Pesona Istri Yang Terabaikan

Pesona Istri Yang Terabaikan
Aku tidak mau kedokter


__ADS_3

Kevin menghubungi anak bi sari yang seorang asisten bidan, ia berencana membawa Santi untuk memeriksakan usia kandungannya, agar bisa mencari bukti anak siapa sebenarnya itu.


Kevin bergegas pergi menuju appartemen Santi ditempat yang dulu ia sewakan, namun kini sudah ia beli untuk Santi sebagai kompensasi agar Santi tidak mengganggu hubungannya dengan Farah namun ternyata wanita itu tidak berhenti mengejarnya.


"kau lihat saja nanti Santi, kalau kau berbohong tentang anak itu, aku akan menuntut mu agar tak lagi menganggu hidupku"


Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa sampai di tempat Santi lebih cepat, ia sangat ingin semua selesai segera dan bisa kembali dengan Farah.


ciiiiiiiit Kevin menghentikan mobilnya dan memarkir mobil yang ia kendarai.


Tok Tok Tok


Kevin mengetuk pintu kamar Santi dengan sangat kasar.


"siapa yang datang sepagi ini dan seperti orang yang ingin membuat keributan?" tanya Santi yang masih dalam pelukan kekasihnya dan ia mendengar pintu appartemen nya di ketuk dengan sangat kencang.


Santi perlahan membuka matanya dan melihat siapa yang datang dari benda kecil yang ada kaca cembung didalamnya.


Santi mengintip dan ia terkejut ada Kevin di depan kamarnya, Santi yang awalnya masih terasa mengantuk langsung berlari menuju tempat tidur lagi.


"beb, bangun beb" Santi membangunkan Rudy kekasihnya dengan sangat panik.


"hmmm apa sih baby ini masih pagi, aku masih lelah dengan permainan kita semalam" kata Rudy sambil menggosok matanya yang masih lengket karena masih mengantuk.


"ada Kevin diluar" jerit Santi pelan sambil terus memperhatikan pintu kamarnya, Santi takut Kevin akan mendobrak pintu kamarnya.


"apa?" Rudy langsung sadarkan diri dan duduk diatas kasur.


"Iyah, cepat kamu sembunyi di toilet, cepat ... cepat" seru Santi dan mulai melangkah ke pintu setelah Rudy masuk kedalam kamar mandi.


ceklek


pintu dibuka oleh Santi dengan perlahan, ia melihat Kevin memunggungi pintu kamarnya dan setelah mendengar pintu terbuka Kevin langsung membalikkan tubuhnya dan melihat kearah Santi yang masih berada dibalik pintu kamar.


"sayang, kamu tumben pagi-pagi udah main kesini? pasti kamu kangen aku ya?" Santi berusaha santai dan mulai mengeluarkan kata-kata manisnya.


"bersiaplah kita akan pergi" ajak Kevin


"pergi? mau kemana?" tanya Santi cepat.


"sudah cepat bersiap aku tunggu kamu" Kevin masuk kedalam kamar Santi.


"baiklah, aku mandi dulu" Santi masuk kedalam kamar mandi.


"mau apa Kevin kemari?" tanya Rudy saat Santi mengunci pintu kamar mandi.


"shuuut jangan berisik nanti dia dengar" cegah Santi.


"nyalakan airnya agar ia tak mendengar percakapan kita" perintah Rudy.


Santi pun menyalakan air keran bathtub dan juga keran wastafel agar Kevin tidak mendengar percakapan diantara Santi dan Rudy.


"Kevin ingin mengajakku pergi" kata Santi

__ADS_1


"mungkin dia sudah mulai mencari mu karena selama ini kesepian" ujar Rudy


"aku mandi dulu" kata Santi dan membuka bajunya.


saat Santi membuka bajunya Rudy mulai menyerangnya karena tak tahan melihat tubuh Santi yang tak lagi terbalut pakaian.


"uuh, jangan nanti ketahuan"kata Santi sambil melenguh.


"tidak akan sayang, sebentar saja sebelum kau pergi dengannya, layani aku dulu" pinta Rudy.


Santi pun tak bisa menolak permintaan kekasihnya karena memang rudy lah satu-satunya laki-laki yang bisa memberikannya kenikmatan itu.


Kevin menunggu Santi mandi di ruang tamu kecil yang ada didalam appartemen Santi, Kevin melihat pemandangan yang ada diluar dari jendela ruang tamu.


"sudah tiga puluh menit, kenapa dia belum juga selesai?" heran Kevin.


Kevin masuk kedalam kamar Santi dan mengetuk pintu kamar mandi yang berisik dengan suara air mengalir.


"Santi...Santi" teriak Kevin sambil mengetuk pintu.


