Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Membuntuti


__ADS_3

Kevin membuntuti sham ke kantor polisi, dan dia bertanya kepada polisi tersebut tentang tujuan sham kesana. setelah mendengar penjelasan dari pihak kepolisian, Kevin mulai mencurigakan sham lagi.


"tadi dia bilang tidak peduli, tapi sekarang dia melaporkan kasus ini, aku menjadi semakin curiga, kenapa juga dia harus melapor kesini, padahal kantor polisi ini lebih jauh dari rumahnya" fikir Kevin.


Kevin kembali kedalam mobilnya dan dia menuju kerumah Farah untuk berdiskusi dengan Michael.


*****


"Hans, apa kau sudah mendapatkan petunjuk?" Tanya Michael.


"belum, aku sudah mendatangi rumah anelis, tapi disana tidak ada siapapun untuk aku tanyain!" Kesal hans yang usahanya sia-sia.


"aku juga belum mendapatkan petunjuk, sepertinya kita harus mencari ketempat-tempat yang kemungkinan farah di sekap" kata Michael.


Kevin sampai di kediaman Williams, dia bergabung dengan Michael dan hans.


"Hai. vin" sapa hans dan Michael.


"hai" jawab Kevin dengan sangat lesu.


"kami belum mendapatkan petunjuk, bagaimana denganmu?" Tanya Michael.


"aku menemui pemilik mobil, tapi dia bilang sudah menjualnya agak lama" papar Kevin.


"siapa pemiliknya?" Tanya Michael.


"pemuda bernama, sham, tadi aku bertemu dengannya tapi dia terlihat sangat tidak suka, dan anehnya dia tiba-tiba pergi ke kantor polisi di mana Anelis di tahan, infonya dia melaporkan tentang mobil dia yang sudah dijual dan digunakan untuk tindak kriminal!" papar Kevin.


****


"Tuhan, aku ada dimana? aku sudah sangat haus, aku sudah sangat lapar, aku lelah sekali dan aku sangat takut" Farah menangis sendirian. matanya ditutup, mulutnya ditutup, dia tak diberi makan atau minum oleh penculiknya.


"wah wah wah, sepertinya tubuhmu sudah semakin melemah! tubuhmu mungkin lama-lama akan tidak bisa merespon! aku diperintahkan untuk menunggumu tak sadarkan diri dan tak bisa diselamatkan lagi" kata pria yang tak bisa dilihat wajahnya oleh Farah.


"siapa kamu!?" tanya Farah sambil mencari sumber suara karena matanya tertutup kain hitam.


"kamu tidak perlu tau siapa aku! yang kamu perlu tau! kamu akan menderita ditempat ini, sendirian, kedinginan, haha haha" tawanya menggelegar sampai membuat Farah menjadi takut.


"aku mohon, aku mohon tolong lepaskan aku! aku akan memberikan yang kau mau!" Farah terus memohon kepada pria yang hanya bisa dia dengar suaranya.


"aku akan melepaskan mu! tapi nanti saat nyawamu telah hilang!" tegasnya sambil menendang kecil Farah.


Farah tersungkur karena tubuhnya yang lemah, Farah sudah tidak memiliki tenaga lagi bahkan untuk menopang tubuhnya saja dia sudah tidak mampu.


"kakak, aku mohon temukan aku" kata Farah sebelum dirinya tak sadarkan diri.


*****

__ADS_1


"Farah, kamu di mana?" Kevin frustasi memikirkan Farah yang tak kunjung ditemukan, Kevin belum sama sekali mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Farah.


"pak, belum juga ada petunjuk?" tanya Ronal


"belum" sahut Kevin dengan sangat lesu.


"pak, bagaimana kalau besok saya yang mencari" Ronal menawarkan diri untuk mencari Farah.


Kevin dan Ronal menyusun rencana mereka berdua, Ronal terus mengangguk ketika mendengarkan arahan dari Kevin.


"besok jangan sampai ketahuan dan ingat selalu laporkan apa yang kamu curigai atau temui" kata Kevin.


"siap pak"


*****


"Hans, apa sudah ada titik terang di mana Farah berada?" tanya kakek Hans.


