Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Geram


__ADS_3

"ah, seharian ini bekerja sungguh lelah, tapi bahagia karena kak Hans mengajakku makan siang bersamanya"senyum Farah.


Farah kini semakin dekat dengan Hans dan terkadang setiap momen dengan hans membuatnya bahagia, dia bisa menjadi dirinya sendiri dan terkadang seperti memiliki kakak yang penuh dengan perhatian.


krrriiing kriiiing


ponsel Farah berdering dan dia melihat nomor telepon yang asing menghubunginya.


"hallo" Farah mengangkat telepon


"hallo" Farah kembali menyapa namun tak ada jawaban.


"hallo, ini siapa ya?" ujar Farah ketika sapaannya tak kunjung di jawab.


Farah melihat ponselnya dan masih tersambung, karena kesal Farah menutup telepon.


"aneh sekali di jawab tapi diam saja!" umpat Farah.


*****


Kevin menjauhkan ponsel dari telinganya dan dia mulai berkaca-kaca.


"aku bahagia meski hanya bisa mendengar suaramu saat ini Farah" ujar Kevin.


"aku sangat merindukan mu" Kevin menangis karena kembali mengingat perilaku masa lalunya yang begitu bodoh.


*****


"Farah, kau sudah selesai mandi? kita makan malam bersama" teriak Michael.


"Iyah kak sebentar" Farah langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi dan segera mandi dengan cepat.


****


"Farah sepertinya belum tau kalau Kevin sedang di Singapura, aku tidak akan memberi tahukan kepadanya, aku mau dia bisa membuka hatinya untuk Hans!" ujar Michael sambil memperhatikan Farah.


Michael tidak rela jika adiknya harus kembali dengan pria yang membuat adiknya sakit hati.


"Farah mulai sekarang kamu akan diantar dan dijemput oleh supir" kata Michael


"untuk apa? kenapa?" tanya Farah

__ADS_1


"kakak hanya ingin kamu aman saja, kakak tidak mau terjadi sesuatu kepadamu" ujar Michael.


Farah tidak tau kenapa kakaknya melakukan hal itu, tidak biasanya Michael memprotek dirinya secara tiba-tiba.


*******


Farah mulai merasa aneh karena kakaknya ingin dia kemanapun dengan supir padahal dia merasa tidak ada hal yang mengganggunya, dia juga masih bisa mengendarai mobil sendiri.


"ada apa dengan ka Michael, apa ada hal yang di sembunyikan? atau ada hal yang dia ketahui tentang kecelakaan ku?" ujar Farah sambil terus bolak-balik seperti gosokan.


"sudahlah, lebih baik aku tidur saja" Farah merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata.


*****


pagi menjelang, Farah bersiap untuk kembali ke restoran namun hari ini dia berencana pergi dulu kesebuah toko kue untuk membeli beberapa kue.


"pak nanti kita ke toko kue dulu sebelum ke restoran, toko kuenya pas diseberang komplek kita" ujar Farah kepada supir pribadinya.


"baik nona"


Farah dan supir pribadinya mampir kesebuah toko kue, Farah membeli beberapa kue untuk para staffnya dan juga membeli satu kotak kue tart kecil rasa red velvet.


Farah tersenyum dan dia kembali kedalam mobilnya.


"kita langsung ke restoran nona?"


"Iyah pak" kata Farah.


******


Kevin terus melihat kearah jamnya dan tak lama ke arah pintu restoran.


"sudah jam sembilan mengapa Farah belum juga datang?"cemas Kevin.


"mungkin Bu Farah ada urusan dulu pak" ujar Ronal.


"ya, bisa jadi dugaan mu benar"


Kevin kembali memperhatikan pintu restoran agar dia bisa melihat Farah pagi ini sebelum dia harus bekerja, kevin kini bekerja melalui online Agara perusahaannya tetap berjalan.


"pak itu bukannya pak Hans?" kata Ronal menunjuk kearah dimana Hans berdiri.

__ADS_1


Kevin yang tadi sedang melihat ponselnya langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Ronal.


"untuk apa dia didepan situ? apa jangan-jangan dia sedang menunggu Farah juga?" kata Kevin


tak lama ternyata mobil Farah juga datang dan Farah segera keluar dari mobilnya. Farah menghampiri Hans dan memberikan kotak berisikan kue yang tadi dia beli.


"untuk kak Hans" ujar Farah dan kotak itu diterima oleh Hans.


Kevin melihat hal itu semakin kes karena Farah sudah begitu dekat dengan Hans, bahkan dia memberikan kue untuk Hans.


"dia memberikan kue untuknya?" pekik kevin yang melihat kearah kotak dan terlihat gambar kue di design kotaknya.


Kevin juga melihat Farah selalu tersipu-sipu saat sedang bersama Hans.


"aku pergi dulu, ada beberapa hal yang harus aku urus" ujar Hans yang kaku berpamitan dengan Farah.


*****


"huh dasar wanita menyebalkan!!!" geram Anelis yang juga menyaksikan kedekatan Hans.


Anelis bergegas menghampiri Farah, saat Farah sudah membalikkan badan ingin masuk kedalam restoran Anelis menarik tangan Farah dan menamparnya.


"apa-apaan ini Anelis? kenapa kau menampar ku? apa masalah mu dengan ku?" tanya Farah sambil memegang pipinya yang terasa perih akibat tamparan dari Anelis.


"salah mu apa? apa kau tidak tahu kalau Hans adalah tunangan ku?" teriak Anelis hingga terdengar sampai didalam restoran.


"tu ... tunangan? aku bahkan tidak tau hal itu!" kata Farah menatap tajam Anelis.


"tidak mungkin! semua tau Hans milikku dan kau orang ketiga dalam hubungan kami!" kata Anelis lalu mendorong Farah hingga jatuh.


melihat hal kasar itu terjadi kepada Farah Kevin tak tahan lagi, dia turun dan mendekat kepada dua wanita yang sedang bersiteru.


apa yang akan kevin lakukan kepada Anelis karena sudah kasar dengan Farah???


nantikan kisah selanjutnya...


terimakasih kepada para pembaca ku semua.


love u all, big thanks


__ADS_1


__ADS_2