
Farah dan Hans bertemu di persimpangan jalan dan mereka berdua berjalan bersama menuju halaman tempat diadakannya acara lomba.
******
"bos, kami mendapatkan rekaman cctv dari petugas dan sepertinya mereka berdua tidak memiliki video ini" kata sang anak buah kepada Anelis.
"bagus! kerja yang bagus, Farah kamu tidak memiliki bukti apapun tapi sok ingin mengancam ku, kau hanya menggali kuburan mu sendiri!" ujar Anelis sambil memegang flash disk ditangannya.
*****
"dengarkan semuanya, kami disini hanya difitnah, kami katakan sejujurnya bahwa kami tidak pernah melakukan hal kotor itu" kata Farah memberikan keyakinan kepada seluruh orang yang ada dihalaman.
"buktikan" teriak salah seorang tamu undangan.
"ya benar, buktikan, berikan kami bukti kalau kalian tidak bersalah!" teriak salah seorang lagi.
"mana ada buktinya, karena mereka lah yang melakukannya" kata Anelis dihadapan umum.
Anelis dengan percaya diri keluar untuk merundung Farah habis-habisan
"semua kemenangan yang didapat karena sebuah kecurangan tidak akan bertahan lama!" ucap Anelis.
Farah dan Hans memberikan sebuah bukti yang berada di dalam flash disk
"ini bukti yang kami punya, aku sengaja tidak memberi tahukan langsung karena aku ingin memancing pelaku keluar dari kandangnya!" sindir Farah sambil melirik anelis.
Farah memberikan flashdisk kepada pembawa acara dan pembawa acara memperlihatkan bukti itu kehadapan umum.
betapa terkejutnya mereka melihat apa yang dilakukan Anelis dalam rekan tersebut.
memerintahkan anak buahnya melakukan hal kotor.
Anelis sangat terkejut karena Farah bisa lebih dulu mendapatkan rekaman cctv.
"kalau kau punya Maslah dengan ku, bertindaklah elegan Anelis! jangan malah berprilaku kotor yang membuat malu dirimu sendiri!" kata Farah sambil mengelilingi Anelis yang sedang berdiri.
Anelis semakin kesal karena Farah bisa membuktikan bahwa dia tidak bersalah.
"baiklah, karena semua sudah jelas maka kami akan mengumumkan ulang pemenang juara pertama" pembaca acara mengambil alih keadaan.
"juara pertama adalah koki dari Restoran Bakoste, yang memang sebenarnya cream dan tekstur kuenya sangat lembut saat salah satu juri mencicipinya karena penasaran seburuk apa rasanya sampai mereka melakukan hal kotor dan ternyata mereka benar-benar bekerja dengan sangat maksimal dan layak menjadi pemenang" ujar sang pembawa acara.
semua bersorak Sorai mendengarnya.
Farah naik keatas panggung dan dia mendapatkan piala serta hadiah lainnya yang sempat diberikan untuk team Anelis.
__ADS_1
*terimakasih semua karena sudah mau menunggu saya untuk membuktikan ketidak bersalah saya dan team" Farah turun dari atas panggung dan menghampiri Anelis yang masih mematung.
"benar katamu, kemenangan yang dilakukan atas dasar kecurangan tidak akan bertahan lama, itu benar terbukti oleh dirimu sendiri Anelis! jangan pernah bermain api dengan ku!" ancam Farah yang sudah sangat kesal.
"ayo kita pulang" ajak Hans pada Farah.
"tunggu kak" kata Farah.
Farah mengangkat satu kotak kue yang dimilikinya dan memberikannya kepada Anelis.
"makanlah kue ini, aku sangat kasihan denganmu karena tidak memiliki satu pun untuk dibawa dan ditunjukkan kepada keluargamu jadi aku memberikan satu kotak kue ku untuk mu, agar bisa berfikir dengar benar" Fatah berbicara dengan tegas kepada Anelis.
Farah dan Hans beserta kedua kokinya pulang dengan membawa kebanggaan sebuah kemenangan besar untuk mereka semua.
******
"HOREEEEE" sorak sorai semua.
Farah, Hans dan seluruh karyawannya bergembira atas kemenangan mereka semua, kini mereka akan dikenal oleh seluruh Singapura bahkan di negara lainnya.