"belum, kami sama sekali belum menemukan petunjuknya"


Hans yang sedang makan malam bersama kakeknya, berbincang tentang Farah, kini hubungan Hans dan kakeknya kembali membaik sepeti dulu lagi.


"kakek akan berusaha membantumu" ujarnya.


*****


"Ronal, jangan sampai lengah, aku mengandalkan mu" kata Kevin sambil menunjuk Ronal.


"siap pak, serahkan kepadaku, aku pasti menjalankannya dengan sangat baik dan rapih.


Kevin dan Ronal pergi menggunakan mobil yang berbeda, Ronal semalam menyewa sebuah mobil untuk menjalankan misinya.


Kevin masuk kedalam mobilnya dan dia bersiap mengunjungi seseorang.


*****


Ronal menggunakan kaca matanya dan dia bersiap menjalankan perannya kali ini.


"permisi" kata Ronal setibanya di kantor kepolisian.


"ya, ada apa pak?" tanya petugas.


"saya ingin melaporkan sesuatu pak" ujar Ronal.


"silahkan duduk pak, kami akan mendengarkan penjelasan anda dan mencatatnya" kata polisi yang kini ada di hadapan Ronal.


"saya dengan Ron, saya di sini mau memberitahukan bahwa ada salah satu mobil saya yang di jual, dan ternyata setelah saya ketahui, mobil itu dipakai untuk tindakan kriminal" lapor Ronal.

__ADS_1


"boleh sebutkan nomor polisinya?!" kata polisi.


"nomor polisinya B 2001 OPL" kata Ronal menyebutkan nomor polisi yang kemarin dia cari.


"oh, ini terdaftar atas nama saudara Sham Immanuel, tapi nama bapak Ron?!" tanya polisi


"benar pak, saya dulu membelinya dari pak Sham, apa sebelumnya pak Sham sudah melaporkan hal ini?" tanya Ronal untuk menyelidiki pria yang bernama Sham.


"saya periksa terlebih dahulu" kata polisi tersebut sambil mengecek data yang masuk.


"belum ada pak, untuk laporannya saya akan input dan sampaikan kebagian kriminal" kata polisi.


"oh, tidak perlu pak, saya mau tau satu hal lagi untuk pengunjung kemarin, pak Sham apa mengunjungi seseorang di sini?" tanya Ronal untuk menyelidiki lebih dalam lagi.


"saya periksa lagi" polisi ini sepertinya sangat tidak mencurigai maksud dari Ronal.


"benar pak, ada saudara Sham yang mengunjungi, apa bapak juga kenal dengan ibu Anelis?" tanya polisi itu


"ah iya, dia teman lama saya, terima kasih pak, saya pamit dulu" pamit Ronal.


Ronal sesampainya di dalam mobil langsung menghubungi Kevin dan memberikan laporannya.


*****


"berarti benar, Anelis yang ada dibalik semua ini, aku akan membuat perhitungan kembali kepadamu Anelis! aku harus mengikuti Sham" gumam Kevin sambil menjalankan mobilnya.


Kevin sampai di komplek perumahan Sham, Kevin yang sudah berada di dekat rumah Sham mulai mengintainya, kali ini Kevin akan bertindak tegas kepada mereka yang sudah menyakiti Farah.


"kalian tidak akan lepas lagi!" Kevin yang melihat Sham keluar langsung mempersiapkan dirinya untuk membuntuti pria itu.


saat di persimpangan jalan, sesuai dengan dugaan Kevin, Sham mengetahui kalau dia sedang diikuti.


tok tok tok


Sham mengetuk jendela mobil Kevin.


"kau mengikutiku?" tanya Sham ketika Kevin membuka jendela mobilnya.


"ternyata kau cukup jeli, maaf aku membuntutimu, aku sedang mencari seseorang!" kata Kevin.


"maaf, tapi aku tidak ada urusannya denganmu!" Sham meninggalkan Kevin.


"tidak ada urusan katamu?! justru kau yang mencari masalah denganku!" gumam Kevin saat Sham sudah menjauh darinya.


Kevin menghubungi Ronal dan mereka mulai menjalankan rencana sesungguhnya.


"aku akan menunggu informasi darimu, ingat jangan sampai lengah" Kevin kembali memperingati Ronal agar terus berhati-hati.

__ADS_1


__ADS_2