"ii...iiiyaaah sebentar lagi" Santi berteriak tanpa melepas penyatuannya dengan Rudy.


mereka masih bergulat dengan kehangatan bersama tanpa menghiraukan Kevin yang berada diluar sana.


"cepat lah Santi, waktu ku tidak banyak" kesal Kevin.


*****


"sayang percepatlah, agar Kevin tidak curiga" kata Santi.


******


"aku sudah siap, kita mau kemana?" tanya Santi ketika sudah ada dihadapan Kevin.


"kita akan kerumah sakit" kata Kevin memberitahu Santi.


"kedokter? siapa yang sakit?" tanya Santi tak mengerti.


"bukan sakit, tapi aku mau mengajakmu ke bidan" ujar Kevin.


"tapi...tapi aku kemarin baru saja memeriksakan kandunganku" kata Santi


"tapi aku ingin mengecek kandunganku, jangan bantah aku!" teriak Kevin dan membentak Santi.


Santi pun mengerut ketakutan dengan bentakan yang ia terima dari Kevin, memang semenjak Kevin mengetahui perbuatannya, tak pernah sedikitpun Kevin memperlakukan dirinya semanis dan selembut dulu.


"Kevin, dokter bilang satu bulan lagi jadwal pemeriksaannya, jika kau mau, kau bisa ikut dengan ku" kata Santi


memang sebenarnya usia awal kehamilan hanya sebulan sekali diperiksakan jika tidak ada kendala kehamilan atau gejala yang membahayakan.


"aku tidak mau tahu, kau harus ikut aku ke dokter untuk mengetahui kebenaran tentang kehamilanmu itu!" keras kevin tak mau mengalah.


kevin tak mau lagi mengikuti semua keinginan Santi sebab ia tahu Santi pasti akan berbuat licik jika ia menyetujui kata-kata Santi.

__ADS_1


"terserah kau mau ikut atau tidak hari ini, tapi kau harus ingat baik-baik, jika hari ini kau tidak ikut maka aku putuskan bayi itu bukan milikku dan aku akan menuntut mu serta kekasih tercintamu itu!" Kevin semakin geram dengan sikap Santi yang tak menurutinya, maka Kevin mengeluarkan ancamannya.


**********


Tap tap tap Farah melangkah dan ia sampai didepan pintu ruang kerjanya, dibukanya pintu dan ia melihat sosok pria duduk di kursi depan mejanya.


"siapa?" Farah bertanya sambil mendekat.


bangkupun berputar dan terlihatlah wajah pria yang sedang duduk dikursi.


"kak Hans" teriak Farah terkejut dan lega.


"selamat pagi ibu boss, saya disini diminta untuk menjadi partner kerja ada dalam mengelola resort" kata Hans.


"syukurlah! aku kira dia menemukanku" Farah membatin lega.


"ya ampun kak Hans, aku kira siapa pagi-pagi sudah ada yang mau menemuiku" ujar Farah dengan meletakkan tasnya diatas meja dan duduk dikursi kerjanya yang sudah didesign khusus agar lebih nyaman digunakan.


"pasti nenek dan kak Michael, yang meminta kak Hans membantu ku"tebak Farah.


"yups, kamu benar sekali" Hans menjentikkan jarinya di depan Farah sampai Farah mengedipkan matanya karena terkejut.


"terimakasih ya kak, sudah selalu membantu ku" ujar Farah.


"aku awalnya ragu, takut karena kamu akan menolak bantuan ku" Hans merasa tak percaya diri saat dimintai bantuan oleh keluarga Farah.


"hmmm aku tau pasti mereka berdua mendesakmu untuk membantuku, ya...ya...ya aku sudah tau sifat mereka"


Farah dan Hans pun tertawa bersama karena setuju dengan perkataan Farah tentang kakak dan nenek Farah.


Hans dan Farah akhirnya menjalin kerja sama dan Hans yang mencintai Farah sangat bahagia bisa melihat tawa yang terlukis di wajah wanita yang begitu ia cintai.


"oh ya, aku sempat lupa, ini proposal tentang resort dan ini hadiah kecil untukmu dari pengagum rahasia mu" Hans memberikan kedua nya kepada Farah.


"aku rasa pengagum rahasiaku terlalu berlebihan, dia selalu mau membantuku dan kali ini memberiku hadiah" ujar Farah sambil melihat gantungan kunci yang ada tulisan namanya dan bentuk wanita sedang menari.


Hans sangat tersipu karena hadiah yang ia berikan diterima dengan baik oleh Farah.


.


.


.terimakasih mu bestie yang sudah membaca novel ku...


baca juga novelku yang lainnya



Perawat Istriku menjadi Istriku


**wanita Pantai Pujaan Hati CEO Kaisal


__ADS_1


like, komen, favoritkan juga yaaaa...


terimakasih**


__ADS_2