"selamat pak Jono dan pak Basuki kalian sudah memenangkan perlombaan ini" Fatah memberikan semangat kepada koki nya.
"semua tidak akan bisa tercapai jika tidak ada campur tangan Bu Farah dan pak Hans, kalian memang pasangan terbaik" celetuk pak Jono.
"Iyah benar Bu" ujar beberapa staff yang setuju dengan perkataan pak Jono.
"hmm hmm" Maria memberi kode kepada pak Jono.
"oh Iyah Bu Farah dan pak Hans adalah pasangan yang serasi" lanjut pak Jono setelah mendengar yang sepertinya sebuah kode untuk lebih memuji Farah dan Hans.
seluruh karyawan kembali menyetujui perkataan pak Jono dan Hans yang mendengarnya hanya senyum-senyum tersipu melihat semua orang mendukung kedekatan mereka berdua.
"ohh .... Bu ...,"
"aahahahhahaa pak Jono sudah ya, silahkan semuanya bubar jalan, kembali bekerja" Maria memotong kata-kata pak Jono dan memasang muka kesal namun dibalut senyuman.
pak Jono yang melihatnya merasakan bahwa tindakannya salah dan Maria sedikit kesal.
"ka ... kami permisi" kata pak Jono dengan terbata-bata.
setelah semua staff pergi dan kembali bekerja, hanya Maria saat ini yang berdiri bersama Hans dan Farah.
"maafkan mereka Bu Farah yang tidak tahu kalau Bu Farah ...,"
"tidak apa Bu Maria, saya maklum, bukan hanya disini tapi diindonesia pun hal ini pernah terjadi" kata Farah memaklumi semua nya karena memang bukan kesalahan staff nya.
__ADS_1
"oh ya Bu Maria, saya hari ini tidak standby di restoran, saya mau pergi ada suatu urusan yang harus diselesaikan" ujar Farah memberitahukan bahwa dia harus pergi.
"baik Bu, saya akan menghandle semua nya" jawab Maria
"baik, terima kasih"
Farah pergi dan Hans mengekorinya, Farah yang tau hal itu membalik badannya dan hal itu membuat Hans terkejut.
"ah" Hans tersenyum saat Farah memergokinya
"kak Hans, kenapa mengikutiku?" tanya Farah
"aku hanya khawatir saja, takut ada sesuatu yang terjadi karena peristiwa tadi" kata Hans yang cukup masuk akal.
"baiklah kak Hans, tapi sebaiknya kamu jalan di samping ku bukan di belakang ku". ucap Farah
Hans kegirangan mendengar perkataan Farah, dia langsung berpindah tempat dan berjalan disamping Farah.
******
"haaaaaah! kerja kalian semua sangat lamban!" teriak Anelis memarahi beberapa anak buahnya.
"maafkan kami bos" ujar sang ketua gank yang memang menjadi anak buah pribadi Anelis.
"kamu sebagai ketua mereka tidak becus! kenapa kalian tidak tahu kalau disana ada cctv tersembunyi!" teriaknya lagi.
"karena tersembunyi itu bos, yang membuat kali tidak tahu keberadaan cctv tersebut" jawab sang anak buah.
"dasar bod*h!" kesal Anelis menjadi-jadi ketika anak buahnya menjawab setiap pertanyaannya.
maksud hati Anelis ingin anak buahnya merasa bersalah dan memperbaiki masalah akan tetapi mereka tidak menyadari hal itu.
"dengar semua ini adalah kesalah kalian yang tidak becus dalam bekerja! aku akan memotong gaji kalian!" ancam Anelis
"ja ... jangan bos, kami akan lakukan apa saja asal jangan potong gaji kami, kasian keluarga kami dirumah bos kalau harus kekurangan uang" mohon sang ketua.
"hmm kalau begitu kalian harus ...,"
Anelis memberitahukan tugas lanjutan kepada anak buahnya dan dia menegaskan bahwa tugas ini tidak boleh bocor dan tidak boleh gagal lagi.
apa yang akan dilakukan Anelis kali ini?
nantikan kisah selanjutnya...
maaf kemarin bab selanjutnya baru lulus review dari Ntoon sejak abis isya dikirim tapi baru lulus pagi ini.
__ADS_1
maaf ya semuanya...