran.


Hans menyapanya dengan sebuah senyuman saja dan terus berjalan.

__ADS_1


saat ditengah-tengah restoran Kevin dan Hans saling bertemu, mereka menghentikan langkah bersamaan dan saling berpandangan.


Hans berdiri tegak dengan kedua tangan disampingnya sedangkan Kevin berdiri tegak dengan kedua tangan dibelakang punggungnya.


Maria yang melihat kedua pria itu merasa takut akan terjadi perselisihan, Maria kini tahu siapa Kevin dan apa statusnya dengan Farah, dan dia juga tau perasaan mendalam Hans kepada Farah.


kedua pria itu saling mendekat, wajah Maria semakin tegang, saat Kevin dan Hans mengayunkan tangan mereka, seketika Maria menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"hai Vin" sapa Hans.


"hai Hans" sapa Kevin juga.


mereka saling berpelukan, tanda mereka berdamai dan tidak akan membuat kerusuhan lagi.


Maria menurunkan kedua tangannya dan kembali melirik kearah pria-pria tampan itu, dia begitu terkejut saat melihat mereka berpelukan.


"apa semua sudah berakhir? apa Bu Farah sudah menentukan pilihannya?" bisik Maria.


seseorang mendekati Maria yang sedang fokus melihat kedua pria itu.


"itu semua karena mereka sepakat untuk sportif dalam menarik perhatian Bu Farah" bisiknya di telinga Maria.


"astaga" Maria terkejut karena suara ditelinga ya, dia menoleh dan tenyata Joko kepala koki restoran kini berada disebelahnya.


"kau mengagetkan ku saja!" kesal Maria dan meninggalkan Joko.


******


tok tok tok


"masuk" jawab Farah


"hai" sapa Hans sambil menutup pintu.


"hai, kak" wajah Farah merona.


"sedang apa?" tanya Hans


"aku lagi chek pemasukan restoran selama aku tidak masuk" jawab Farah.


"ada acara siang ini?" tanya Hans.


"hmm" angguk Farah.


"aku ada janji makan siang dengan Kevin hari ini" ujar Farah.


seketika hati Hans seperti terbelah dua, mendengarnya saja sudah membuat dia cemburu dan merasa satu langkah dibelakang Kevin.


"baik lah" jawab Hans.


"Oya, terima kasih atas gantungan kuncinya" kata Hans.


"kakak suka?" tanya Farah sambil tersenyum.


"sangat suka" jawab Hans.


mendengar jawaban Hans membuat Farah senang, dia bersyukur bahwa Hans menghargai apa yang dia beri.


"aku, keruangan ku dulu" pamit Hans.


"hmm" Farah tersenyum.


Hans keluar dari ruangan Farah dengan hati yang seperti tertusuk duri, Kevin ternyata bergerak lebih cepat dari dugaannya, dia merasa terlalu lamban dalam mengejar cinta Farah.

__ADS_1


__ADS_2