Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Baby


__ADS_3

Kevin yang kini sudah mengetahui semua tujuan Farah setiap harinya mulai mencari tahu lebih banyak lagi kegiatan Farah.


"pak, hari ini ada meeting virtual dengan beberapa client" info Ronal.


"jam berapa?" tanya kevin sambil membenarkan jam tangan yang dia pakai.


"jam sepuluh pak, dan Meraka ingin kali ini bapak fokus dengan kerjasama, jika tidak mereka akan membatalkannya" jelas Ronal.


"ah, karena meeting virtual ini aku tidak bisa mengikuti kegiatan harian Farah, huft ... client ini padahal hari Sabtu mengapa mereka rajin sekali bekerja" umpat Kevin dalam hatinya.


"baiklah, hari ini mari kita fokus bekerja setelah itu semua aku serahkan kepada mu Ronal, aku mau mengejar cintaku" ucap Kevin sambil menggerak-gerakkan tubuhnya agar relax.


******


"selamat pagi semua, oh ya kak aku mau ajak baby jalan-jalan boleh?" tanya Farah kepada kakak iparnya.


"boleh saja Farah tapi ditemani oleh satu penjaga dan baby sitter ya" ujarnya.


"siap kak, aku pergi sekarang ya" pamit Farah sambil memegang troli baby.


"ayo baby kita berangkat jalan-jalan" Fatah mendorong troli yang berisi baby keponakannya yang cantik dan sangat lucu.


"nona nanti kalau lelang bilang saja, saya akan mendorong trolinya" kata baby sitter


"santai saja" ujar Farah.

__ADS_1


Farah terus mendorong troli baby ditemani oleh baby sitter dan satu penjaga.


saat mereka sedang berjalan hampir menuju taman, mobil Hans berhenti karena melihat Farah.


tin tin tin


Hans membunyikan klakson mobilnya dan Farah berhenti karena melihat mobil Hans.


"kalian mau kemana?" tanya Hans yang masih duduk di bangku mobil.


"kami mau jalan-jalan ditaman kak" jawab Farah.


"aku yang temani, hmm pak tolong bawa mobil saya kerumah Farah dan kamu juga baby sitter boleh pulang" kata Hans


"bilang kalau Farah bersama Hans" jelas Hans.


Hans keluar dari mobilnya dan dia kini berdiri disamping Farah.


"ayo aku bantu mendorong troli ya" Hans mengambil alih troli dan mendorongnya.


Hans dan Farah kini berjalan bersama sambil terus mendorong troli menuju taman.


setiap pasang mata memandang selalu tersenyum kearah mereka, entah mengapa rasanya seperti sedang memperhatikan mereka bertiga.


"kenapa mereka semua memandang dan tersenyum kepada kita?" bisik Farah yang tak mengerti arti tatapan dan senyuman mereka.

__ADS_1


"sudah lah, mungkin mereka melihat baby yang cantik dan tantenya yang cantik juga" kata Hans.


"apa benar hanya seperti itu? aku rasa mereka seperti sedikit meledekku" gumam Farah dalam hatinya.


"kita duduk disana ya, sambil kasih susu baby, sepertinya di haus" kata Farah sambil melihat kondisi baby.


"siap para tuan putri" ucap Hans.


Farah tersenyum kecil mendengar perkataan Hans.


mereka tiba di kursi taman dan Farah mulai mengeluarkan botol susu yang tadi sudah disiapkan oleh baby sitter.


Farah mengangkat baby dari dalam troli lalu menggendongnya, Farah terlihat seperti ibu muda yang sangat lihai mengurus anak.


"kamu sudah seperti ibu nya baby saja" ujar Hans.


"aku memang sering ikut menjaga baby saat waktu senggang"


"pantas saja dia sangat tenang saat didekat kamu, ternyata kalian sering bersama" tutur Hans.


Hans semakin takjub dengan sikap keibuan Farah yang baru kali ini dia lihat.


"baby kamu pasti sangat senang memiliki seorang Tante yang cantik, baik, ramah dan sangat penyayang, om pikir dia juga memiliki sisi keibuan yang tidak kita ketahui"


Hans lagi-lagi memuji Farah, wajah Farah mulai memerah mendengar Hans memujinya bertubi-tubi.

__ADS_1


__ADS_2